Sponsors Link

Keputihan Setelah Olahraga: Penyebab, Bahaya dan Penanganannya

Sponsors Link

Seiring dengan meningkatnya trend gaya hidup sehat di masyarakat, meningkat pula kebutuhan akan berolahraga baik bagi pria maupun wanita. Para wanita yang mendambakan tubuh sehat dan indah pun mulai rajin berolahraga, dari yoga, zumba hingga olahraga lari. Tak dipungkiri memang dengan berolahraga, vitalitas tubuh menjadi meningkat. Semakin mengasyikkan ketika olahraga dilakukan secara beramai – ramai seperti zumba, serta olahraga lari yang kini semakin mengasyikkan dengan adanya event seperti colour run.

ads

Namun, selepas berolahraga terutama olahraga berat yang mengeluarkan banyak energi, para wanita dibuat kaget akan adanya cairan yang keluar dari organ intim kewanitaannya. Cairan tersebut disebut sebagai keputihan, yang sebenarnya merupakan reaksi normal yang terjadi selepas berolahraga.

Penyebab Keputihan Setelah Olahraga

Ada beberapa penyebab keputihan setelah olahraga, mulai dari aktivitasnya yang berat, serta adanya jamur yang tumbuh akibat lembabnya pakaian dalam yang terkena keringat. Penyebab lebih lanjutnya ialah sebagai berikut :

  • Olahraga yang dijalani merupakan olahraga high impact, contohnya lari.
  • Tekanan intra abdomen meningkat ketika olahraga.
  • Ketika olahraga, tubuh bereaksi seolah botol saus yang dihentakkan supaya saus keluar. Sehingga keputihan yang timbul menjadi lebih banyak setelah olahraga.
  • Ketika berolahraga, tubuh banyak mengeluarkan keringat yang turut membasahi pakaian dalam, sehingga lembab. Hal ini merupakan tempat yang menyenangkan bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Infeksi jamur inilah yang menyebabkan keputihan.
  • Aktivitas berat pada olahraga, memicu peningkatan hormon stress (cortisol) pada tubuh. Hormon ini membuat sel kelenjar pada organ reproduksi wanita turut meningkat, salah satunya kelenjar pada leher rahim. Hal ini yang menjadikan produksi keputihan meningkat.

Bahaya Keputihan Setelah Olahraga

Keputihan setelah olahraga merupakan hal yang normal terjadi. Namun jika keesokan harinya hingga berhari – hari Anda masih mengalami keputihan, maka penyebab keputihan bisa jadi karena faktor lainnya. Apalagi jika keputihan yang Anda alami menguarkan bau tak sedap serta berwarna. Disini Anda perlu membedakan keputihan normal dan tidak normal.

  • Ciri – Ciri Keputihan Normal

Jika keputihan yang Anda alami tidak berwarna, tidak berbau, tidak lengket maupun menggumpal serta jumlah yang dikeluarkan tidak banyak, maka keputihan yang Anda alami dapat dikategorikan sebagai keputihan yang normal. Namun, tentu saja kebersihan organ intim kewanitaan Anda tetap perlu Anda rawat.

  • Ciri – Ciri Keputihan Abnormal

Pada keputihan tidak normal, terdapat pula ciri-ciri keputihan yang berbahaya. Pada keputihan yang tidak normal, tercium bau yang tidak sedap, gatal dan terasa lengket hingga menggumpal. Warnanya pun sudah tidak putih lagi melainkan keputihan kuning, keputihan berwarna kehijauan, hingga keputihan warna hitam.

Jika keputihan yang Anda alami merupakan keputihan normal, maka tidak perlu Anda khawatirkan walau tentu saja kebersihan intim organ kewanitaan perlu Anda jaga denan baik. Namun bila keputihan yang Anda alami merupakan keputihan tidak normal, maka Anda perlu mewaspadai akibat sering keputihan tidak normal tersebut.

Bahaya Keputihan Abnormal yaitu:

Penanganan Keputihan Setelah Olahraga

Sebelum dan setelah berolahraga, Anda dapat melakukan pencegahan keputihan sebagaimana di bawah ini:

Sponsors Link

  • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat, contohnya berbahan katun
  • Pilih pula pakaian dalam yang longgar
  • Gunakan pantyliner tipis ketika berolahraga, dan seringlah ganti pantyliner tersebut
  • Perbanyak minum air putih
  • Istirahat cukup dan teratur
  • Segera mandi dan membersihkan organ intim kewanitaan Anda selesai olahraga, serta berganti pakaian bersih

Jika keputihan terus berlangsung bahkan dapat digolongkan tidak normal, Anda dapat melakukan penanganan keputihan yaitu sebagai berikut :

  • Jaga kebersihan tubuh, terutama organ intim kewanitaan, termasuk pula kebersihan pasangan Anda.
  • Hindari penggunaan sabun pembersih organ intim, karena kandungan sabun tersebut dapat merusak Ph normal pada organ intim kewanitaan
  • Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah – buah
  • Konsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita keputihan
  • Melakukan perawatan organ intim kewanitaan dengan cara alami
  • Kelola stress dan jaga emosi positif

Demikian informasi mengenai keputihan setelah olahraga beserta penyebab, bahaya dan penanganannya. Jika keluhan keputihan Anda masih berlanjut, sebaiknya konsultasikan kepada Dokter untuk terapi yang lebih tepat. Hal ini supaya penyebab keputihan abnormal yang Anda alami dapat diketahui secara lebih tepat, sehingga pengobatannya dapat tepat sasaran.

Sponsors Link
, , , ,