Sponsors Link

10 Pencegahan Kanker Rahim Dengan Mudah, Aman dan Cepat

Sponsors Link

Kanker rahim merupakan penyakit yang membayangi semua wanita. Kanker rahim seringkali tidak dirasakan gejalanya di awal kemunculannya. Akibatnya, di banyak kasus kanker rahim, pasien datang ke dokter dengan kondisi kanker yang sudah cukup parah dan lebih sulit untuk diobati. Sayangnya, masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter saat mengalami keluhan di area kewanitaan ataupun rahimnya. Padahal, kanker rahim seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda kemunculan, melainkan hanya sedikit gejala ringan yang sering tidak diperhatikan secara serius.

ads

Penyebab kanker rahim sendiri belum diketahui secara pasti. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa membilas vagina dengan antiseptik bisa menjadi penyebab terjadinya kanker rahim. Begitu pula pemberian bedak tabur di vagina, dianggap juga sebagai pencetus kanker rahim pada wanita. Meski penyebab kanker rahim ini memang tidak diketahui secara pasti, semua dokter sepakat bahwa pencegahan kanker rahim perlu untuk dilakukan. Menurut dr. Nasdaldy, SpOG., pencegahan menjadi poin penting untuk menghadapi resiko kanker.

Berikut ini akan dibahas aneka cara mencegah kanker rahim yang bisa Anda lakukan sehari-hari. Simak terus, ya!

  1. Jalani gaya hidup sehat

Untuk mencegah penyakit kanker, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hindari rokok, karena pada wanita rokok tidak hanya akan membuat masalah di paru-paru dan jantung, melainkan juga masalah di rahim. Nikotin yang dikandung rokok akan membuat selaput lendir di tubuh bereaksi, termasuk selaput lendir di rahim yang jika dilakukan terus menerus bisa meningkatkan resiko kanker rahim.

  1. Perhatikan kebersihan vagina

Sebagai wanita, menjaga kebersihan organ kewanitaan merupakan sebuah kewajiban. Apalagi, wanita mengalami masa menstruasi setiap bulannya yang bisa meningkatkan resiko infeksi di vagina. Jika kebersihan tidak terjaga, bisa jadi ini menjadi penyebab gatal pada kemaluan wanita. Bagaimanapun, vagina merupakan tempat masuk utama untuk penyakit-penyakit yang bisa menyerang rahim. Lakukan cara membersihkan kemaluan setelah haid untuk menjaga kebersihan vagina.

  1. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan

Banyak wanita yang menganggap bahwa mencuci vagina dengan sabun pembersih merupakan cara untuk menjaga kebersihan vagina. Padahal, ternyata hal ini diragukan kebenarannya. Sabun pencuci vagina bisa membunuh bakteri baik di vagina dan merusak ‘ekosistem’di vagina. Hal ini akan meningkatkan resiko infeksi bakteri yang buruk di vagina yang lama-lama akan memicu sel kanker untuk tumbuh, bahkan sampai ke rahim. Maka, kecuali Anda diberi resep pembersih vagina oleh dokter, jangan gunakan sabun pembersih vagina, ya! Akan lebih baik jika Anda mempelajari cara menjaga kebersihan vagina yang baik dan benar.

  1. Jangan menabur bedak talc di vagina

Bagian organ kewanitaan yang lembab membuatnya mudah terasa gatal atau iritasi. Hal ini seringkali kita tangani dengan menaburkan bedak tabur atau talc di sekitarnya. Padahal, partikel bedak tabur ini sangat berpotensi untuk masuk ke organ di dalam vagina dan mengendap di sana. Jika dilakukan terus menerus, lama-kelamaan endapan partikel bedak talc akan memicu pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui cara menghilangkan gatal pada kemaluan yang lebih alami dan aman.

  1. Diet rendah lemak

Pola makan seseorang akan sangat berpengaruh pada kesehatan orang tersebut. Khususnya pada wanita, banyak mengkonsumsi lemak akan meningkatkan resiko terkena kanker rahim. Hal ini dikarenakan lemak akan memicu produksi hormon estrogen, sementara paparan hormon estrogen akan memicu kanker di endometrium (badan rahim).

Sponsors Link

  1. Cukupi kebutuhan vitamin

Pencegahan kanker rahim berikutnya adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin tubuh, khususnya vitamin C, beta karoten dan asam folat. Ketiga zat gizi ini bisa mencegah terbentuknya sel kanker di mulut rahim. Anda bisa memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buah serta makanan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan Anda akan vitamin C, beta karoten dan asam folat. Karena ternyata, vitamin C dan zat gizi ini selain merupakan makanan sehat untuk kesehatan kulit, ternyata juga bagus untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  1. Hindari hubungan seks di usia dini

Idealnya, seorang wanita melakukan hubungan seks setelah menikah di usia matang, sekitar 20 tahun ke atas. Hal ini dikarenakan sel-sel mukosa yang ada di selaput kulit bagian dalam tubuh, termasuk di rahim, biasanya baru matang di usia 20 tahun ke atas. Artinya, pada usia 20 tahun ke atas inilah seorang wanita baru siap menerima rangsangan, termasuk dari zat-zat kimia yang dibawa oleh sperma.

Pemberian rangsangan pada sel-sel mukosa yang belum matang akan bisa menimbulkan kanker. Hal ini dikarenakan sel-sel mukosa yang belum matang akan sangat rentan dari perubahan dan bisa berubah sifat menjadi kanker jika dipapar oleh perubahan terlalu dini.

  1. Hindari seks bebas
Sponsors Link

Berganti-ganti pasangan seksual juga bisa menjadi penyebab kanker rahim. Anda mungkin sudah sangat tahu bahwa berganti-ganti pasangan seksual akan meningkatkan resiko tertular cara penularan kutil kelamin dan penyakit kelamin lainnya, termasuk tertular virus HPV yang menyebabkan kanker rahim. Virus ini akan bisa mengubah sel-sel mukosa memberlah lebih banyak hingga tidak terkendali dan menjadi kanker. Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin terkena kanker rahim, setialah dengan satu pasangan seksual saja dan minta juga ke pasangan Anda untuk juga setia kepada Anda.

  1. Menikahlah di usia yang ideal

Wanita yang terlambat menikah juga beresiko menderita kanker rahim di masa depan. Hal ini dikarenakan, wanita yang terlambat menikah atau menikah tapi tidak mau punya anak, akan mengalami ovulasi terus-menerus yang berarti endometrium terangsang terus menerus. Hal ini akan bisa memicu sel-sel di endometrium berubah menjadi kanker.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak menunda kehamilan terlalu lama. Cara lainnya, Anda juga bisa menggunakan pil KB yang akan memperkecil peluang terjadinya ovulasi yang bisa meminimalisir resiko terjadinya kanker rahim.

  1. Hindari penggunaan estrogen

Estrogen akan bisa merangsang penebalan dinding endometrium dan merangsang sel-sel di endometrium berubah menjadi sel kanker. Estrogen memang secara alami diproduksi oleh wanita yang belum mengalami menopause. Maka, seorang wanita yang lama mengalami menopause lebih beresiko mengalami kanker rahim.

Selain itu, banyak wanita yang juga menggunakan estrogen untuk melakukan pencegahan osteoporosis dan penyakit jantung. Hal ini juga sama akan meningkatkan resiko kanker rahim pada wanita. Maka, jika Anda memang memerlukan terapi dengan estrogen, lakukan di bawah pengawasan dokter agar lebih mudah memantau jika terjadi gejala-gejala timbulnya penyakit lainnya.

Pencegahan kanker rahim merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh semua wanita. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Selamat mencoba, ya!

Sponsors Link
, , ,




Oleh :
Kategori : Pencegahan