Sponsors Link

9 Macam Pengobatan Urtikaria yang Terbukti Ampuh

Sponsors Link

Sebagai salah satu pelindung tubuh serta tempat pembuangan zat-zat tidak berguna dari dalam tubuh, kulit memainkan peranan penting dalam sistem pertahanan dan juga kekebalan atau imun pada manusia terutama dalam menjaga serangan dari luar. Karena sifatnya yang melindungi lapisan otot, tulang, dan organ dalam tersebut, kulit juga menjadi rentan terhadap infeksi ataupun luka yang diakibatkan oleh gigitan, gesekan, benturan, goresan, infeksi, atau apapun itu yang merusak lapisan terluar dari kulit.

ads

Selain faktor dari luar, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya iritasi, ruam, benjolan, dan sebagainya yang berasal dari dalam tubuh sendiri, yang biasanya diakibatkan oleh reaksi alergi, hormon, ataupun karena efek samping dari obat-obatan, alergi ataupun faktor psikis. Penyakit kulit yang bisa dibilang cukup sering dialami oleh kebanyakan orang adalah penyakit yang sering disebut sebagai biduran atau kaligata, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai hives, dan dalam istilah medisnya adalah urticaria / urtikaria.

Sebelum kami lanjutkan, ada baiknya anda juga membaca beberapa tulisan kami terkait penyakit kulit dan kelamin seperti mengapa kulit sering korengan, lalu mengapa haid sering telat saat melahirkan, kemudian apa saja yang bisa dilakukan sebagai cara pencegahan kusta, dan juga 6 cara penularan penyakit herpes simplex yang harus diwaspadai.

Ciri-ciri Urtikaria

Apabila anda terkena penyakit ini, ciri-ciri atau tanda-tanda yang paling umum adalah munculnya bintik-bintik benjolan (atau sering disebut sebagai bentol) berwarna kemerahan pada kulit, terutama di area tangan, yang ukurannya kecil tetapi biasanya akan muncul sangat banyak sekali. Selain pada tangan, biduran atau urtikaria ini juga dapat muncul pada punggung, dada, perut, hingga ke arah leher dan juga wajah, yang tentunya akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi anda yang aktif, serta juga dapat mengganggu waktu tidur dikarenakan rasa gatal yang muncul terus menerus. Bentuk pola ataupun banyaknya bintik benjolan tersebut akan berbeda-beda, tergantung separah apa urtikaria yang diderita dan sejauh mana penyebarannya di area kulit, serta memerlukan pemeriksaan medis oleh dokter atau dermatologis guna memastikan tingkat akut atau kronisnya urtikaria yang diderita.

Jenis Tingkatan Urtikaria

Penyakit urtikaria ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu urtikaria akut dan urtikaria kronis, di mana tingkat akut adalah yang paling umum diderita oleh banyak orang, dan lama terjangkitnya biasanya sebentar, sementara urtikaria kronis lebih langka untuk diderita serta jangka waktu terjangkitnya akan lebih panjang.

Penyebab Urtikaria

Seperti penyakit kulit lainnya, ada faktor yang menjadi penyebab urtikaria terjadi, dan dalam kasus penyakit ini, bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan pemicu, antara lain seperti:

  • Efek samping obat
  • Pengaruh makanan
  • Terkena gigitan atau disengat oleh serangga
  • Terkontaminasi zat yang tidak boleh terkena kulit
  • Infeksi bakteri, jamur, maupun virus
  • Kondisi mental penderita
  • Efek samping atau komplikasi dari penyakit lainnya

Melihat beberapa penyebab tersebut, tentunya ahli medis perlu memeriksa secara mendalam mengenai apa penyebab sebenarnya dari urtikaria yang anda derita, dan beberapa metode pengobatan urtikaria yang biasanya dilakukan oleh dokter atau dermatologis akan kami jelaskan berikut ini.

Sponsors Link

Pengobatan Urtikaria

Dalam mengobati Urtikaria, perawatan dan pengobatan yang dilakukan akan sangat bergantung kepada tingkatan Urtikaria tersebut, apakah akut atau kronis, dan sejauh mana penyebaran bintik benjolan sudah terjadi. Selain itu, pengobatan sebaiknya segera dilakukan apabila gejala-gejala yang cukup mengkhawatirkan sudah muncul secara terus menerus, seperti pembengkakan pada area lidah, bibir, dan juga wajah, kemudian rasa pusing, mual, sesak dan kesulitan untuk bernafas. Pengobatan urtikaria yang umum dilakukan untuk penderita urtikaria akut maupun kronis antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kortikosteroid

Obat dengan kandungan Kortikosteroid biasanya digunakan sebagai pengobatan urtikaria tingkat menengah dan kronis dan umumnya berbentuk tablet untuk diminum. Salah satu merk obat jenis ini yang banyak dikenal adalah prednisolon atau prednison. Dianjurkan untuk mengikuti resep yang diberikan oleh dokter sebelum mengkonsumsi obat yang satu ini, dikarenakan efek samping yang ditimbulkan cukup membahayakan apabila diminum tidak sesuai anjuran ahli medis. Penderita urtikaria yang mengkonsumsi obat ini biasanya akan memiliki kesulitan untuk tidur dikarenakan obat ini menyebabkan insomnia, dan juga biasanya nafsu makan juga akan meningkat drastis sehingga akan memiliki dampak berat badan yang bertambah.

2. Antihistamin H1 dan H2

ads

Pengobatan urtikaria selanjutnya adalah yang paling umum digunakan untuk penderita urtikaria kronis yaitu obat Antihistamin H1 yang banyak ditemukan di apotek, serta lebih sering disebut sebagai Antihistamin saja. Sementara yang dimaksud dengan Antihistamin H2 merupakan obat urtikaria untuk mereka yang menderita penyakit urtikaria tingkat menengah dan kronis, yang biasanya dikonsumsi berbarengan dengan Antihistamin H1 atau hanya dikonsumsi secara tunggal saja.

Untuk beberapa jenis Antihistamin H1, efek samping yang mungkin ditimbulkan biasanya adalah rasa kantuk yang luar biasa seusai mengkonsumsi obat, hal ini sangat berguna terutama bagi yang kesulitan tidur di malam hari akibat rasa gatal yang luar biasa. Sementara untuk Antistamin H2, tidak banyak ditemukan efek samping, meskipun pada beberapa kasus tertentu mereka yang mengkonsumsi obat jenis ini akan merasakan mual, dan terkadang sakit kepala yang juga disertai pusing dandiare.

3. Krim atau Salep Menthol

Untuk pengobatan urtikaria tingkat ringan hingga akut, biasanya dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat sejenis krim atau salep Menthol yang akan menimbulkan sensasi dingin saat digunakan dan juga membantu meredam rasa gatal. Obat jenis krim, lotion, atau salep menthol ini tidak memberikan efek samping apa-apa dan cukup aman untuk digunakan guna meringankan rasa gatal dan mengobati dari luar.

4. Leukotrien

Obat yang satu ini dapat digunakan untuk pengobatan urtikaria tingkat kronis, dan biasa digunakan sebagai pengobatan alternatif apabila penggunaan tablet kortikosteroid menimbulkan efek samping yang cukup intens bagi pengguna dikarenakan obat Leukotrien tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

5. Cyclosporin

Pengobatan urtikaria selanjutnya adalah menggunakan obat berjenis Cyclosoprin yang tersedia dalam bentuk kapsul atau pil, dan juga tersedia dalam bentuk cair sehingga bisa dipilih yang lebih sesuai untuk anda. Obat Cyclosoprin ini sangatlah ampuh tetapi juga memiliki efek samping yang cukup mengganggu, mulai dari sakit kepala, tekanan darah tinggi, kolesterol naik, hingga pada beberapa kasus juga menyebabkan tremor dan juga menurunkan sistem imun tubuh selama pengobatan berlangsung. Karena efek samping yang cukup membahayakan tersebut, biasanya ahli medis akan menghentikan penggunaan obat jika dalam selang beberapa waktu urtikaria tetap tidak hilang dari tubuh pasien karena memang semakin lama digunakan maka tingkat efektivitasnya semakin berkurang.

6. Terapi NUVB

Terapi NUVB atau Narrowband Ultraviolet B merupakan terapi di mana pasien penderita urtikaria akan disinari dengan sinar UV dalam jangka waktu tertentu, guna menimbulkan efek kulit terbakar dalam skala ringan sehingga biduran akan pecah dan kemudian akan dibersihkan dari tubuh. Penggunaan terapi ini sebaiknya dilakukan oleh mereka yang telah benar-benar mengerti dan memahami kadar UV yang akan digunakan, karena apabila tubuh terekspos atau terkena paparan UV dalam jangka waktu serta intensitas tertentu maka akan meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya kanker kulit.

Setelah kami menyebutkan beberapa pengobatan yang bersifat medis, anda juga dapat melakukan beberapa cara berikut ini guna meringankan serta meminimalisir rasa gatal yang ditimbulkan oleh penyakit urtikaria serta menghambat penyebarannya. Beberapa macam metode pengobatan urtikaria yang dapat anda lakukan sendiri di rumah sebagai upaya pertama atau perawatan tambahan dalam menyembuhkan penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

Sponsors Link

7. Mengurangi tingkat stress

Beberapa ahli berpendapat bahwa tingkat stress yang tinggi akan dapat menimbulkan munculnya biduran atau urtikaria pada tubuh, sehingga diharapkan dengan menjaga pikiran tetap tenang akan dapat meringankan dan mencegah urtikaria semakin meluas.

8. Mengompres dengan air dingin atau es batu

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan kompres dingin atau kompres dengan es batu yang ditempelkan serta diusapkan di bagian tubuh yang terkena urtikaria guna dapat mengurangi rasa gatal yang dirasakan. Metode ini termasuk yang paling dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah, karena selain memberikan efek sejuk, dingin yang dihasilkan dari air atau es batu akan dapat menimbulkan efek kebal sehingga gatal tidak akan terlalu anda rasakan.

9. Jangan gunakan pakaian yang ketat

Kemudian anda juga bisa menghindari penggunaan pakaian ketat guna menjaga pori-pori dari kulit yang terkena urtikaria tetap dapat bernafas dan mengurangi gesekan antara pakaian dengan kulit yang berkemungkinan besar menyebabkan iritasi. Tentunya nantinya beberapa metode pengobatan urtikaria di atas bisa disesuaikan dengan penyebab terjadinya infeksi, apakah karena bakteri, virus, komplikasi, ataupun penyebab-penyebab lainnya supaya pengobatan tidak memperparah kondisi penderita.

Baca juga beberapa artikel kami terkait penyakit kulit dan kelamin lainnya seperti cara mengobati neurodermatitis secara alami, kemudian cara menyembuhkan pompholyx yang efektif, dan juga beberapa artikel lain seperti 4 jenis antibiotik untuk ulkus mole, serta 4 macam salep untuk mengobati herpes genital yang manjur dan berkhasiat untuk anda coba. Dengan mencoba cara-cara pengobatan urtikaria yang kami berikan, diharapkan akan dapat membantu anda yang sedang tekena penyakit tersebut sehingga kondisi yang dialami tidak semakin bertambah buruk dan bisa segera membaik.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan