Sponsors Link

6 Jalan Penanganan Hipospadia Dengan Operasi dan Terapi

Sponsors Link

Hipospadia merupakan istilah penyakit yang berupa posisi lubang kencing yang tidak sesuai dengan tempatnya. Istilah hipopasdia ini merujuk pada kondisi posisi lubang kencing yang bisa berada di mana pun sepanjang di batang penis bahkan bisa jadi di bagian skrotum atau buah zakat. Bahkan bisa juga di area perineum, yakni area dekat lubang anus.

ads

Hipospadia di masukkan ke dalam kelainan di mana kondisi ini merupakan kondisi bawaan. Penyebabnya bisa karena gen. Gejala penyakit kelamin hipospadia bisa berupa kulut menaungi ujung penis. Bisa juga penis cenderung melengkung karena jaringan bagian bawah penis memendek. Di tambah juga pancuran air kencingnya tidak normal. Bagaimanakah cara menangani hipospadia?

1. Meluruskan Bentuk Penis

Penanganan hipospadia bisa berupa dengan usaha meluruskan bentuk penis. Caranya tidak harus melulu dengan operasi namun bisa dengan pijat sejak bayi, sebab hipospadia bisa terlihat sejak bayi. Bila hipospadia hanya berupa bengkok, bisa ditangani dengan pijat bayi yang secara fisik dapat meluruskan bentuk penis. Sebab untuk bayi, tidak disarankan untuk dilakukan operasi sebagai penanganan hipospadia. Operasi bisa dilakukan ketika anak sudah cukup dewasa dan siap menanggung operasi. Waspadai juga tanda-tanda terkena penyakit kelamin yang bisa terjadi setelah operasi penanganan hipospadia suatu hari nanti.

2. Membentuk saluran kencing dengan posisi lubang kencing pada ujung penis

Penanganan Hipospadia yang kedua ualah dengan membentuk saluran kencing dengan posisi lubang kencing pada ujung penis. Penanganan ini tidak mungkin dapat dilakukan tanpa operasi, sehingga harus melalui jalur medis. Sebelum dilakukan operasi, pasien akan diperiksa secara fisik terlebih dahulu, kemudian dilakukan observasi dan diputuskan penanganannya.

Tindakan observasi ini sama dengan ketika dokter harus menangani penyakit sifilis. Dokter musti meliha dulu ciri-ciri sipilis, setelah yakin dengan tanda-tandanya dan dibenarkan secara medis tanda-tanda yang muncul memang sifilis, mereka segera melakukan tindakan. Tahap-tahap pemeriksaan seperti itu juga diperlukan dalam penanganan hipospadia supaya membentuk kembali saluran kencing dengan posisi lubang kencing yang benar bisa berhasil dengan baik.

3. Memperbaiki bentuk kulup

Bila letak ujung penis dalam kondisi tertutup kulup maka harus segera dilakukan penanganan bentuk kulup. Untuk melakukannya dibutuhkan bantuan medis untuk memperbaiki bentuk kulup. Penanganan medis itu berupa tindakan operasi untuk memperbaiki bentuk kulupnya. Memperbaikin bentuk kulup juga menjadi cara mencegah penyakit menular seksual.

4. Memperbaiki penampakan skrotum

Penanganan hipospadia berikutnya ialah dengan memperbaiki penampakan skrotum di mana dokter terpaksa harus melakukan operasi yang berupa reposisi dari uretra. Sekaligus memperbaiki lubang uretra di glans penis. Untuk perawatan alami selanjutnya di rumah, anda bisa mencoba kasiat minyak zaitun untuk kelamin pria di mana ini mungkin dapat membantu mempercepat kesembuhan setelah dilakukan operasi reposisi uretra di glans penis.

5. Perawatan di Rumah Paska Operasi

Setelah operasi penanganan hipospadia selanjutnya yang harus dilakukan ialah perawatan di rumah. Terapi di rumah musti dilakukan untuk menjaga supaya bekas operasi tidak menimbulkan komplikasi seperti infeksi saluran kencing dan lain-lain. maka paska operasi, pasien harus mendapatkan perawatan di rumah supaya hasilnya maksimal dan pasien dapat sembuh dari hipospadia. Perawatan di rumah untuk penderita hipospadia tidak sama dengan cara mengobati kutil kelamin secara alami, dibutuhkan penanganan yang sedikit lebih rumit dan kewaspadaan tinggi karena jika salah bisa menyebabkan pendarahan pada kelamin. Perawatan di rumah untuk hipospadia antara lain berupa:

Sponsors Link

  • Pasien harus memakai dua popok, satu popok untuk keperluan urin dari kateter sementara yang satunya lagi untuk feses.
  • Penis harus dijaga supaya luka operasi tidak terkena feses dan tidak menimbulkan infeksi.
  • Selalu gunakan air bersih untuk membersihkan area alat kelamin.
  • Tangani secara hati-hati supaya tidak timbul lecet pada kulit kelamin pria tidak membahayakannya setelah mengalami reposisi dari kondisi hipospadia.

6. Selalu Konsultasikan Keadaan dengan Dokter Paska Operasi

Setelah dilakukan operasi pada penderita hipospadia, tindakan selanjutnya yang harus anda lakukan adalah selalu konsultasikan perkembangan kondisi pada dokter paska operasi. Sebab, perlu diperhatikan bahwa pasca operasi pasien bisa mengalami kelainan, seperti demam, atau penis mengeluarkan nanah. Ada juga yang mengalami pendarahan terus menerus atau urin tak keluar dari keteter selama satu jam. Sehingga dipelrukan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Perlu diingat pula bahwa komplikasi sehabis operasi dapat terjadi. Biasanya terjadi kebocoran di sekitar lubang penis yang dibuat paska operasi. Jika hal itu terjadi dokter harus melakukan langkah cepat berupa jahit ulang atau operasi ulang. Operasi ulang ini bertujuan untuk menutup kembali lubang yang bocor. Penanganan penutupan lubang bocor ini membutuhkan teknik khusus, biasanya menggunakan bedah cangkok dan dilakukan enam bulan setelah operasi pertama.

Demikian pemaparan tentang penanganan hipospadia untuk anda. Tindakan yang bijak dari orang tua dan dokter dapat menyelamatkan seorang anak yang mengalami tanda-tanda hipospadia, jadi pastikan untuk memeriksakan kondisinya sejak dini jika terlihat tanda-tanda hipospadia pada seseorang. Cepat tanggap dan tidak lekas mengeluh dapat menyelamatkan hidup seseorang. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan