Sponsors Link

7 Penyebab Sianosis yang Jarang Disadari Banyak Orang

Sponsors Link

Sianosis merupakan sebuah kondisi kelainan pada tubuh di mana tubuh memperlihatkan warna yang berbeda. Kondisi sianosis ditandai dengan tubuh berubah warna menjadi merah gelap, ungu kebiruan, sampai biru kehijauan. Salah satu dai jenis-jenis penyakit kulit ini pada kondisi kronis bisa menyebabkan kematian. Sianosis bisa terjadi pada siapa saja termasuk bayi yang baru lahir dengan membawa penyakit keturunan seperti penyakit jantung. Di samping itu, kondisi seperti minimnya kadar oksigen yang dibawa oleh darah membuat pembuluh darah tidak dapat mengantarkan darah ke seluruh bagian tubuh kemudian tubuh menunjukkan tanda-tanda kelainan perdaran darah yang tidak sesuai dengan kondisi normal.

ads

Mengenali Penyebab Sianosis

Ilmu pengetahuan tentang sianosis masih terus dikembangkan untuk mendapatan metode pengobatan yang paling cepat dan efisien. Untuk diketahui apa saja penyebab sianosis adalah seabgai berikut:

1. Rendahnya Jumlah Oksigen dalam Darah

Sianosis dapat terjadi karena disebabkan oleh sedikitnya jumlah oksigen yang ikut mengalir dalam darah. Karena keadaan itu, warna darah berubah menjadi berwarna gelap. Sedangkan jika darah memiliki asupan oksigen yang tepat, darah akan memiliki warna terang. Ketika darah yang mengalir dalam tubuh memiliki jumlah oksigen yang rendah, efeknya dapat dilihat dari warna kulit tubuh, umumnya bagian tubuh yang memperlihatkan gejala sianosis ini ialah bibir, gusi, dan sekitar mata. Anda juga harus menjauhkan diri dari penyakit granuloma inguinale yang ditandai dengan infeksi di daerah genital.

2. Gangguan Pembuluh Darah Arteri Utama

Gangguan pembuluh darah arteri utama menjadi penyebab fatal penyait sianosis, sebab darah menjadi tidak dapat mengalir dengan baik ke seluruh bagian tubuh, sekaligus tidak dapat mendistribusikan oksigen yang diserap ke seluruh bagian tubuh. Akibatnya tubuh mengalami perubahan warna dari cerah menjadi kebiruan cenderung menghijau. Kondisi ini biasanya juga akan diikuti dengan infeksi lainnya di daerah paru-paru, diawali dengan sesak nafas. Ini tidak sama dengan urtikaria kronis, bisa dikatakan lebih berbahaya.

3. Gangguan pernapasan

Fungsi pernapasan yang utama adalah memasukkan oksigen segar ke dalam tubuh di mana oksigen ini sangat penting untuk membuat darah tetap bersih dan sehat. Oksigen sangat penting untu kelancaran fungsi anggota tubuh. tanpa oksigen, banyak anggota tubuh yang akan mengalami mal fungsi. Ketika oksigen tidak sampai di otak, anda pun akan mengalami tanda-tanda vital yang tidak nyaman, seperi dimulai dari rasa kantuk, sampai dengan tanda-tanda yang fatal seperti sesak napas.

Jika kekurangan oksigen, darahpun tidak dapat mengalir dengan baik. Di samping itu, darah yang tidak mendapatkan oksigen yang baik juga akan mengalami perubahan warna. Inilah yang kemudian menyebabkan perubahan warna pada tubuh. Cara pencegahan hipospadia tidak cocok diterapkan pada penyakit ini karena yang dibutuhkannya adalah aliran darah lancar dan oksigen yang cukup.

4. Sumbatan pada aliran pernafasan

Untuk orang tua, harap untuk senantiasa mengawasi bayinya karena kadang anak-anak yang masih balita tidak mengetahui bahaya dan suka memasukkan benda-benda tertentu ke dalam mulut atau ke dalam hidung. Bila terjadi sebuah kecelakaan sampai mengakibatkan sumbatan di aliran pernafasan, efek buruknya bisa menyebabkan sianosis. Jika kulit sering keluar bintik merah jangan dibiarkan saja, bisa jadi ini adalah awal dari sebuah penyakit kronis.

5. Alergi

Sponsors Link

Sianosis bisa disebabkan juga oleh alergi terhadap sesuatu. Ketika reaksi alergi terjadi dengan parah, tubuh bisa bereaksi berlebihan dan tiba-tiba terjadi reaksi penyumbatan di aliran pernapasan. Karena itu, jika anda memiliki alergi tertentu, sebaiknya hindari penyebab alergi tersebut. misalnya saja dengan anda mengonsumsi makanan sehat untuk kesehatan kulit.

6. Demam dan Flu

Sakit demam dan diikuti oleh flu bisa menjadi penyebab sianosis. Ketika sakit demam dan flu terjadi bersamaan dan tidak segera tertangani, hal ini bisa berefek buruk pada kinerja jantung dan sistem pernafasan, akibat jangka panjangnya kemudian darah tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup ketika mengalir ke seluruh tubuh. kemudian mulailah muncul gejala sianosis di seluruh bagian tubuh. kulit bisa berubah kondisi, di mana keadaanya menjadi kulit gatal, kering, dan menghitam.

7. Mati Rasa Mendadak

Ada sebuah kasus khusus seperti mati rasa mendadak yang terjadi pada tubuh juga menyebabkan sianosis. Kondisi mati rasa mendadak ini terjadi akibat infeksi pernapasan, serangan jantung, atau pun karena karena penyakit lainnya. Tanda-tanda sianosis mendadak ini dimulai dari hal-hal berikut ini:

Sponsors Link

  • kesulitan bernafas atau terengah-engah
  • muncul rasa sakit di dada kemudian tubuh mengeluarkan banyak keringat
  • mulai muncul rasa sakit atau mati rasa mendadak di tungkai, tangan, atau kaki
  • akibatnya anda menjadi tidak memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi atau disorientasi

Mendiagnosa dan Menangani Sianosis

Dari penyebab-penyebab yang dijelaskan secara singkat di atas maka penting untuk mengetahui penyebab sianosis karena cara penanganannya bergantung dari penyebab utamanya. Meski demikian, umumnya kondisi sianosis bersifat darurat, maka dibutuhkan penanganan dokter secepatnya. Lebih baik jika anda sudah memiliki rekam medik, dengan demikian, dokter bisa lekas memutuskan treatment seperti apa yang tepat untuk membantu menangani pasien sianosis. Minimal dapat memberikan aliran oksigen yang tepat.

Penanganan pertama yang bisa dilakukan jika tubuh memunculkan tanda-tanda sianosis sebelum akhirnya mendapatkan penanganan dari dokter ialah jauhi nikotin dan kafein, lalu pastikan tubuh tetap hangat. Dengan demikian, aliran oksigen bisa kembali ke kondisi normal. Demikian penyebab sianosis yang harus anda ketahui. Kadang orang-orang tidak mengira penyebab sianosis bisa dimulai dari hal sederhana seperti demam dan flu.

Sponsors Link
, , , ,