Sponsors Link

3 Tanda-Tanda Kista Bartholin Mau Pecah yang Wajib Anda Pahami dengan Benar

Sponsors Link

Salah satu penyakit kelamin wanita yang banyak diderita adalah kista bartholin. Kista ini merupakan tonjolan sebesar kacang poling yang terletak di bibir vagina. Ada pun penyebab utama dari kista bartholin adalah tertutupnya kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin memegang peranan penting dalam sistem reproduksi wanita dengan memproduksi cairan pelumas. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kemunculan kista bartholin tentu harus segera di atasi.

ads

Kista bartholin tidak bisa dibiarkan begitu saja. Selain bisa berubah menjadi abses, kista bartholin yang parah akan menimbulkan rasa sakit baik ketika Anda duduk, berdiri, bahkan tidur sekali pun. Kista bartholin juga akan memberikan pengaruh buruk pada aktivitas seksual Anda bersama pasangan. Kista bartholin bisa diobati dengan tindakan operasi, namun hal tersebut tidak menjamin kista akan hilang selamanya dari vagina Anda.

Tanda-Tanda Kista Bartholin Mau Pecah

Kista Bartholin juga bisa disembuhkan dengan ramuan tradisional atau herbal. Ramuan-ramuan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit namun juga mempercepat pecahnya kista. Sebelum kista bartholin Anda pecah, Anda perlu memahami cara mengobati kista bartholin serta tanda-tanda kista bartholin yang Anda alami akan pecah seperti berikut ini.

  1. Rasa sakit yang tidak tertahankan

Beberapa kasus yang dialami oleh pendertia kista bartholin sebelum pecah adalah munculnya rasa sakit yang tidak tertahankan di area vagina. Rasa sakit bisa menunjukkan seberapa parahnya kista bartholin yang Anda derita, sebab pada dasarnya kista tipe ini tidak menimbulkan rasa sakit pada kondisi normal. Meski begitu, rasa sakit yang terjadi pada kista Anda tidak selalu menjadi gejala bahwa kista akan pecah.

Hal paling baik yang perlu Anda lakukan ketika kista bartholin Anda menimbulkan rasa sakit adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Penanganan dan pengobatan kista bartholin yang utama adalah pengonsumsian obat nyeri dan obat antibiotik untuk mencegah serta menyembuhkan infeksi yang lebih parah. Kista bartholin yang parah akan menimbulkan nanah dan bau yang menyengat ketika pecah.

Obat anti nyeri yang bisa dikonsumsi oleh penderita kista bartholin adalah obat-obatan dengan komposisi paraetamol dan ibuprofen. Obat-obatan tersebut ampuh dalam meredakan rasa sakit di area vagina yang membuat aktivitas Anda terganggu. Jika kista masih berada dalam ukuran yang kecil, Anda bisa mengatasi rasa sakit dengan mengompresnya menggunakan handuk steril atau berendam di dalam air hangat.

  1. Terjadi Peradangan

Salah satu penyebab rasa sakit yang muncul ketika kista bartholin akan pecah adalah peradangan. Peradangan sendiri disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada kista bartholin. Dalam Cigna disebutkan bahwa kista yang pecah karena infeksi akan menyembuhkan dirinya sendiri selama 3 hinga 4 hari kemudian. Namun, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika peradangan tidak kunjung mereda serta menimbulkan rasa sakit.

Secara visual, kista bartholin yang meradang bisa langsung Anda amati jika terletak di sekitar bibir luar vagian. Namun, kista tidak mampu Anda amati dengan jelas jika terdapat di dalam dinding vagina. Jika Anda belum yakin bahwa rasa tidak nyaman yang Anda alami disebabkan oleh kista bartholin, Anda sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri sebab hubungan kista bartholin dan kanker serviks cukup dekat dan bisa saling memengaruhi.

Radang di area kista bartholin bisa disebabkan oleh berbagai jenis kuman dan bakteri seperti bakteri penyebab gonore bernama neisseria gonorrhoaeae, bakteri penyabab chlamydia bernama chlamudia trachamatis. Dalam beberapa kasus, bakteri escherchia coli juga mampu menjadi pencetusnya. Untuk mengatasi peradangan yang terjadi, Anda bisa menggunakan obat antiinflamasi.

Sponsors Link

  1. Terjadi Pembengkakan

Selain menimbulkan rasa sakit, peradangan yang terjadi karena infeksi bakteri juga bisa menimbulkan pembengkakan di area mulut atau dinding vagina. Pembengkakan dalam ukuran yang besar tentu sangat mengganggu. Bengkan yang terjadi biasanya disebabkan oleh berkumpulnya cairan nanah yang hendak pecah. Karena bentuknya yang hampir serupa, Anda sudah sepatutnya mencari tahu perbedaan kista bartholin dengan bisul di vagina. Hal tersebut dimaksudkan agar penangan yang diberikan sudah tepat dan tidak salah sasaran. Mendeteksi pembengkakan karena kista yang terinfeksi tentu tidaklah sulit. Benjolan kista yang seukuran kacang polong dalam kondisi normal akan membesar seukuran telur puyuh atau lebih.

Jika Anda merasa kista Anda akan segera pecah, segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialisasi kulit dan kelamin. Ada beberapa penanganan yang perlu Anda lakukan dengan bantuan medis ketika kista yang Anda derita akan pecah. Pecahnya kista yang Anda derita tidak selalu menunjukkan tanda-tanda membaik. Kista yang pecah sama dengan munculnya luka yang cukup besar di area vagina. Penanganan yang buruk terhadap kista bartholin yang pecah bisa mengakibatkan infeksi yang lebih parah. Untuk mengatasi kista yang pecah, dokter biasanya menggunakan tampon dan pipa pembuangan. Alat-alat tersebut bisa membantu cairan nanah dari dalam kista Anda dibuang dengan baik.

Operasi penyembuhan kista bartholin juga bisa dilakukan dengan cara mengangkat kista atau menyedot cairan yang terdapat di dalam benjilan kista. Selain bukan menjadi jalan yang benar-benar bsa menyembuhkan kista Anda, tindakan tersebut menuntut perawatan setelah operasi kista bartholin yang intensif. Jika kista bartholin Anda pecah secara alami maupun secara medis, Anda tetap perlu menghindari pantangan kista bartholin agar tidak kembali menderita kista.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Kista