Sponsors Link

Keputihan Setelah Menopause: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Menopause merupakan kondisi alamiah yang akan dialami oleh para wanita, umumnya ketika sudah berusia di atas 45 tahun. Menopause sebagai proses biologis ditandai oleh haid yang telah berhenti selama lebih dari 12 bulan. Kondisi ini mengakibatkan wanita tidak lagi dapat memproduksi sel telur, serta kesuburan telah berhenti sehingga wanita menopause tidak akan dapat kembali mengandung atau hamil.

ads

Bagi wanita yang telah menopause akan mengalami berbagai gejala seperti pendarahan dari organ intim kewanitaan yang berbeda dengan haid. Gejala lainnya yaitu timbul rasa panas di malam hari, vagina menjadi kurang elastis serta kering, sakit ketika melakukan hubungan suami istri, serta terjadi perubahan fisik seperti penumpukan lemak, jerawat, kerutan dan perubahan tekstur kulit.

Wanita menopause sangat mungkin pula mengalami keputihan. Keputihan merupakan cairan lendir yang keluar dari organ intim kewanitaan sebagai mekanisme pembersihan dinding rahim selama alami. Yang perlu diwaspadai ialah keputihan normal dan keputihan tidak normal yang bisa terjadi pada wanita menopause.

Gejala Keputihan Setelah Menopause

Ketika menopause, akan mengalami gejala sebagai berikut :

  • Terjadi vaginitis atrofik yang merupakan peradangan pada vagina. Peradangan tersebut terjadi akibat dengenerasi atau menipisnya jaringan pada vagina ketika wanita mengalami menopause.
  • Dinding organ intim kewanitaan menjadi lebih tipis, kering dan kurang elastis. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi ekstrogen, yang menyebabkan vaginitis atrofik di atas.
  • Timbulnya pendarahan dari organ intim kewanitaan yang berbeda dengan haid

Gejala di atas merupakan gejala yang normal jika keputihan yang dialami berbentuk cair, tidak kental, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa nyaman. Namun, bila Anda mengalami gejala keputihan di bawah ini, maka dapat dikatakan keputihan tersebut tidak normal dan perlu penanganan lebih lanjut.

  • Jumlah cairan keputihan yang dikeluarkan lebih banyak
  • Keputihan mengeluarkan bau yang tajam
  • Cairan berbentuk kental, dan berwarna
  • Area organ intim kewanitaan terasa sangat gatal, bahkan terasa perih

Penyebab Keputihan Setelah Menopause

Terdapat dua poin utama penyebab keputihan setelah menopause, yaitu:

  • Pengaruh Hormonal

Penyebab keputihan setelah menopause terutama yaitu pengaruh hormonal. Ketika menopause, kadar estrogen pada wanita terjadi penurunan. Hal ini menjadikan organ intim wanita menopause menjadi lebih tipis, kurang elastis serta kering. Tingkat pH organ intim kewanitaan pun terganggu karena pelumas organ intim kewanitaan berkurang. Sehingga wanita dapat mengalami keputihan.

  • Infeksi Bakteri serta Jamur

Apabila ternyata keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal. Maka penyebabnya ialah infeksi jamur dan bakteri. Keputihan akan berubah warna dan bisa berbeda warnanya, yaitu keputihan berwarna kuning dan kental, keputihan kehijauan, hingga keputihan warna hitam. Organ intim kewanitaan pun akan terasa gatal dan perih, serta tercium bau yang tidak sedap.

Selain infeksi jamur dan bakteri, penyebab keputihan abnormal seperti ini juga dapat dipengaruhi faktor lainnya yaitu:

Sponsors Link

  1. Efek samping dari obat-obatan
  2. Pemakaian sabun pembersih untuk area kewanitaan
  3. Alat kontrasepsi
  4. Kanker
  5. Kebersihan yang kurang
  6. Infeksi menular seksual
  7. Pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat
  8. Stress

Pengobatan Keputihan Setelah Menopause

Penanganan keputihan setelah menopause selain dilakukan menggunakan obat – obatan, juga perlu dilakukan pencegahan secara rutin. Pengobatan keputihan setelah menopause yaitu sebagai berikut :

  1. Mengkonsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita keputihan, seperti sayuran hijau, buah-buah dan makanan dari bahan alami.
  2. Mengkonsumsi makanan yang baik untuk pengganti ekstrogen yang hilang, seperti kedelai dan biji rami.
  3. Hindari makanan penyebab keputihan, seperti ketimun, tape singkong, minuman bersoda serta telur.
  4. Penuhi kebutuhan air minum setiap harinya minimal 1.5 liter – 2 liter.
  5. Mengkonsumsi makanan yang dapat menyeimbangkan hormon.
  6. Menjaga pola hidup dan pola makan yang lebih sehat.
  7. Menjaga kebersihan organ intim wanita.
  8. Melakukan cara mengobati keputihan abnormal secara alami untuk mengobati keputihan.
  9. Lakukan perawatan alami organ intim kewanitaan secara rutin. Terdapat beragam perawatan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah, seperti menggunakan lidah buaya, kunyit, cuka apel dan lainnya.
    Sponsors Link

  10. Hindari pakaian yang terlalu ketat, dan pilih pakaian terutama pakaian dalam yang berbahan nyaman serta menyerap keringat. Contohnya yaitu pakaian berbahan katun.
  11. Lakukan pembersihan organ intim kewanitaan secara benar, yaitu dibilas dari depan ke belakang menggunakan air dingin, karena air hangat akan menyebabkan semakin bertumbuhnya bakteri.
  12. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan ketika membersihkan organ intim, karena kandungan pada sabun tersebut dapat merusak tingkat pH normal organ kewanitaan Anda.
  13. Hindari stress, karena stress juga bisa mengakibatkan keputihan.
  14. Lakukan langkah – langkah pencegahan dan pengelolaan stress.
  15. Rutin melakukan olahraga, dan seselesai olahraga segera membersihkan tubuh dan berganti pakaian terutama pakaian dalam. Hal ini supaya tubuh bebas dan bersih dari keringat yang menimbulkan basah serta lembab yang akan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri serta jamur.

Penanganan yang tertera di atas sebaiknya rutin Anda lakukan. Perhatikan pula keputihan yang Anda alami apakah masih terus berlanjut bahkan hingga terasa semakin tidak nyaman. Jika keputihan setelah menopause yang dialami berubah warna seperti keputihan warna kuning, keputihan kehijauan bahkan hingga keputihan warna hitam, serta berbau tajam, sebaiknya segera konsultasi kepada dokter.

Anda dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui berdiskusi langsung dengan dokter supaya diketahui penyebab keputihan setelah menopause yang lebih akurat dan akan ditangani dan dilakukan terapi secara tepat. Karena bahaya keputihan abnormal tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi di usia yang semakin bertambah, daya tahan tubuh dapat menurun dan sel – sel tubuh tidak sesegar dahulu lagi.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Keputihan