Sponsors Link

Penyakit Granuloma Inguinale, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Sponsors Link

Granuloma Inguinale adalah infeksi bakteri kronis yang berhubungan dnegan penyakit menular seksual lainnya. Ciri-ciri granuloma Inguinale ialah terjadinya inklusi intraseluler dalam makrofag yang disebut sebagai badan Donovan. Singkatnya Granuloma inguinale adalah penyakit kelamin wanita dan pria yang disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) yang menyebabkan lesi di daerah anal dan genital. Lesi ini dapat kambuh, bahkan setelah perawatan.

ads

Penyakit ini akan mempengaruhi kondisi kulit dan selaput lendir di beberapa daerah genital. Pada umumnya granuloma inguinale akan menghasilkan lesi nodular yang berevolusi menjadi bisul. Pada saat itu, ulkus semakin membesar dan bersifat destruktif lokal

Gejala Granuloma Inguinale

Gejala granuloma Inguinale yang dapat dilihat adalah sebagai berikut:

  • Mengalami jerawat atau benjolan di kulit Anda

Seseorang yang akan terserang granuloma Inguinale akan mengalami jerawat. Sebagian lainnya akan memperlihatkan benjolan di kulit. Kondisi ini tentu saja tidak menyakitkan, anda bahkan akan membuat orang yang mengalami tidak menyadari  sedang muncul tanda-tanda terkena penyakit kelamin di tubuhnya. Apalagi menyadari bahwa jerawat dan benjolan yang muncul merupakan tanda-tanda kemunculan granuloma inguinale.

  • Muncul Infeksi di Daerah Genital

Setelah jerawat atau benjolan di kulit muncul, gejala selanjutnya diikuti degan munculnya infeksi di daerah-daerah genital. Misalnya munculnya infeksi di area anal atau mulut, dengan kondisi seperti berjamur, mirip dengan herpes atau eksim. Sementara penyakit kulit eksem disebabkan oleh mikroba dan juga bakteri. Meski tidak sama dengan granuloma inguinale, sebaiknya anda tidak memiliki gejala penyakit seperti eksem karena kelainan ini tetap akan sangat menganggu aktifitas harian anda.

  • Luka-luka Mulai Berdarah

Pada kebanyakan kasus orang mulai panik ketika luka-luka seperti benjolan yang dialaminya muncul dalam jumlah banyak dan berdarah. Hal ini terjadi pada gejala granulo inguinale. Meski tidak memunculkan rasa nyeri namun benjolan-benjolan granuloma inguinale perlahan-lahan bisa membesar dan kemudian biasanya mudah berdarah, sebagian mulai memunculkan warna merah kekuningan. Dalam beberapa kasus terjadi juga peradangan hingga memunculkan aroma tak sedap di daerah vagina. Bila sudah demikian, dokter akan curiga bahwa sudah terjadi infeksi bakteri sekunder sehingga harus mencari cara menghilangkan bau pada vagina dan menyembuhkannya dari granuloma inguinale.

Penyebab Granuloma Inguinale

Penyebab granuloma inguinale sejauh ini diketahui karena bakteri. Bakteri penyebab penyakit ini biasanya menular ketika berhubungan intim. Sebab bakteri jahat ini tinggal di area vagina dan dubur di pasangan yang telah terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang ditemukan, terjadi infeksi granuloma inguinale karena yang bersangkutan sempat berkontak langsung dengan terinfeksi melalui seks oral. Dengan kata lain, penyebab penyakit granuloma inguinale hampir sama dengan penularan HIV AIDS, di mana dibutuhkan kontak langsung antara terinfeksi dengan yang belum terinfeksi, sehingga bakteri atau virus berpindah ke induk baru dan mulai menginfeksi.

Penyakit ini lazim dijumpai pada indiviru yang tinggal di daerah tropis dan subtropis. Orang yang bersiko tinggi terserang penyakit ini adalah laki-laki atau siapa saja yang memiliki kebiasaan gaya hidup seks bebas. Di samping itu, penyebab granuloma inguinale bisa semakin meningkat ketika seseorang tinggal di tempat tinggal yang beresiko tinggi menyebabkan infeksi. Ketika anda tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi dan melakukan hubungan seksual, anda menjadi lebih mudah terinfeksi meski sebelumnya anda sehat. Sampai sekarang penyakit ini endemik di:

Sponsors Link

  • Papua Nugini
  • Guyana
  • India Tenggara
  • Sebagian negara Australia
  • Brasil
  • Afrika Selatan

Perawatan untuk Granuloma Inguinale

Perawatan terhadap penderita penyakit Granuloma inguinale ialah dapat menggunakan antibiotik seperti tetrasiklin dan eritromisin makrolida. Obat Streptomisin dan ampisilin mudah ditemukan di apotik namun penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Disarankan perawatan dilakukan selama tiga minggu dan terus berlanjut sampai infeksi sembuh atau tanda-tanda lesi sudah hilang.

Perawatan diri juga sangat disarnakan untuk mencegah penularan dan mencegah jaringan parut atau keloid permanen dan pembengkakan di daerah genital, anal, dan inguinal akibat dari penyakit granuloma inguinale. Bila muncul ciri-ciri keloid segera saja lakukan pengobatan sebelum terlambat dan menjadi komplikasi. Setelah menjalani perawatan, disarankan agar anda melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin di bawah pengawasan dokter spesialis. Sebab, dalam beberapa kasus lesi dari penyakit granuloma inguinale dapat kambuh kembali meski kelihatannya sudah sembuh.

Sponsors Link

Jika tidak segera ditangani, bisa menimbulkan komplikasi seperti:

  • kanker di sakit
  • penghancuran jaringan genital
  • penyempitan vagina, anus atau uretra
  • kerusakan pada tulang atau usus
  • memunculkan jenis-jenis penyakit kulit seperti ruam merah, jerawat, dan lain-lain.

Cara mencegah penyakit menular seksual ini dengan pengobatan antibiotik saja tidak cukup. Sehingga diperlukan langkah medis yang lebih intensif. Meski demikian, jika sudah diobati namun gaya hidup anda masih tidak sehat, maka upaya pengobatan bisa jadi sia-sia. Berikut cara yang diperlukan untuk menyingkirkan penyakit granuloma inguinale dari kebiasaan hidup anda.

  • anda harus membuang pakaian kotor
  • buang juga semua barang-barang yang sudah kotor
  • lakukan hubungan seks yang aman
  • lakukan tes kesehatan ke dokter secara rutin

Demikian pemaparan tentang penyakit granuloma inguinale dari gejala, penyebab, sampai pengobatan yang harus anda ketahui.

Sponsors Link
, , ,