Sponsors Link

Sakit Campak Setelah Imunisasi Campak: Penyebab, Bahaya dan Penanganannya

Sponsors Link

Virus dapat mudah tinggal di sekitar kita. Keberadaan virus sangat berpotensi menimbulkan penyakit kulit, salah satunya adalah campak. Penyakit campak ditandai oleh ruam kemerahan yang terlihat pada kulit dan diawali dengan demam tinggi, batuk kering, mata berair, radang / kemerahan pada mata, pilek, menurunnya nafsu makan, hingga menimbulkan bintik kelabu atau putih pada tenggorokan dan mulut.

ads

Untuk pencegahan campak, pemerintah telah mengampanyekan imunisasi MR (Measles / Campak – Rubella) bagi anak-anak maupun orang dewasa yang belum melakukan imunisasi untuk melindungi diri dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini sekaligus menjauhkan diri dari cara penularan campak yang sangat mudah, misalnya melalui udara. Meskipun imunisasi MR terbukti aman dan efektif, namun perlu diingat bahwa terdapat berbagai efek samping sementara seperti nyeri otot, kemerahan pada area suntikan, dan demam.

Setelah imunisasi, ternyata penyakit campak masih dapat terjadi pada beberapa orang. Sama halnya dengan penyakit lain misalnya seseorang yang sudah imunisasi masih terserang cacar air. Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang sifatnya meragukan efisiensi imunisasi untuk campak itu sendiri. Apakah hal ini benar adanya? Berikut di bawah ini merupakan penjelasan bila sakit campak setelah imunisasi yang meliputi penyebab, bahaya, dan penanganannya:

Penyebab

Seseorang yang masih terserang campak meskipun sudah divaksin tidak akan mengalami campak yang serius. Gejalanya juga tidak terlalu berisiko mengancam nyawa dan penyembuhannya relatif lebih pendek daripada seseorang yang belum mendapatkan imunisasi. Beberapa penyebabnya sebagai berikut:

  1. Imunisasi sejatinya hanya meningkatkan kemungkinan tidak terserangnya seseorang dari penyakit campak. Artinya, imunisasi efektif dalam persentase berkisar lebih dari 70% namun tidak sampai 100% membuat seseorang tidak terserang cacar.
  2. Hal ini bergantung pada proses pembentukan antibodi yang otomatis terjadi ketika ketika imunisasi dilakukan.
  3. Proses penciptaan antibodi yang tidak optimal akan melemahkan tubuh melalui antibodi yang kurang baik. Maka sewaktu-waktu campak dapat menyerang seseorang terlebih lagi jika sistem kekebalan tubuh dan tenaga seseorang telah memburuk. (Baca juga: Campak Disertai Batuk)

Bahaya

Adapun beberapa bahayanya yang wajib anda waspadai:

  1. Pada seseorang yang terkena campak, virus dapat mengakibatkan komplikasi seperti pneumonia, radang otak, diare, hingga kematian. Bahaya ini tentu terjadi lebih mungkin pada seseorang yang belum melakukan imunisasi. Namun pada umumnya, sakit campak setelah imunisasi tidak terlalu berbahaya karena sejatinya sudah ada antibodi di dalam tubuh meskipun tidak kuat.
  2. Sakit campak yang ringan biasanya menimbulkan gangguan yang dapat diatasi secara perlahan seperti dehidrasi, radang selaput suara, infeksi telinga, dan infeksi mata. Timbulnya ruam dan bintik dengan ciri-ciri khusus seperti gatal dan rasa gatal, tidak sama halnya dengan penyakit lain seperti demam berdarah sehingga Anda harus mengetahui perbedaan campak dan demam berdarah.
  3. Anda juga patut mengenali efek pasca imunisasi, seperti demam yang tidak terlalu tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga, dan membengkaknya kulit di sekitar suntikan.

Namun dampak imunisasi ini tidak terjadi dalam jangka panjang sehingga Anda tidak perlu memiliki kecemasan yang berlebihan. Kondisi yang berbahaya lebih diutamakan pada seseorang yang belum mendapatkan imunisasi MR sehingga mungkin juga untuk terserang penyakit rubella, terutama pada ibu hamil yang dapat menulari anaknya. Namun perlu diketahui bahwa imunisasi dilakukan ketika sebelum hamil, bukannya ketika sedang masa hamil. Kejadian seperti wabah yang baru-baru ini menjangkit anak-anak juga menunjukkan bahwa mereka yang telah mendapatkan imunisasi jarang tertular campak daripada yang belum melakukan imunisasi.

Penanganan

Sponsors Link

Sebelum menerapkan cara mengobati campak, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah penyakit yang menyerang benar-benar campak. Berbagai penyakit yang menimbulkan ruam kemerahan dan batuk memang menyerupai campak seperti alergi, dermatitis, gangguan pembuluh darah, hingga gigitan hewan. Banyak orang bahkan juga belum mengetahui perbedaan cacar air dan campak. Maka Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk memastikan hal tersebut.

  1. Jika Anda didiagnosis campak setelah melakukan imunisasi, maka penanganan penting yang dapat dilakukan ialah melakukan imunisasi kembali setelah 6 bulan campak sudah sembuh. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki antibodi sehingga dapat menjauhkan tubuh dari serangan campak yang mungkin datang kembali.
  2. Sementara beberapa penanganan yang dapat diberikan ketika campak berlangsung antara lain mengonsumsi obat penurun demam, mengompres area sekitar mata dengan kain atau kapas basah, mengonsumsi suplemen penambah nafsu makan, mengonsumsi obat batuk, dan beristirahat dengan cukup.
  3. Gejala pada mata yang menjadi lebih sensitif pada cahaya dapat dihindari dengan mengenakan kacamata hitam ketika bepergian di siang hari atau tidak membuka tirai kamar tidur selama sementara. Pada umumnya, beragam gejala ini akan membaik setelah hari keempat namun jika ciri-ciri campak akan sembuh tidak muncul juga maka Anda dianjurkan untuk sesegera mungkin berobat ke dokter.

Kepentingan imunisasi sering diabaikan oleh beberapa orang karena banyaknya anggapan bahwa campak hanyalah ruam yang dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal campak menjadi salah satu penyebab banyaknya kematian terutama pada anak-anak yang tubuhnya lebih sensitif untuk mendapatkan pengobatan tertentu. Maka sebaiknya Anda memastikan bahwa keluarga telah mendapatkan imunisasi MR di fasilitas kesehatan terdekat sehingga lebih melindungi diri dari campak.

Sponsors Link
, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Campak