Sponsors Link

Urtikaria Kronis: Gejala, Penyebab, Pencegahan, Pengobatan

Sponsors Link

Penyakit kulit memang merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup mengganggu, baik karena dapat merusak penampilan luar, hingga kepada risiko penularan dan penyebaran yang biasanya cukup tinggi untuk penyakit-penyakit kulit jenis tertentu. Kulit memang merupakan bagian yang cukup rawan terkena benturan dari luar ataupun gigitan serangga dikarenakan lapisan tersebut memang menjadi pelindung terluar dari organ-organ di dalam tubuh. Tetapi ada juga kasus dimana infeksi atau penyakit yang menyerang kulit berasal dari dalam, baik dikarenakan alergi, virus, bakteri, atau kelainan pada sel tubuh dan hormon. Lapisan kulit sendiri terdiri dari pori-pori kecil yang biasanya digunakan untuk membuang keringat yang berisi sel-sel mati dan juga zat yang tidak diperlukan, keluar dari tubuh sehingga tubuh hanya berisikan sel dan zat yang diperlukan saja.

ads

Tetapi terkadang pori-pori tersebut, apabila tidak rajin dibersihkan, akan membuat kotoran menjadi bertumpuk dan tertimbun yang berpeluang besar mengurangi kesehatan kulit, ditambah lagi dengan faktor eksternal seperti gigitan kutu ataupun serangga yang bisa sangat berisiko. Tingkat risiko yang umumnya diperoleh dari penyakit kulit pun bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti gatal-gatal hingga kepada yang termasuk fatal seperti kanker kulit, sehingga kita tetap perlu menjaga dan melakukan perawatan. Beberapa penyakit yang menyerang kulit antara lain seperti kulit mengeras dan hitam, kemudian kulit bersisik dan mengelupas, hingga kepada yang lebih ekstrim seperti bintik bernanah pada kulit, lalu ada juga yang disebut dengan pruritus senilis, dan lain sebagainya.

Salah satu penyakit kulit yang bisa berpotensi mengganggu dan bahkan berakibat fatal bagi penderitanya adalah penyakit urtikaria yang juga dikenal dengan nama biduran dan juga kaligata, yang cukup mengganggu dan sangat membuat tidak nyaman. Urtikaria sendiri terbagi menjadi dua tingkatan, dimana yang paling umum dialami dan belum mencapai taraf berbahaya biasa disebut sebagai urtikaria saja, biduran, atau dikenal dalam dunia medis sebagai urtikaria akut. Pada urtikaria akut, kondisi gatal dapat disembuhkan dengan segera dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan atau cukup melakukan pengobatan sederhana seperti membaluri kulit dengan salep anti gatal, mengompres dengan air dingin, meminum obat anti gatal, dan lain sebagainya yang biasanya penyembuhannya pun tidak akan memakan waktu lama.

Gejala Urtikaria Kronis

Urtikaria akut sendiri sangat umum untuk diderita, terutama pada anak-anak dan juga wanita, dan tidak termasuk ke dalam penyakit kulit yang berbahaya serta tidak akan terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari yang biasa anda lakukan. Meskipun begitu, anda tidak boleh membiarkannya begitu saja tanpa pengobatan dan perawatan, terutama apabila kebersihan dan kesehatan kulit bukan merupakan aktivitas yang rutin anda lakukan, karena dapat meningkatkan risiko penyakit urtikaria tersebut untuk mencapai tahapan selanjutnya yang lebih mengganggu dan berbahaya.

Untuk penyakit urtikaria yang sudah mencapai tahap berbahaya dikarenakan akan lebih sulit disembuhkan serta memiliki kecenderungan untuk mengakibatkan komplikasi ke penyakit lainnya disebut sebagai urtikaria kronis yang memang lebih jarang diderita. Meskipun dari segi gejala dan penyebab terlihat mirip dibandingkan urtikaria akut atau urtikaria normal, tetapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan bahwa yang diderita adalah urtikaria kronis dan bukan yang taraf akut sehingga anda perlu mewaspadainya.

Beberapa ciri bahwa anda terkena urtikaria kronis adalah sebagai berikut:

  • Urtikaria/kaligata/biduran sudah berlangsung selama enam minggu atau lebih
  • Urtikaria/kaligata/biduran sering muncul kembali setelah disembuhkan

Ciri-ciri tersebut biasanya akan dibarengi dengan kondisi yang tidak kunjung membaik, dan bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja hingga kesulitan untuk tidur dikarenakan rasa gatal yang sangat menyengat. Berikut ini akan kami berikan apa saja gejala, penyebab, pencegahan, dan juga pengobatan yang dapat dilakukan untuk para penderita urtikaria kronis, yang dapat anda jadikan sebagai referensi, tetapi jangan jadikan sebagai acuan yang baku karena tetap akan lebih baik berkonsultasi dengan ahli medis, epidermis, atau dokter terkait.

Layaknya penyakit pada umumnya, urtikaria kronis juga akan dapat diketahui dari gejala-gejala yang ditimbulkannya, dan pada awalnya mungkin akan sulit untuk anda bedakan dengan penyakit kulit lainnya sehingga wajib diketahui apa saja ciri khas nya. Beberapa gejala urtikaria kronis yang biasa muncul pada penderitanya antara lain adalah sebagai berikut:

Sponsors Link

  • Bintik-bintik kemerahan yang berkelompok dan biasanya akan dapat muncul pada area tubuh manapun, mulai dari pipi, leher, punggung, dada, perut, tangan, dan area-area lainnya
  • Bentol yang bervariasi dalam ukuran, bentuk, dan muncul secara berangsur-angsur yang lama kelamaan akan berkumpul
  • Gatal-gatal yang mengganggu
  • Terjadinya pembengkakan (angioedema), mulai dari bibir, kelopak mata dan juga di bagian dalam tenggorokan.
  • Gejala akan terasa lebih intens pada saat cuaca panas, stress, atau melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga.
  • Kecenderungan tanda dan gejala bertahan selama lebih dari enam minggu dan sering kambuh secara tidak terduga, terkadang dalam rentang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Bisa anda lihat di atas bahwa ada beberapa gejala yang terkesan sebagai penyakit kulit umum seperti gatal-gatal, tetapi ternyata menjadi penanda akan timbulnya urtikaria kronis sehingga anda tidak boleh meremehkan gejala-gejala apapun yang muncul serta segerakan konsultasi ke dokter kulit setiap mengalami kondisi yang tidak normal pada kulit.

Penyebab urtikaria kronis

ads

Penyakit yang satu ini tidak hanya terjadi karena satu penyebab saja, melainkan bisa ditimbulkan oleh berbagai sebab dan biasanya baru bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh ahli medis atau dokter kulit.

Beberapa faktor yang memiliki peran dalam memicu terjadinya urtikaria kronis pada seseorang, lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

  • Efek samping dari obat-obatan penghilang rasa sakit,
  • Terkena gigitan serangga atau binatang parasit,
  • Tejadinya infeksi pada kulit,
  • Kulit yang tergores akibat digaruk terlalu sering,
  • Cuaca yang ekstrim seperti terlalu panas atau terlalu dingin,
  • Tingkat stress yang tinggi,
  • Terkena paparan UV dari matahari secara berlebihan
  • Terlalu banyak olahraga tanpa memperhatikan kebersihan diri setelahnya,
  • Konsumsi makanan tertentu atau alkohol,
  • Memakai aksesoris atau pakaian yang terlalu ketat sehingga menekan kulit dalam waktu lama.

Nantinya sebelum ahli medis dapat menentukan penyebab yang pasti dari penyakit yang anda derita, biasanya akan dilakukan serangkaian tes  dan pengamatan yang dilakukan oleh dokter kulit, beberapa diantara metode diagnosa tersebut antara lain seperti:

  • Mengamati permukaan kulit tempat berkembangnya penyakit
  • Pengambilan sampel dari kulit yang terkena urtikaria
  • Melakukan tes alergi pada kulit menggunakan metode-metode seperti ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay) atau RAST (Radioallergosorbent test) .
  • Melakukan penelitian dan uji lab dari sampel yang diambil.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut dilakukan, barulah dokter kulit bisa memastikan apa yang menjadi penyebab utama dari penyaklit urtikaria kronis yang diderita sehingga untuk selanjutnya dapat dilakukan metode pengobatan yang sesuai.

Pengobatan Urtikaria Kronis

Penyakit urtikaria kronis bukan tidak bisa diobati, dan memang banyak cara yang dapat anda coba guna menyembuhkan diri dari penyakit tersebut, mulai dengan obat-obatan yang diminum hingga kepada obat berbentuk lotion atau salep dan juga obat herbal alias berasal dari bahan alami.

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk para penderita urtikaria kronis diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Penderita urtikaria kronis biasanya akan diminta mengonsumsi obat-obatan berjenis antihistamin, yang diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Fexofenadine
    2. Desloratadine
    3. Loratadine
    4. Cetirizine
  • Selain obat berjenis antihistamin, biasanya dokter juga akan menganjurkan beberapa pengobatan lain seperti obat anti-radang, obat anti-depresan, dan juga obat pelemah daya tahan.
  • Penggunaan bahan alami seperti Aloe Vera juga dapat membantu mengobati penyakit urtikaria,
  • Lotion Calamine juga termasuk ke dalam pengobatan yang dianjurkan dan bisa dilakukan sendiri oleh si penderita urtikaria

Pencegahan Urtikaria Kronis

Tentunya akan leebih baik apabila anda menghindarkan diri anda dari penyakit urtikaria kronis ini dengan cara melakukan hal-hal yang dapat meminimalisir risiko munculnya penyakit tersebut, tergantung dari kondisi anda dan juga jenis penyebabnya.

Sponsors Link

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan guna mencegah terkena penyakit Urtikaria kronis, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Jangan melakukan atau mendekati hal-hal ataupun makanan dan minuman yang dapat memancing timbulnya alergi (bagi yang menderita)
  2. Penderita alergi juga dianjurkan untuk rutin melakukan pengobatan
  3. Menjaga kulit untuk selalu dalam kondisi lembab dan tidak kering
  4. Periksa segera apakah anda menderita sejenis alergi atau tidak guna menghindari terkena urtikaria kronis
  5. Mengurangi tingkat stress dan coba untuk lebih rileks dalam menjalani aktivitas sehari-hari

Dengan mencoba melakukan beberapa cara di atas, diharapkan anda dapat mengurangi dan meminimalkan risiko terkena urtikaria kronis sehingga tidak akan menimbulkan baik dalam skala ringan maupun ke tahapan yang buruk lagi. Anda juga bisa membaca artikel mengenai cara melindungi diri dari penyakit kulit dan kelamin lainnya yang pernah kami tulis seperti 11 cara mencegah penyakit kanker kulit, kemudian 5 cara mendiagnosa herpes genital, lalu apa saja cara pencegahan sifilis yang bisa anda lakukan dengan mudah, serta bagaimana cara pencegahan penyakit Trikomoniasis dan lain sebagainya.

Artikel kami mengenai penyakit urtikaria kronis ini diharapkan akan dapat menambah wawasan dan juga informasi terkait penyakit tersebut, meskipun kami tetap menyarankan supaya anda mengunjungi dokter kulit apabila mengalami gejala-gejala penyakit supaya dapat diperiksa lebih dalam.

Sponsors Link
, , , ,