Sponsors Link

Kesemutan di Area Kemaluan, Apa Sebabnya? Bagaimana Solusinya?

Sponsors Link

Kesemutan mungkin merupakan sensasi yang sering kita alami di kaki ataupun tangan, terutama ketika kita terlalu lama duduk, berdiri atau diam. Kesemutan adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke sarah bagian tubuh terhambat, bisa akibat bagian tubuh yang bersangkutan mengalami tekanan, misalnya duduk terlalu lama, bersila terlalu lama, dan lain sebagainya. Namun, tahukah Anda bahwa kesemutan juga bisa terjadi di area kemaluan, terutama kemaluan pria?

ads

Kesemutan di area kemaluan pria, biasanya pada penis dan skrotum, bisa terjadi akibat saraf di organ tersebut mengalami tekanan. Bagi pria yang mengalaminya mungkin merasa khawatir, bahkan menganggap kondisi ini bisa menyebabkan ejakulasi dini. Padahal, ejakulasi dini memiliki pengertian ketika seorang pria mengalami ejakulasi sebelum waktu yang diinginkan, misalnya sebelum penetrasi, sebelum menerima stimulasi yang cukup, dan lain-lain. Maka, Anda tidak perlu khawatir jika mengalami kesemutan di area kemaluan belum tentu hal tersebut merupakan indikasi gangguan di area reproduksi Anda.

Penyebab Kemaluan Pria Kesemutan

Lalu, sebenarnya apa penyebab kesemutan di area intim ini? Berikut ini akan dibahas aneka penyebab yang bisa menyebabkan kemaluan pria mengalami kesemutan. Simak terus, ya!

  1. Terlalu lama duduk

Jika Anda duduk terlalu lama dan mengalami kesemutan di area kemaluan Anda, maka hal ini merupakan kondisi yang wajar. Saat Anda duduk, saraf dan pembuluh darah akan tertekan di area intim Anda, dimana kondisi ini bisa mengganggu aliran darah ke area kemaluan Anda. Kondisi inilah yang menyebabkan penis dan skrotum Anda mengalami rasa kebas dan kesemutan.

Kondisi kesemutan di organ kemaluan pria ini cukup umum terjadi, terutama pada pengendara motor atau sepeda yang banyak menghabiskan waktu duduk di atas sadel sepedanya. Menurut penelitian di Jerman, 70% dari pengendara sepeda di sana pernah mengalami kondisi kesemutan ini.

  1. Memakai celana terlalu ketat

Hampir sama dengan poin sebelumnya, memakai celana terlalu ketat juga dapat mengganggu aliran darah dan saraf di sekita kemaluan Anda. Maka, memakai celana yang ketat juga bisa menyebabkan seorang pria mengalami kesemutan di organ vitalnya. Oleh karena itu, mulai sekarang sebaiknya hindari menggunakan celana yang terlalu ketat. Selain mencegah kesemutan, menghindari celana terlalu ketat bisa menjadi cara menghilangkan gatal pada kemaluan.

  1. Kurang hormon testosteron

Hormon testosteron pada pria memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan penis.Hormon testosteron yang cukup pada pria merupakan cara memperbanyak sperma secara alami. Maka, jika Anda mengalami ketidakseimbangan hormon testosteron atau hormon testosteron Anda kurang, Anda akan berpotensi mengalami gangguan sistem reproduksi.

Salah satu gangguan reproduksi yang bisa Anda alami akibat kurang hormon testosteron adalah resiko penis kesemutan. Hal ini dikarenakan hormon testosteron yang kurang dapat mengakibatkan aliran darah ke area perineum menjadi tidak lancar, yang kemudian akan membuatnya terasa kebas dan kesemutan. Mencukupi kebutuhan hormon testosteron juga bisa mencegah sakit pada telur kemaluan pria.

  1. Gangguan saraf organ kemaluan
Sponsors Link

Penis kesemutan mungkin merupakan hal yang normal jika terjadi sekali-sekali dan tidak dalam jangka waktu lama. Namun, jika Anda sering mengalami kondisi ini, Anda patut waspada akan adanya penyakit atau gangguan saraf tertentu. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan saraf organ kemaluan, misalnya diabetes, multiple sclerosis dan penyakit Peyronie. Bahkan, rasa kebas dan kesemutan juga bisa menjadi gejala penyakit sipilis yang juga mengganggu sistem saraf manusia.

Memang, kesemutan bukanlah merupakan penyakit yang berbahaya dan sering dianggap sepele oeh banyak orang. Anda bisa segera mengatasi kesemutan di penis dan skrotum Anda dengan segera berdiri agar area perineum bebas dari tekanan. Cobalah juga untuk mengganti sadel duduk sepeda atau motor Anda menjadi lebih lebar untuk memperkecil tekanan ke area perineum. Jangan ragu untuk menepi dan berdiri sejenak setelah terlalu lama bersepada atau mengendarai sepeda motor. Hal ini akan berguna untuk mencegah terjadinya kesemutan.

Penanganan Kemaluan Pria Kesemutan

Sponsors Link

Namun, Anda perlu khawatir jika kesemutan yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, terlebih jika Anda tidak sering mengendarai sepeda ataupun duduk terlalu lama. Bisa jadi, kesemutan yang Anda rasakan merupakan gejala dari penyakit lain yang terselubung. Apalagi, jika kesemutan yang Anda alami disertai dengan gejala lainnya, seperti sakit kepala, muntah-muntah, rasa nyeri dalam waktu lama, hingga gangguan-gangguan lainnya.

Sebagai informasi, penyakit seperti hernia, pembengkakan kelenjar limfe, dan aneka penyakit lainnya juga memiliki gejala seperti kesemutan dan rasa kebas di tubuh. Kesemutan juga bisa menjadi tanda-tanda terkena penyakit kelamin yang sering disepelekan. Maka, untuk mengetahui hal ini, sangat perlu untuk Anda segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, dan beberapa langkah lainnya sebagai berikut:

  • Dokter akan memeriksa fisik Anda dan mungkin melakukan beberapa tes kesehatan. Selain itu, dokter juga akan melakukan wawancara medis serta menanyakan riwayat kesehatan Anda.
  • Hal ini dikarenakan keluhan penyakit yang disertai dengan kesemutan memiliki banyak jenis. Maka, pemeriksaan dokter ini sangat penting untuk bisa mengetahui perawatan dan pengobatan yang paling tepat.
  • Penanganan yang terlambat untuk gejala kesemutan, jika memang disebabkan oleh penyakit-penyakit lainnya, bisa saja berakhir berbahaya.
  • Bahkan, kesemutan juga bisa menjadi semakin luas karena menjalar ke area tubuh lainnya. Hal ini tentu tidak ingin Anda alami, bukan?

Oleh karena itu, kesemutan memang merupakan kondisi tidak berbahaya, namun menyimpan bahaya tersendiri jika terlalu diabaikan. Tetap jaga kondisi Anda dengan selalu aware terhadap perubahan atau kondisi tubuh Anda sendiri.

Sponsors Link
, , ,