Sponsors Link

4 Obat Selulitis Jenis Antibiotik yang Manjur dan Ampuh

Sponsors Link

Jika Anda mendengar kata selulitis, apa yang terbayang dalam benak Anda? Permukaan kulit yang tidak rata akibat menumpuknya jaringan lemak pada bawah kulit, akibat kegemukan atau kulit yang kehilangan elastisitasnya, yang umumnya disebut selulit?

ads

Selulitis bukanlah istilah medikal untuk selulit, yang walaupun memiliki nama yang sama, namun sebenarnya selulitis dan selulit adalah merupakan 2 kondisi yang berbeda dimana yang satu adalah kondisi akibat lemak dan elastisitas kulit yaitu selulit, sedangkan selulitis adalah kondisi penyakit pada jaringan kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyakit selulitis dapat menyerang siapa saja; dari anak-anak hingga lansia, dan umumnya penyakit ini menyerang permukaan kulit pada bagian tungkai bawah, dimana faktor pemicunya dapat terjadi akibat diabetes, peredaran darah yang tidak lancar, sistem imun yang rendah, dan bahkan sejarah berulang dari selulitis sebelumnya.

Selulitis terjadi akibat kulit terinfeksi bakteri Streptococcus dan Staphylococcus yang masuk pada jaringan kulit yang sedang luka, iritasi, bengkak, bentol, eksim, proriasis, sehingga menyebabkan permukaan kulit membengkak kemerahan, namun jika ditekan makan akan terasa lembek dan sakit.

Karena disebabkan oleh bakteri, gejala yang muncul selain tampak pada permukaan kulit, biasanya juga akan disertai demam, pembengkakan pada daerah yang terinfeksi seperti melepuh dan menyebar rasa sakit dan ruamnya, juga pembengkakan kelenjar getah bening, sehingga apabila luka atau bengkak tersebut pecah, maka akan mengeluarkan nanah.

Walaupun selulitis sulit terdeteksi akibat memiliki gejala yang sangat umum seperti pada peradangan, namun bukan berarti tidak dapat didiagnosa sama sekali, yaitu dengan pemeriksaan fisik dan wawancara mengenai riwayat kesehatan dan pemicu munculnya selulitis, selain itu terkadang juga dibutuhkan pemeriksaan lanjut dengan melakukan rontgen pada bagian kulit yang diindikasikan terkena selulitis, tes darah, dan tes kultur (sampel cairan pada luka).

Jika Anda terbukti memiliki penyakit selulitis, maka biasanya dokter akan memberikan obat selulitis yang berupa antibiotik yang harus diminum selama 7 – 21 hari, tergantung dari tingkat keparahan selulitis yang diderita, sebagai pertolongan pengobatan pertama penyakit selulitis ini.

Obat antibiotik yang diberikan beberapa juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit lain seperti antibiotik untuk herpes dan juga antibiotik untuk impetigo.

Umumnya setelah mengkonsumsi antibiotik oral selama beberapa hari maka kondisi dapat berangsur membaik, walaupun begitu ada baiknya antibiotik yang sudah diresepkan dokter harus tetap dihabiskan, dan ingatlah untuk kembali melakukan konsultasi untuk memastikan bahwa penyakit selulitis sudah sembuh total, sehingga diharapkan tidak akan muncul lagi.

Pada kasus dimana keadaan tidak membaik setelah mengkonsumsi antibiotik oral setelah 10 hari, dan malah semakin memburuk, maka biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk diopname agar pengobatan dapat dilakukan secara intravena (melalui suntikan).

Baca juga tulisan kami mengenai pengobatan beberapa penyakit kulit tanpa memerlukan operasi seperti cara mengobati mata ikan tanpa operasi, cara mengobati kista tanpa operasi, serta tulisan-tulisan lainnya yang serupa.

Jika pengobatan dengan perawatan di rumah sakit juga tidak berhasil, maka jalan terakhir dan sebenarnya jarang terjadi kecuali kondisi selulitis sudah sangat parah, adalah dengan melakukan prosedur operasi yaitu dengan cara memotong dan mengeluarkan jaringan yang terinfeksi agar tidak menyebar dan memperparah kondisi hingga terjadi komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Berikut ini akan kami berikan 4 obat selulit berjenis antibiotik yang manjur dan terbukti ampuh dalam menyembuhkan penyakit tersebut:

1. Penisilin

Antibiotik tertua di dunia ini sudah dikenal dari lama keampuhannya dalam menyembuhkan beragam penyakit kulit akibat infeksi bakteri, dan sangat ampuh dalam menyembuhkan selulitis.

2. Flucloxacillin

Obat antibiotik yang satu ini selain berguna dalam mengobati selulitis, juga sangat diandalkan dalam menyembuhkan bekas luka pada kulit yang tergores serta terbakar.

3. Erythromycin

Erythromycin merupakan antibiotik yang sangat bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang menginfeksi dan menimbulkan selulit serta beberapa infeksi kulit lainnya.

4. Cephalosporin

Antibiotik yang berasal dari jamur jenis Acremonium ini sering digunakan untuk mengobati infeksi yang terjadi pada kulit maupun beberapa organ lainnya seperti infeksi kelamin dan tenggorokan, yang berguna dalam memusnahkan dinding sel pada bakteri pengganggu.

Setelah sembuh dari penyakit selulitis, ada baiknya Anda melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti menjaga kebersihan kulit dan menjaga kelembabannya, memastikan luka pada kulit diobati dengan benar sehingga tidak terjangkit infeksi, dan lain sebagainya.

Baca juga artikel pengobatan penyakit kulit dan kelamin lainnya seperti 9 macam pengobatan urtikaria, bagaimana penanganan hipospadia, 8 cara mengeringkan luka bernanah, dan masih banyak lagi artikel lainnya yang bisa anda jadikan acuan.

Dengan mengetahui 4 obat selulitis berjenis antibiotik ini kami harapkan dapat menambah referensi serta pengetahuan anda sebelum melakukan konsultasi ke dokter terkait.

Sponsors Link
, , ,