Sponsors Link

Pruritus Senilis: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Pernahkah anda mengalami gatal-gatal? Pastinya semua orang pernah mengalaminya. Namun ada banyak hal yang melatarbelakangi tersebut. Ada yang gatal karena gigitan nyamuk, belum mandi dalam sehari sampai dengan kondisi atau penyakit. Jika gatal yang terjadi karena gigitan nyamuk atau tidak mandi, solusi terbaik ada pada diri anda sendiri. Akan tetapi jika hal itu karena penyakit, maka artikel ini adalah solusi paling tepat. Gatal-gatal tersebut bisa jadi penyakit pruritus senilis, apa itu?

ads

Pruritus Senilis adalah kondisi rasa gatal yang meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang penderita. Gatal ini dapat disertai dengan ruam, dan juga gatal bisa terjadi secara singkat saja namun dapat pula terjadi dengan berat hingga sangat mengganggu penderitanya. Gatal yang terjadi pada sebagian tubuh umumnya hanya muncul di area tertentu saja, misalnya seperti tangan, kaki atau mungkin kemaluan. Selain ruam, gatal juga bisa berbentuk benjolan kemerahan, kulit kering bersisik dan keriput hingga pecah-pecah.

Penyebab Pruritus Senilis

Pruritus jenis Senilis dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada kulit ringan, seperti kulit yang terlalu kering, gigitan serangga, atau kegatalan yang diakibatkan oleh penyakit gangguan sistemik seperti diabetes melitus. Adapun penyebab pruritus terbagi menjadi beberapa hal berikut ini:

  • Kondisi Kulit

Beberapa gangguan kulit yang mampu berdampak pada kondisi kulit serta mampu menimbulkan gatal, antara lain seperti penyakit kulit eksim, urtikaria atau biduran, dermatitis kontak alergi, psoriasis, folikulitis, ketombe, prurigo, sampai dengan inflamasi pada mukosa mulut atau lichen planus.

  • Reaksi Alergi Kulit

Benda-benda seperti perhiasan yang banyak mengandung nikel atau kobalt bisa menjadi pemicu reaksi alergi gatal pada kulit. Karet, lateks, bahan tekstil, wewangian, cat rambut, tanaman seperti serbuk bunga juga bisa menjadi pemicu penyakit pruritus. Begitu juga dengan obat-obatan seperti aspirin, atau kena paparan sinar ultra violet yang berlebihan serta cuaca yang lembap ataupun panas. Banyak sekali kejadian yang diakibatkan oleh alergi ini, contohnya saja seperti ruam merah pada kulit tapi tidak gatal, kulit merah seperti terbakar, hingga penyakit kulit eksim menular yang wajib diwaspadai.

  • Sengatan atau Gigitan Serangga

Adapun parasit seperti kutu rambut, cacing kremi, ngengat, kutu loncat, nyamuk, lebah, tawon, kutu busuk, serta parasit trikomoniasis sebagai penyebab penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan terjadinya pruritus.

  • Infeksi

Dalam beberapa kasus penyakit, Pruritus Senilis merupakan salah satu gejala yang mengindikasikan infeksi pada bagian tubuh yang terjangkit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur kurap bisa membawa gejala gatal, begitu juga penyakit cacar air. Infeksi jamur pada kaki atau kutu air, infeksi jamur pada area vagina atau penis juga bisa menyebabkan terjadinya pruritus. Tidak hanya itu, infeksi pada bagian kemaluan tersebut juga bisa mengalami kejadian Trikomoniasis yang cukup membahayakan.

  • Kehamilan dan Menopause

Ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh perempuan kala hamil atau memasuki masa menopause mampu menjadi penyebab munculnya pruritus. Pada perempuan yang sedang hamil, pruritus umumnya menghilang pasca persalinan. Beberapa kondisi pemicu pruritus pada wanita hamil antara lain seperti pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP) yang umumnya akan muncul di area paha serta perut, prurigo gestationis yang biasanya muncul di area tangan, kaki, dan batang tubuh.

Gejala Pruritus Senilis

Beberapa gejala dari pruritus jenis ini harus anda ketahui. Karena untuk bisa melakukan pengobatan, anda harus tahu terlebih dahulu apa dan bagaimana atau seperti apa gejalanya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Gatal – Rasa gatal yang terjadi secara tiba-tiba dan menyerang begitu saja. Anda akan merasa ingin menggaruk area yang gatal tersebut.
  • Kering – Kondisi kulit tertentu atau tepatnya pada bagian yang akan mengalami pruritus akan sangat kering.
  • Kulit Kasar – Terjadinya kulit kasar akibat dari kering, bila di sentuh tidak lembut dan berasa bersisik. Jika di gores akan terlihat bubuhan kulit kering berwarna putih yang kabur.
  • Pecah-Pecah – Mengalami pecah-pecah pada area kulit yang gatal.
Sponsors Link

Beberapa gejala di atas harus anda ketahui, dan segera mencari solusi yang tepat sebagai penanganan. Sebelum melakukan pengobatan, berikut diagnosis dari penyakit pruritis yang akan di lakukan dokter:

  • Tes fungsi kelenjar tiroid
  • Tes fungsi ginjal serta elektrolit
  • Tes darah untuk mengetahui kadar gula dan juga zat besi
  • Tes gula darah dengan puasa
  • Tes fungsi hati
  • Tes kadar fosfat

Pengobatan Pruritus Senilis

Tindakan pengobatan penyakit pruritus diambil berdasarkan dari hasil tes dan diagnosis yang telah di lakukan dokter. Apabila gatal yang dialami pasien merupakan bagian dari gejala penyakit lain, maka perawatan yang dilakukan akan mengacu pada penanganan penyakit yang di alaminya tersebut. Beberapa pengobatan untuk pruritus yang bisa di lakukan yakni sebagai berikut:

  • Penggunaan Krim

Mengoleskan krim kortikosteroid secara merata dan tipis pada bagian yang gatal. Perlu diketahui juga bahwa krim ini juga dapat digunakan sebagai cara mengobati hemangioma, pengobatan dermatitis, salep untuk biang keringat bayi dan lain sebagainya.

  • Mengkonsumsi Obat

Meminum obat gatal sesuai anjuran dokter. Masing-masing dokter nanti juga memiliki standar salep atau obat yang berbeda, tergantung analisa dan pendapatnya.

  • Fototerapi

Adapun fototerapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kegatalan yang mengganggu kulit yakni dengan menggunakan paparan sinar ultra violet dan juga gelombang suara tertentu.

Itulah gejala, penyebab sampai dengan pengobatan penyakit pruritus yang dapat Anda ketahui mulai sekarang. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , , ,
Oleh :