Sponsors Link

9 Penyebab Dermatitis Sesuai dengan Jenis-jenis Dermatitis yang Menyerang

Sponsors Link

Perlu dipelajari terlebih dahulu apa itu dermatitis supaya anda bisa mengatasi sejak gejalanya muncul sehingga tidak semakin parah di tubuh anda. Sebab meski dermatitis tergolong penyakit ringan, kenyataannya dermatitis bisa menjadi tanda-tanda bahwa anda mengalami kelainan fungsi tubuh, seperti misalnya mengalami stress berlebihan, infeksi, gangguan jantung sampai dengan diabetes yang menyebabkan daya tahan tubuh melemah sehingga bakteri penyebab dermatitis dapat menyerang tubuh anda.

ads

Dermatitis merupakan penyakit di mana kulit mengalami peradangan. Daerah yang paling mudah tersrerang ialah daerah selangkangan, sela-sela jari, lipatan di area wajah, tangan, dan kaki. Kulit yang terserang dermatitis akan nampak merah, lecet, dan mengeluarkan cairan yang dapat menimbulkan kerak yang bisa dikelupas.

Dermatitis dapat menyerang siapa saja termasuk bayi. Pada umumnya bayi yang terserang dermatitis disebabkan karean popok yang menggesek kulitnya, sehingga sangat umum dijumpai dermatitis di daerah selangkangan bayi. Sedangkan pada orang dewasa, area yang sangat rentan terserang penyakit ini ialah area yang sering berkontak dengan lingkungan luar seperti sela-sela jari kaki, siku tangan, dan lain sebagainya. Pemicunya karena produksi minyak berlebih dan kurangnya perhatian pada kebersihan tubuh.

Jenis-jenis Dermatitis

Untuk melakukan pengobatan dermatitis, perlu diketahui  jenis penyakit dermatitis yang dialami oleh anda. Sebab berbeda jenisnya, berbeda pula perlakuannya. Walaupun demikian memang benar bahwa penyakit dermatitis secara umum dapat diatasi dengan cara yang sama. Akan tetapi, lihat dulu mulai dari lokasi kemunculan penyakit dermatitis tersebut, lalu hubungkan dengan usia pasien, dan lihat pada berdasarkan penyebabnya. Ketiga hal itu akan membuat anda memahami cara mengobati dermatitis dengan langkah yang tepat dan kesabaran yang sesuai.

Jenis-jenis dermatitis yang telah diketahui antara lain sebagai berikut:

  • Berdasarkan kondisi kelainan, dermatitis berdasarkan kondisi kelainan antara lain disebut dengan dermatitis subakut, kronis,  sika, dan medidans.
  • Berdasarkan usia penderita,dermatitis berdasarkan usia penderita ada dermatisis infatil

Ditinjau dari penyebabnya, ada tiga jenis dermatitis yang paling terkenal, antara lain:

  1. Dermatitis atopik (eksim)

Dermatitis atopic atau dikenal juga dengan penyakit eksim dan ada pula yang sampai menyebabkan eksim kering menahun dipengaruhi oleh bakteri sangat mudah menyerang seseorang, terutama jika berkeringat berlebih dan berada di area lembab terus menerus.

Penyebab eksim atau dermatitis atopic antara lain didorong oleh kondisi kulit yang kering, variasi gen, disfungsi sistem imun, perkembangbiakan bakteri pada kulit, dan faktor lingkungan yang kotor sehingga memperparah keadaan. Penyebab spesifik, tetapi karena kondisi ini tidak sesederhana dermatitis kontak. Iritan yang dapat membuat gejala dermatitis atopik lebih buruk antara lain sabun mandi, pakaian kasar, Bahan kimia rumah tangga, Makanan, tungau debu, dan pemicu alergi seperti parfum, pewarna rambut, kosmetik, Klorin, minyak mineral, pelarut, Bulu atau kulit binatang, asap rokok, dan serbuk sari

  1. Dermatitis kontak

Ditinjau dari penyeababnya, dermatitis kontak bisa disebabkan karena kulit mengalami iritasi ketika bersentuhan langsung dengan detergen, perhiasan yang terbuat dari logal dan nikel, kulit tidak cocok dengan produk pembersih yang dibeli, parfum yang mengandung alkohol, kosmetik, dan juga bahan pengawet yang biasanya ada pada krim atau lotion pelembab. Dermatitis ini dapat dihindari dengan tidak memakai bahan-bahan penyebab dermatitis kontak, karena sebetulnya kulit anda alergi pada bahan-bahan tersebut.

Sponsors Link

Dermatitis kontak ada dua jenis yakni dermatitis kontak alergi dan iritasi. Dermatitis kontak alergi adalah ruam yang disebabkan karena terjadi kontak singkat dengan penyebab alegi, seperti logam, wewangian, tanaman, atau bahan lain yang diduga memicu terjadinya alergi pada kulit seseorang. Allergen lain bisa berupa: bahan perekat pada mata palsu atau rambut palsu, salep untuk kulit, antibiotic, bahan-bahan pakaian tertentu, campuran zat di dalam parfum, kosmetik, sabun, pelembab, cat kuku, pewarna rambut, nikel atau logam pada perhiasan, pengikat tali, kait bra, pemegang lisptik, bedak, dan lain-lain. allergen bisa juga berupa getah pada tanaman atau pohon.

Sedangkan dermatitis kontak iritasi ialah kulit rusak dan kering yang disebabkan terjadinya kontak secara berulang dengan penyebab iritasi pada kulit seperti sabun yang memiliki bahan yang tidak cocok dengan tubuh, detergen dengan bahan yang keras, dan zat kimia lain yang diduga menjadi penyebab utama iritasi.

  1. Dermatitis seboroik

Penyebab dari gejala dermatitis seboroik ialah jamur yang berada pada area sekresi minyak di kulit. Dermatitis seboroik bisa datang berdasarkan musim atau cuaca, semakin lembab atau terlalu panas cuaca, dermatitis seboroik bisa muncul. Produksi minyak berlebih pada kulit juga bisa memicu terjadinya dermatitis seboroik.

ads

Dermatitis seboroik biasa di jumpai di area kepala, bagian wajah seperti alis, dan masih banyak lagi yang lainnya. bentuknya menyerupai ketombe. Sejumlah faktor yang diketahui menjadi penyeabb dermatitis seboroik antara lain karena adanya faktor keturunan, bakteri seperti ragi pada kulit, udara kering, iklim yang dingin.

Selain yang disebutkan di atas, ada juga obat-obatan dan kondisi tertentu juga dapat menyebabkan dermatitis seboroik, misalnya seseorang mengalami gangguan Makan, mengalami Depresi, AIDS, Epilepsi, Parkinson, Alkoholisme, Serangan jantung / stroke, Psorias, Rosacea, dan memiliki Jerawat membandel.

  1. Dermatitis Dyshidrotic

Jenis dermatitis ini memengaruhi tangan dan kaki. Penyebabnya tidak diketahui. Gejala pertama berupa gatal yang sangat parah, kemudian melepuh yang dapat berlangsung selama beberapa minggu kemudian berubah menjadi bercak bersisik. Terkadang menjadi retakan di area tangan atau jari. Jenis eksim termasuk penyakit kronis dan menyakitkan.

  1. Dermatitis Nummular

Dermatitis Nummular bisa menyerang pria dan wanita. Wabah bisa datang sebelum pertengahan usia 50-an pada pria, sedangkan pada wanita wabah dermatitis nummular bisa muncul di usia remaja atau awal masa dewasa. Dermatitis nummular memiliki gejala berupa tanda ruam merah pada kulit tapi tidak gatal berbentuk koin dan sering muncul di area kaki, Punggung tangan, Lengan bawah, Punggung bawah, dan Pinggul.

Penyebab dermatitis nummular belum diketahui, namun ada faktor-faktor yang diketahui dapat meningkatkan penyerangan wabah di tubuh, antara lain karena udara dingin dan kering, seseorang terpapar bahan kimia seperti fomaldehyde, serta terpapar logam termasuk nikel.

  1. Dermatitis Neurodermatitis

Dermatitis Neurodermatitis merupakan jenis eksim berupa iritasi kulit pada bagian tubuh yang sering digaruk karena kebiasaan. Biasanya akan muncul di area, sisi atau belakang leher, alat kelamin, pergelangan tangan, pergelangan kaki, di bagian dalam dan di belakang telinga.

Orang-orang mungkin menggaruk daerah tersebut pada siang hari dengan sangat kuat tanpa menyadarinya bahkan menggaruk saat tertidur sampai menimbulkan iritasi. Kulit yang terserang Neurodermatitis akan memperlihatkan kulitnya pecah, tebal, dan mengeriput. Ada pula kasus yang membuat area yang teriritasi sampai menjadi infeksi parah dan harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Penyebab pasti dermatitis neurodermatitis belum diketahui.

  1. Herpetirformis Dermatitis

Penyebab utama dari jenis dermatitis ini ialah keinginan kuat untuk menggaruk bagian yang gatal. Gejalanya berupa lecet pada kulit, kemudian melepuh dan semakin kronis. Dermatitis ini biasanya menyerang bagian permukaan pantat, punggung, lutut, selangkangan, wajah, kulit kepala, siku, dan lain-lain yang dalam jangkauan jari untuk menggaruknya.

Seperti kebanyak kondisi kulit lainnya, seperti penyebab kulit kering bersisik, penyebab pasti penyakit ini tetap tidak diketahui hingga hari ini, meskipun pertama kali ditemukan oleh Louis Duhring pada akhir abad ke-19.

  1. Dermatitis perioral

Dermatitis perioral adalah kondisi di mana kulit mengalmi pelepuhan. Kondisi ini dapat muncul di sekitar lubang di wajah (mata, lubang hidung, mulut), serta di daerah genital. Akibatnya terjadi ruam yang kadang-kadang bisa menyebar ke hidung dan dahi. Biasanya disertai dengan sensasi terbakar di sekitar mulut. Gejala yang paling umum muncul blister pada dagu, bibir atas, dan mungkin juga pada kelopak mata. Terjadi pengelupasan kulit di sekitar bibir, yang kemudian menjadi berubah warna. Kulit terkelupas, kering, dan ada juga yang sampai kulit mengeras dan hitam.

Sponsors Link

Ilmu kedokteran kontemporer tidak tahu apa yang menyebabkan dermatitis perioral. Namun, ada beberapa hal yang menjadi indikasi penyebabnya yaitu karena terjadinya kerusakan kulit, reaksi sistem kekebalan pada jenis obat tertentu yang dikonsumsi, terjadi perubahan mikroflora kulit, terjadi serangan bakteri jahat dalam folikel, dan kemungkinan interaksi dengan zat tertentu seperti:

  • Steroid topikal, seperti yang digunakan untuk mengobati eczemas lainnya
  • antibiotik chlamydia
  • Steroid nasal dan oral, serta inhaler dengan steroid.
  • Make-up, lotion dan krim kosmetik
  • tabir surya
  • Pasta gigi dengan fluoride
  • Wajah kotor
  • Kontrasepsi oral
  • perubahan hormonal lainnya.
  1. Statis Dermatitis

Penderita statis dermatitis biasanya akan mengalami kedua gejala dermatitis stasis dan insufisiensi vena secara bersamaan. Penderita menunjukkan tanda-tanda perubahan wana pada kulit, kulit merah seperti terbakar, kering, bersisik dan gatal, betis bengkak, nyeri pada betis, dan kaki terasa berat.

Ketika dermatitis stasis mulai timbul, terasa kulit semakin menipis terutama di bagian kaki dan mengalami gatal-gatal. Seiring waktu, kulit Anda mungkin berubah menjadi cokelat, menjadi menebal, kental, atau mengeras. Akhirnya, pada tahap akhir dari kondisi ini, kulit Anda akan pecah menjadi luka atau bisul. Luka-luka ini biasanya muncul di bagian dalam betis.

Penyebab dermatitis statis pada umumnya terjadi kondis di mana darah menumpuk di bagian bawah kaki yang selanjutnya meningkatkan tekanan darah di pembuluh. Pembuluh-pembuluh itu kemudian pecah dan membocorkan protein ke dalam jaringan dan syaraf lainnya. Hal ini menyebabkan kaki membengkak. Protein yang masuk ked alma jaringan syarat secara efektif memotong oksigenasi ke jaringan, sehingga merusak dan akhirnya membunuh sel.

Beberapa faktor yang semakin meningkatkan resiko dermatitis statis ialah karena faktor kesehatan seperti gagal jantung kongestif, Hipertensi atau peningkatan tingkat tekanan darah., hamil, Insufisiensi vena, Pembuluh mekar, Gagal ginjal, Cedera kaki bagian bawah, kegemukan, dan terjadi pembekuan darah vena kaki.

Sponsors Link
, , , , ,