Sponsors Link

Ruam pada Kulit Bayi: Penyebab, Bahaya, dan Penanganannya

Sponsors Link

Bayi sering sekali mengalami ruam pada daerah kulitnya. Banyak sekali penyebab ruam tersebut dan masing masing penyebab memiliki cara penanganan yang berbeda pula. Lantas apakah ruam pada bayi tersebut berbahaya bagi kesehatan bayi nantinya? Yuk, cari tahu penjelasannya di bawah ini. Penyebab ruam pada bayi, sebagai berikut:

ads

1. Memiliki Alergi

Alergi merupakan penyebab umum yang mengakibatkan munculnya ruam pada kulit bayi Anda. mayoritas bayi mengalami ruam karena alergi pada makanan atau barang tertentu. Kasus alergi kulit cukup banyak terjadi pada bayi karena tingkat sensitivitas kulit bayi Anda lebih tinggi di abndingkan bayi yang normal pada umumnya. Terlebih jika Anda dan pasangan Anda juga memiliki alergi pada hal tertentu maka kemungkinan besar alergi tersebut akan menurun pada si kecil Anda.

Beberapa studi telah menjelaskan bahwa, orangtua yang mengalami alergi kulit akan 40-60% mampu meningkatkan resiko alergi terhadap buah hatinya. Resiko tersebut tentunya juga akan berkurang jika hanya Anda saja atau pasangan Anda saja yang memiliki alergi pada suatu hal. Penyakit alergi hanya mengenai anak yang memiliki bakat alergi atopik. Artinya, bukan berarti buah ahti yang lahir dari keluarga tanpa alergi tidak akan memiliki alergi. Bayi akan memiliki peluang untuk tetap alergi pada suatu hal, namun dalam prosentasi yang cukup kecil sekitar 5-10% saja.

Alergi memang menjadi faktor utama mengapa bayi terkena masalah kulit salah satu nya adanya ruam. Di karenakan tingkat sensitivitas bayi yang berbeda satu dengan lainnya, maka Anda tidak perlu mengukur atau menyamakan penyebab alergi seseorang bayi. Bisa jadi bayi Anda alergi dengan bahan makanan tertentu, namun bayi lain tidak. oleh karena itu, pastikan bahwa Anda mengenal betul kebutuhan bayi dan hal hal yang di larang agar alergi atau masalah kulit seperti ruam terjadi pada tubuh bayi kesayangan Anda.

2. Eksim

Bukan hanya terjadi pada orang dewasa, ternyata eksim yang merupakan salah satu dari masalah kulit dapat terjadi juga pada bayi. Pada bayi jenis eksim ini lebih dikenal dengan sebutan eksim susu. Meski dikenal demikian, penyebab utama adanya eksim pada bayi bukan dikarenakan mengonsumsi susu atau ASI yang Bunda produksi. Cari tahu apa itu perbedaan eksim dan herpes yang tidak banyak di ketahui oleh orang.

3. Jerawat

Bayi nyatanya juga mengalami jerawat meskipun penyebabnya berbeda dengan jerawat yang di alami oleh orang dewasa. Umumnya jerawat ini di karenakan tubuhnya yang masih menyimpan sisa hormon setelah dia lahir. Namun tak perlu khawatir,  keadaan ini tidak akan membahayakan kesehatan kulit bayi Anda dan akan hilang beberapa hari setelah munculnya jerawat. Tanpa perawatan khusus pun, jerawat ini juga akan hilang asalkan menjaga kebersihan dengan lingkungan sekitar. Kenali juga manfaat mentimun bagi kesehatan kulit Anda.

4. Ruam Popok

Ruam popok yang menyebabkan bintik merah biasanya karena sering diabaikan saja popoknya sehingga muncul bintik-bintik kecil pada daerah sensitif bawah bayi. Bila bintil tersebut sudah pecah maka bati akan semakin rentan meningkatkan resiko terhadap infeksi.

6. Adanya Virus yang Bersarang

Penyebab selanjutnya atas munculnya ruam pada kulit yaitu virus jinak yang umumnya mudah menyebar mealui percikan ludah si penderita, misalnya saat pemeriksaan kesehatan atau imunisasi yang dilakukan dirumah sakit. Jika bayi mengalami sakit akibat virus yang bersarang pada tubuhnya, umumnya suhu tubuh dia akan meningkat dan bahkan melebihi suhu normalnya yang di atas 39 derajat Celcius.

Sponsors Link

Beberapa hari kemudian, suhu akan kembali normal. hal ini bisa mengindikasikan hal berbeda yaitu sembuh atau justru meningkat pada keadaan yang semakin parah. Salah satunya yaitu muncul ruam yang di awali dengan adanya bintik pada tubuh dan akan menyebar pada daerah sekitarnya. Apabila bayi mengalami atau merasa tubuhnya tidak nyaman dan tidak sehat dengan di tandai kerewalan, maka Anda perlu waspada dan segera membawanya ke rumah sakit. Yuk simak penjelasan tentang khasiat tomat untuk kesehatan kulit Anda.

Bahaya Ruam pada Bayi

Pada umumnya ruam yang di alami oleh bayi tidak di sebabkan oleh beberapa hal yang cukup berbahaya. Secara umum, ruam di karenakan adanya reaksi sensitivitas kulit terhadap bahan atau ketidaknyamanan terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, perhatikan beberapa hal yang memungkinkan terjadinya ruam pada kulit bayi.

Jika Anda khawatir keadaan ini akan berlanjut dan tak kunjung sembuh, membawa si buah hati untuk berobat ke dokter adalah solusi yang tepat. Meski dapat di simpulkan bahwa ruam pada kulit bayi sejatinya tidak memberikan dampak buruk atau komplikasi yang akan menambah masalah kesehatan untuk bayi. Sebab beberapa hari kemudian, ruam akan hialng dan bayi kembali sehat dan beraktivitas seperti pada umumnya.

ads

Penanganan Ruam pada Bayi

Penanganan masalah ruam dapat di lakukan dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya karena masing-masing penyebab memiliki cara penanganan yang berbeda-berbeda. Berikut beberapa penanganan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dan menyembuhkan ruam kulit pada si buah hati Anda. Cari tahu pula tentang ruam merah yang tidak menyebabkan gatal pada kulit Anda.

1. Disebabkan oleh alergi

Cara efektif jika ruam yang di alami oleh bayi di karenakan alergi, maka Anda perlu memahami penyebab alergi tersebut. Kemudian bersihkan tempat tersebut agar bayi menjadi nyaman dan tidak mengalami alergi. Alergi juga dapat terjadi pada makanan tertentu. Sehingga para orang tua perlu selektif dalam memilih bahan makanan mana saja yang bisa menyebabkan si kecil Anda menjadi alergi. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan produk yang organik, sehat, dan bersih. Sehingga tidak hanya menjauhkan anak dari alergi namun juga menjaga asupan gizi serta pola makanan yang seimbang.

Jika alergi dikarenakan adanya bahan tertentu seperti bedak yang digunakan, atau bahan bahan lainnya, maka segera hentikan pemakaian dan ganti dengan produk yang lebih aman bagi kesehatan kulit bayi Anda. bunda dapat menanyakan hal ini dengan dokter agar mendapatkan bahan yang lebih baik untuk bayi Anda. Simak juga penjelasan mengenai jenis jenis ruam kulit yang bisa menyerang kulit.

2. Disebabkan oleh biang keringat

Jika ruam disebabkan oleh biang keringat, maka perhatikan pakaian yang di gunakan oleh bayi Anda. Mulai dari ukuran, bahan, dan juga cara pencucian. Hal ini penting agar kulit bayi merasa nyaman, tidak begah, dan memiliki ruang untuk bertukarnya oksigen. Penting untuk memilih jenis bahan yang sangat mudah menyerap keringat dan tidak mengganggu aktivitas bayi dalam bergerak seharian.

Perhatikan pula suhu ruang di sekitar si bayi. Bisa saja suhu yang ada terlalu panas dan menyebabkan bayi berkeringat berlebih. Jika bayi mengalami kering berlebih, maka usaha yang perlu dan jangan sampai di lupakan yaitu mengeringkan keringat baik dengan tisu yang halus khusus bayi atau dengan handuk atau kain yang berbahan halus dan menyerap keringat dengan sangat baik. Jangan lupa untuk mencuci rutin handuk tersebut akan bakteri tidak berkembang biak pada kain yang Anda gunakan untuk mengusap kulit bayi dari keringat.

3. Disebabkan oleh Eksim

Jika penyebabnya adalah eksim, maka Anda perlu membasuh daerah kulit bayi tersebut dengan air hangat dan handuk yang lembut. Usahakan untuk memperhatikan bahan handuk yang digunakan. Jika bahan handuk tidak meresap air dengan baik, maka akan berdampak pada kulit yang tidak kering setelah melakukan pembasuhan. Hal ini nantinya justru akan mengakibatkan masalah yang lebih kompleks seperti munculnya jerawat.

Jika Anda khawatir perawatan tersebut tidak berjalan dengan baik, Anda bisa membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis. Jika di butuhkan, dokter akan memberikan resep obat tertentu sesuai jenis masalah dan bahan yang baik untuk di konsumsi si kecil. Baca juga tentang ruam merah pada kulit bayi yang perlu Anda ketahui.

4. Disebabkan oleh Ruam Popok

Jika popok yang digunakan membuat si kecil tidak nyaman, maka gantilah popok yang biasa Anda gunakan dengan merk lainnya. pastikan bahan yang digunakan tidak membuat bayi merasa resah karena ketidaknyamanan tersebut. Perhatikan pula ukuran popok yang Anda berikan kepada si buah hati.

Biasanya setiap merk memiliki ukuran yang berbeda meski berlabel ukuran yang sama. Jadi, pastikan ukuran yang sesuai dengan berat badan bayi Anda, ya!

Sponsors Link
, , , , ,