Sponsors Link

4 Salep untuk Biang Keringat Pada Bayi dan Orang Dewasa yang Dianjurkan Dokter

Sponsors Link

Biang keringat atau dalam istilah medisnya dikenal dengan sebutan miliaria adalah salah satu jenis gangguan kesehatan yang terjadi pada permukaan kulit. Gangguan kesehatan ini berjenis ruam pada kulit. Biang keringat bisa terjadi pada saat adanya sel kulit mati, keringat, atau mikroorganisme yang berupa bakteri yang terperangkap di bawah kulit. Jenis masalah kesehatan kulit ini biasanya muncul pada permukaan kulit area leher, bahu, dada, siku, ketiak, pangkal paha, dan area lainnya yang mudah berkeringat. Banyak yang masih keliru membedakan biang keringat dengan penyakit kulit lain, seperti herpes dan cacar air misalnya. Padahal ada perbedaan herpes dan biang keringat serta ada perbedaan biang keringat dan cacar air.

ads

Biang keringat bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Semua orang bisa mengalami biang keringat. Di Indonesia sendiri penyakit biang keringat adalah salah satu jenis penyakit yang cukup umum terjadi, sebab Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis yang mana penduduknya mengeluarkan keringat lebih banyak karena cuacanya panas. Kasus biang keringat di Indonesia terjadi sekitar lebih dari 150 ribu kasus yang terjadi setiap tahunnya.

Meskipun biang keringat dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia, namun bayi dan anak-anak lebih rentan untuk mengalami biang kaeringat pada saat cuaca lembap atau panas. Hal tersebut dikarenakan anak-anak dan bayi belum memiliki kelenjar keringat yang terbentuk sempurna. Akibatnya ketika cuaca panas atau lembab dan mereka berkeringat, kemungkinan besar keringat tersebut akan terperangkap di bawah kulit mereka yang menyebabkan permukaan kulit mereka mengalami gatal-gatal dan ruam akibat biang keringat.

Selain bayi dan anak-anak, ada jenis orang tertentu lainnya yang lebih berisiko untuk terkena biang keringat. Mereka itu adalah antara lain:

  • Bayi yang baru lahir (mereka lebih mudah terkena biang keringat pada dan selama minggu pertama ketika mereka lahir)
  • Orang yang tinggal di daerah yang memiliki iklim tropis atau cuaca panas
  • Orang yang memakai pakaian yang dapat menyebabkan keringat terjebak di bawah kulit
  • Orang yang memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas (mereka biasanya lebih sering berkeringat)

Berdasarkan jenis biang keringat, biang keringat terbagi ke dalam empat jenis yang berbeda. Tentunya gejala yang dikeluarkan oleh keempat jenis biang keringat tersebut pun berbeda pula. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Miliria Crystalina

Jenis biang keringat ini merupakan jenis biang keringat yang paling ringan. Biang keringat berjenis ini biasanya disebabkan oleh terjebaknya keringat di bawah lapisan kulit. Adapun gejala dari biang keringat jenis miliria crystalina ini adalah bintik-bintik kecil yang berisi cairan. Bintin-bintik tersebut dapat pecah dengan mudah.

  • Miliria Rubra

Jenis biang keringat ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak atau bayi. Ciri-ciri biang keringat jenis miliria rubra yakni timbulnya bintik-bintik merah yag disertai dengan rasa nyeri seperti tersengat pada kulit yang terkena biang keringat.

  • Miliria Pustulosa

Biang keringat yang satu ini merupakan biang keringat miliria rubra yang terinfeksi. Karena terinfeksi, bintik-bintiknya pun berisi nanah.

  • Miliria Profunda

Miliria profunda adalah jenis biang keringat yang paling langka. Biang keringat jenis ini menyerang lapisan dalam kulit (dermis), dan bisa terulang kembali meskipun telah sembuh (kambuhan). Berbeda dari jenis biang keringat lainnya, bintik-bintik ynag dikeluarkan oleh biang keringat ini memiliki bentuk yang lebih besar dengan warna yang menyerupai warna kulit.

Salep untuk Biang Keringat Pada Bayi dan Orang Dewasa

Sponsors Link

Biang keringat memang bukanlah jenis masalah kesehatan yang cukup serius yang bisa mengancam nyawa si penderitanya. Meskipun demikian, biang keringat tentu saja harus segera ditangani sebab biang keringat terkadang menimbulkan rasa gatal yang sangat menggangu si penderitanya. Lantas bagaimana cara mengatasi dan mengobati si biang keringat ini? Salah satu tindakan yang dapat dilakukan dalam upaya mengatasi biang keringat adalah dengan meminum obat biang keringat tradisional atau dengan mengoleskan jenis salep tertentu pada permukaan kulit yang terserang biang keringat.

Sebagian besar penggunaan salep untuk menyembuhkan biang keringat harus dibawah pengawasan dokter, karena salep untuk biang keringat biasanya mengandung zat keras sebagai bahan aktifnya. Penggunaan salep untuk biang keringat yang sembarangan dan tanpa resep serta pengawasan dokter dapat menyebabkan efek samping yang sangat buruk, seperti iritasi pada kulit atau bahkan kejang-kejang. Oleh karena itu, jangan pernah menggunakan salep untuk biang keringat sembarangan, dan selalu konsultasikan pada dokter sebelum Anda menggunakan salep untuk biang keringat.

Di bawah ini adalah beberapa jenis salep untuk biang keringat pada bayi dan orang dewasa yang biasa diresepkan oleh dokter:

ads

1. Anhydrous Lanolin

Salep untuk biang keringat pada bayi dan orang dewasa yang biasa diresepkan oleh dokter yang pertama adalah salep anhydrous lanolin. Salep untuk biang keringat ini biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada area yang terkena biang keringat. Selain dapat mengurangi rasa gatal, salep biang keringat yang satu ini juga dapat melembutkan kulit, karena terdapat kandungan yang berupa zat lanolin di dalam salep ini. Lanolin sendiri adalah salah satu jenis zat umum yang tergolong ke dalam zat emollient, yakni zat yang mampu melembutkan seta melembabkan kulit kering.

Cara mengaplikasikan salep biang keringat ini cukup mudah. Anda hanya tinggal mengoleskannya tipis-tipis pada area kulit yang terkena biang keringat. Seberapa sering pemakaian salep ini dioleskan pada permukaan kulit yang terkena biang keringat, tergantung dari kondisi kulit dan biang keringatnya. Itulah mengapa salep ini diresepkan dokter, karena memang dibutuhkan pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum memakainya untuk mengetahui kondisi biang keringat serta kondisi kesehatan secara keseluruhan si penderitanya.

2. Krim Hydrocortisone

Salep biang keringat untuk bayi dan orang dewasa selanjutnya adalah krim hydrocortisone.Krim atau salep biang keringat yang satu ini biasanya diberikan pada pasien biang keringat untuk mengurangi ruam pada kulit bayi dan orang dewasa akibat oleh biang keringat. Salep hydrocortisone termasuk ke dalam golongan salep keras dan golongan kortikosteroid, yang mana dapat membuat lemah sistem imun orang yang menggunakannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan salep ini dapat membuat si penggunanya terkena infeksi baru. Oleh karena itu, jangan sembarangan menggunakan salep ini tanpa pengawasan dokter jika Anda tidak ingin terkena dampak buruknya.

Sama seperti penggunaan salep pada umumnya, penggunaan krim atau salep biang keringat yang satu ini juga bisa dioleskan langsung pada permukaan kulit yang terkena biang keringat. Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun sampai bersih pada saat sebelum menggunakan salep ini dan setelah menggunakan salep ini. Jangan tutup kulit yang telah diolesi oleh salep ini dengan apapun baik itu dengan plester, kain kasa, atau kain biasa. Hal itu dikarenakan jika tertutup, salep akan lebih mudah diserap oleh kulit yang akan meningkatkan risiko terkena efek samping salep ini.

3. Salep Gentamicin

Salep gentamicin adalah salah satu salep yang dapat digunakan sebagai cara mengatasi biang keringat pada bayi dan orang dewasa. Salep ini utamanya dapat mengurangi ruam dan bintik-bintik yang ditimbulkan oleh biang keringat. Pada dasarnya gentamicin adalah antibiotik yang dapat digunakan untuk melawan bakteri penyebab biang keringat. Sehingga apabila penyebab biang keringatnya adalah karena infeksi oleh bakteri, salep ini biasanya akan diresepkan oleh dokter. Oleh karena itu, sangat penting untuk tahu apa penyebab utama biang keringatnya terlebih dahulu sebelum mengoleskan jenis salep biang keringat tertentu.

Cara menggunakan salep ini adalah dengan mengoleskannya langsung pada permukaan kulit yang terkena biang keringat. Harus selalu pastikan bahwa tangan harus dalam keadaan bersih sebelum mengoleskan salep ini pada area kulit yang terkena biang keringatnya, agar terhindar dari infeksi lainnya akibat dari kuman yang terdapat di tangan.

Sponsors Link

4. Salep Elocon

Salep untuk biang keringat pada bayi dan orang dewasa selanjutnya yang biasa diberikan oleh dokter adalah salep elocon. Salep biang keringat yang satu ini diberikan untuk menghentikan rasa gatal dan ruam merah pada kulit bayi dan orang dewasa yang disebabkan oleh biang keringat pada permukaan kulit. Salep elocon termasuk ke dalam golongan salep kortikosteroid topikal. Penggunaan salep ini wajib di bawah pengawasan dokter atau ahli medis, karena penggunaan salep elocon yang sembarangan membuat penggunaan salep ini dapat tidak terkontrol dan penggunaannya berlebihan. Jika digunakan tidak tepat, salep ini bisa menimbulkan efek samping yang buruk.

Penggunaan salep untuk biang keringat yang satu ini tidak boleh digunakan berlebihan atau kurang. Dosis salep elocon yang tepat dan pas biasanya dapat diketahui melalui dokter setelah dokter memeriksa kondisi biang keringatnya. Itulah mengapa salep ini wajib digunakan di bawah pengawasan dokter jika tidak ingin terkena efek sampingnya yang buruk.

Itu tadi sejumlah salep untuk biang keringat pada bayi dan orang dewasa yang biasanya diresepkan oleh dokter. Perlu diingatkan kembali bahwa semua jenis salep yang telah disebutkan di atas tidak boleh dipakai sembarangan. Penggunaannya harus atas saran dan di bawah pengawasan dokter untuk menghindari efek samping buruk yang tidak diinginkan.

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Obat Obatan