Sponsors Link

5 Penyebab Labia Minora Besar Sebelah yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Labia minora atau  bibir vagina bagian dalam merupakan saluran bagi urin serta kelenjar bartolin, yaitu kelenjar untuk menghasilkan cairan pelumas ketika berhubungan seksual. Terletak di antara lubang vagina dan labia mayora, lapisan kulit menutup yang halus dan tipis ini merupakan zona erotis atau mengandung pembuluh darah. Pada setiap wanita, labia minora memiliki beragam ukuran, bentuk, maupun warna yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pigmen warna dan penyakit kelamin wanita yang mungkin diderita.

ads

Kebanyakan wanita menginginkan labia minora yang normal baik bentuk, ukuran, maupun fungsinya yang tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Masih banyak juga wanita yang belum puas dengan labia minora mereka yang dianggap aneh dan tidak normal. Kasus yang sering dijumpai adalah perbedaan ukuran atau ketidaksimetrisan labia minora yaitu besar sebelah sehingga tampak memanjang atau menggelambir keluar. Hal ini dapat tergolong normal atau tidak dengan mengetahui penyebab labia minora besar sebelah tersebut.

Bentuk Normal Labia Minora

Jika labia minora berwarna gelap tanpa rasa sakit atau keluhan lain, maka bentuk labia minora yang besar sebelah termasuk dalam kategori normal. Warna gelap dapat disebabkan oleh pembuluh darah dan penumpukan pigmen warna yang lebih banyak daripada area lain. Pembesaran atau penebalan yang wajar terjadi sejak masa pertumbuhan tepatnya masa remaja karena kematangan hormon wanita untuk cairan pelumas sehingga termasuk normal.

Studi menyebutkan bahwa kebanyakan wanita memiliki labia minora yang lebih panjang daripada labia mayora di bagian luar sehingga hal ini bukanlah suatu penyakit khusus. Untuk menghindari infeksi bakteri dan kuman sebagai bibit penyakit yang tidak diinginkan, Anda juga harus mengetahui cara menjaga kebersihan vagina.

Penyebab yang Harus Diwaspadai

Munculnya labia minora yang besar sebelah secara normal tidak terlalu menimbulkan risiko yang signifikan. Hal ini berbeda dengan munculnya benjolan secara tiba-tiba pada bibir vagina dan disertai keputihan yang cukup lama hingga rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual. Ada banyak kemungkinan penyebab labia minora besar sebelah yang berasal dari penyakit sehingga harus diwaspadai seperti di bawah ini:

1.  Kista Bartolinitis

Sebagai saluran kelenjar bartolin, labia minora yang membesar tentu dapat disebabkan oleh benjolan yang menyumbat berupa nanah pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian bawah vagina. Supaya mengetahui hal ini, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendeteksi potensi bartolinitis pecah. Jika mengalami rasa nyeri, keputihan parah yang berbau dan gatal hingga membuat sulit berjalan, penyakit ini dapat memicu perbedaan abses bartolinitis dengan kista bartolinitis.

2. Hernia

Hernia merupakan proses turun atau masuknya sebagian usus dari rongga perut menuju bibir vagina khususnya labia mayora (bagi perempuan) atau kantung zakar (bagi laki-laki). Rongga perut dan daerah kelamin terhubung oleh jaringan ikat daerah sela paha yang berlubang sehingga menyebabkan hernia.

Ketika beraktivitas, misalnya berdiri atau mengejan maka tekanan rongga perut akan meningkat dimana usus keluar dari lubang tersebut serta terjadilah benjolan atau pembesaran bibir vagina. Pembesaran labia mayora dapat menimbulkan pengaruh terhadap labia minora seperti rasa nyeri hingga peradangan. Namun benjolan ini akan mengempis ketika sedang tiduran karena usus kembali menuju rongga perut.

3. Varises

Varises merupakan yaitu pelebaran pembuluh darah balik yang dapat terjadi di area bibir vagina. Gejala varises yang mungkin ialah denyut yang lebih terasa serta rasa lembut atau hangat ketika diraba. Untuk mencegah varises khususnya pada vagina, Anda bisa rutin mengonsumsi makanan kaya serat dan antioksidan alami. Anda juga disarankan untuk mengetahui cara menghilangkan varises dengan batu es.

4. Kanker Vulva

Kanker vulva yang biasa menyerang permukaan luar vagina seringkali memengaruhi tepi labia minora. Hal ini akan menimbulkan gejala gatal, benjolan seperti kutil berwarna merah atau putih serta perubahan ukuran bibir vagina. Meskipun sangat jarang terjadi, kanker yang juga disebut melanoma ini dapat berisiko pada wanita yang terkena virus HPV, perokok, memiliki perubahan prakanker pada vulva atau serviks, dan lain-lain. Maka Anda disarankan untuk memperoleh vaksin HPV, tidak bergonta-ganti pasangan, dan melakukan pemeriksaan organ kelamin secara berkala.

5. Jerawat

Jika Anda selama ini beranggapan bahwa jerawat hanya bisa timbul di wajah atau punggung saja, maka Anda harus mengubah pandangan tersebut. Jerawat ternyata bisa timbul di organ kemaluan salah satunya pada area labia minora. Gejala jerawat ini umumnya terdapat benjolan yang lama kelamaan membuat labia minora membengkak serta berwarna merah dan terasa panas dan nyeri jika bergesekan dengan sesuatu.

Untuk menangani jerawat ini, Anda bisa mengompres dengan waslap air hangat. Silahkan baca juga jerawat pada labia minora. Seiring dengan berkembangnya zaman, para wanita maupun orang terdekat mereka kerap mencibir labia minora yang bentuknya tidak lebih indah daripada sumber gambar majalah maupun fotografi tertentu.

Hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan karena gambar-gambar tersebut biasanya diberi efek tertentu dan ketidaktahuan masyarakat akan normalnya penyebab labia minora besar sebelah. Namun ada banyak cara mengecilkan labia minora yang besar sebelah salah satunya ialah melalui operasi yang disebut dengan labiaplasty. Namun Anda juga harus tahu bahwa operasi yang menjadi tren sekarang ini memiliki berbagai efek samping seperti nyeri yang luar biasa, pendarahan, pembengkakan, dan lain-lain. Jangan lupa bahwa tetap harus mensyukuri bentuk organ tubuh Anda sebagai nikmat Tuhan adalah yang paling utama.

Sponsors Link
, , ,