Sponsors Link

Keputihan Setelah Ovulasi : Penyebab, Bahaya dan Penanganannya

Sponsors Link

Keluarnya lendir dari organ intim kewanitaan, membuat para wanita menjadi khawatir. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena keluarnya lendiri maupun keputihan merupakan kondisi normal yang terjadi pada wanita. Bahkan keputihan yang terjadi setelah masa ovulasi dapat kita perhatikan jenisnya karena dapat menunjukkan tanda kehamilan.

ads

Ketika memasuki masa subur yaitu Ovulasi, tubuh wanita melepaskan sel telur dari indungnya. Ketika sel telur tersebut berjumpa dengan sel sperma maka dapat terjadi pembuahan dan tertanam di rahim, sehingga terjadilah kehamilan. Jika anda sedang merencanakan kehamilan maupun menunda kehamilan, Anda dapat menjadwalkan hubungan intim berdasarkan petunjuk ovulasi yang dapat dilihat secara fisik melalui tahap keputihan. Darisini pula anda akan dapat mencirikan perbedaan keputihan saat menstruasi dan datang bulan.

Penyebab Keputihan Setelah Ovulasi

  • Masa Subur

Pada hari ovulasi yaitu kisaran hari 13 – 14 siklus menstruasi, lendir atau keputihan yang keluar dari organ intim kewanitaan dapat dicirikan yaitu berwarna bening, licin, basah serta melar dan dapat ditarik hingga dua jari. Kondisi ini cocok bagi Anda yang sedang melakukan program hamil, karena di saat seperti ini sperma dapat berenang dengan baik menuju sel telur.

  • Perubahan Hormon

Ketika masa ovulasi telah terlewati yaitu kisaran hari 15 – 28 siklus menstruasi, keputihan yang terjadi bertekstur kental dan lebih berwarna. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat progesteron pada tubuh Anda. Masa ini merupakan saat yang tidak ideal bila Anda sedang merancanakan program hamil, karena sperma sulit berenang dalam kondisi tersebut.

  • Patologis

Bila masa ovulasi telah usai namun keputihan yang Anda alami tidak kunjung berhenti, maka Anda perlu mewaspadai akibat sering keputihan tersebut. Apalagi jika keputihan yang terjadi mulai berubah warna, tercium bau tidak sedap serta muncul rasa tidak nyaman seperti gatal – gatal dan perih pada organ kewanitaan Anda.

Hal ini bisa terjadi karena faktor patologis, dimana terdapat perbedaan antara keputihan normal dan keputihan abnormal.

Bahaya Keputihan Setelah Ovulasi

Jika keputihan yang terjadi masih tergolong keputihan normal, maka hal ini tidak perlu terlalu cemas dikhawatirkan karena akan hilang sendiri. Apalagi jika ternyata lendir yang keluar tersebut menandakan masa subur, maka perlu Anda manfaatkan momen emas tersebut dengan baik.

Namun apabila keputihan yang Anda alami tergolong keputihan tidak normal, seperti keputihan hijau, keputihan berwarna kuning dan kental bahkan hingga keputihan warna hitam, maka Anda perlu mewaspadai bahaya keputihan sebagai berikut:

  • Terjadi Infeksi di selangkangan dan organ intim

Keputihan menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat, hingga ke selangkangan. Sebaiknya tidak Anda garuk, karena akan membuat selangkangan serta organ intim Anda terinfeksi. Apalagi bila kuku Anda kotor yang akan menambah datangnya bakteri.

  • Hubungan suami istri terganggu

Keputihan dapat menimbulkan rasa nyeri pada organ intim wanita, dan bisa semakin bertambah ketika melakukan hubungan suami istri. Hal ini karena infeksi pada miss V tersentuh dengan gerakan organ intim pria sehingga sakitnya dapat bertambah, sehingga tentunya dapat mengganggu keharmonisan hubungan suami dan istri. Bau yang menyengat dari organ intim kewanitaan pun tentunya dapat mengganggu pasangan Anda.

Sponsors Link

  • Terserang Bakteri

Keputihan abnormal terjadi diakibatkan serangan banyak sekali bakteri yang menyerang organ intim kewanitaan. Bakteri tersebut yaitu bakteri vaginosis yang dapat menyebabkan bau tidak sedap dari organ intim Anda.

  • Nyeri Panggul

Keputihan yang telah parah dapat mengakibatkan rasa nyeri pada panggul. Hal ini tentu saja sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu berbagai aktivitas Anda.

  • Kemandulan

Jika keputihan tidak normal tidak ditangani dengan baik, maka dapat menjalar ke ronga rahim. Darisana keputihan abnormal dapat memasuki saluran indung telur serta rongga panggul. Hal ini dapat mengakibatkan kemandulan. Apabila tuba falopi turut rusak bahkan dapat mengakibatkan kehamilan di luar kandungan.

  • Infeksi Menular Seksual

Keputihan dapat menimbulkan infeksi menular seksual, yang diakibatkan oleh parasit protozoa. Parasit ini merupakan faktor penyebab bau tidak sedap pada keputihan. Adanya kemungkinan infeksi menular seksual pun dapat menjadikan pasangan enggan berhubungan dengan Anda.

Sponsors Link

  • Kanker Rahim

Keputihan yang tidak ditangani dengan baik, hingga mencapai tahap kronis, serta ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat dapat mengakibatkan kanker rahim. Jika sudah kronis, maka penyembuhan keputihan akan lebih susah.

Penanganan Keputihan Setelah Ovulasi

Penanganan ini dapat dilakukan pula sebagai pencegahan keputihan supaya tidak berlarut – larut. Dalam mencegah maupun menanggulangi keputihan sendiri tidak harus menunggu datangnya keputihan, dan idealnya dilakukan secara rutin. Hal yang bisa dilakukan untuk penanganan keputihan yaitu sebagai berikut :

  • Hindari makanan penyebab keputihan
  • Perbanyak konsumsi air putih, minimal 1.5 liter hingga 2 liter per hari
  • Konsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita keputihan
  • Jaga kebersihan organ intim kewanitaan dengan perawatan yang benar
  • Seringlah mengganti pakaian dalam, apalagi jika sudah basah
  • Rajin mengganti pembalut maupun pantyliner yang sedang digunakan
  • Menggunakan cara mengobati keputihan abnormal secara alami untuk keputihan maupun obat yang dianjurkan dokter
  • Hindari sex bebas dan berganti – ganti pasangan
  • Hindari alkohol dan rokok

Demikian pembahasan mengenai keputihan setelah ovulasi beserta penyebab, bahaya dan penanganannya. Apabila keputihan yang Anda alami tidak kunjung berhenti bahkan terasa semakin tidak nyaman, maka sebaiknya segeralah ke dokter untuk perawatan lebih lanjut dan lebih tepat. Termasuk apabila Anda sedang hamil, merencanakan program hamil, maupun menyusui, perlu obat khusus untuk keputihan yang tidak akan membahayakan janin Anda.

Sponsors Link
, , , , ,