Sponsors Link

Keputihan Setelah Buang Air Kecil: Penyebab, Bahaya dan Pengobatannya

Sponsors Link

Keputihan yang biasa dialami wanita merupakan keluarnya cairan berwarna putih dari vagina. Terjadinya keputihan ini merupakan suatu hal yang wajar sebagai pelindung vagina dari iritasi maupun infeksi. Dianggap sebagai penyakit, keputihan dapat diobati dengan kunyit sebagai cara alami seperti menyampurkan kunyit dengan madu, asam jawa, susu, atau bawang putih. Normalnya, keputihan terjadi ketika menjelang masa subur. Ciri keputihan normal dengan tidak normal dapat dibedakan dengan mudah, seperti tidak berbau, kadar tidak berlebihan, serta tidak mengganggu aktivitas. Nah, dalam beberapa kasus ditemukan keputihan setelah buang air kecil. Apakah hal ini normal?

ads

Penyebab

Terjadinya keputihan yang tidak normal atau sebagai penyakit disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi jamur, bakteri, atau parasit. Sedangkan keputihan secara normal terjadi karena stress, siklus menstruasi, perubahan hormonal, penggunaan kontrasepsi, dan kehamilan. Adapun kasus yang sering terjadi pada keputihan setalah buang air kecil ini memiliki gejala seperti rasa ingin buang air kecil yang terus terjadi, alat kelamin nyeri ketika buang air, dan menjadi warna kencing berubah menjadi kemerahan atau mengeruh. Nah, penyakit kelamin yang terjadi pada gejala seperti ini disebut dengan infeksi saluran kemih bagian bawah.

Infeksi saluran kemih yang terjadi dalam kasus ini disebabkan oleh keputihan. Hal ini terjadi ketika bakteri dari cairan keputihan mampu memasuki uretra sehingga menyebar menuju kandung kemih. Karena telah menyebar di tempat ini, cairan keputihan lalu masuk ke ginjal dan keluar setelah buang air kecil. Para wanita yang lebih sering menderita penyakit ini dilatarbelakangi oleh ukuran uretra (2.5-4 cm) yang jauh lebih pendek daripada kaum milik pria (20 cm) serta posisi organ kencing yang sangat dekat dengan vagina maupun anus. Infeksi saluran kemih yang terjadi berasal dari kebiasaan yang membuat kuman dari anus dan vagina menyebar, seperti memakai pembalut terlalu lama, posisi membersihkan kemaluan yang salah, dan lain-lain. (Baca juga: Perbedaan infeksi saluran kemih dan sifilis)

Bahaya

Meskipun penyakit infeksi saluran kemih karena keputihan tidak sering dijumpai, namun Anda tetap harus mengobatinya dengan benar supaya tidak terjadi komplikasi yang lebih serius. Sebagai penyebab infeksi, bahaya keputihan abnormal adalah mampu memicu penyakit lain yang berkaitan dengan keputihan. Beberapa potensi penyakit yang lebih parah jika infeksi saluran kemih bagian bawah tidak diobati antara lain:

  1. Gangguan pada ginjal, merupakan keadaan ketika aktivitas bakteri terus-menerus meningkat menuju ginjal sehingga kinerjanya berkurang.
  2. Sepsis, merupakan kondisi dimana infeksi bakteri sedang bereaksi dengan tubuh, misalnya ketika bakteri telah memasuki aliran darah dan mampu menyebabkan kematian.
  3. Risiko kelahiran bayi prematur jika infeksi tidak diobati dengan baik
  4. Iritasi kandungan kemih, merupakan terjadinya iritasi jika bakteri penyebab infeksi sudah menimbulkan gejala yang lebih parah seperti munculnya sensasi terbakar, demam tinggi, dan hematuria.
  5. Infeksi saluran kemih kronis, dimana infeksi berulang terjadi sehingga lama kelamaan dinding saluran kemih menipis dan diikuti dengan menipisnya bulu-bulu vili. Ketika bulu-bulu vili menjadi gundul, dinding saluran kemih akan lebih mudah lagi diserang oleh bakteri atau virus lain yang awalnya ditandai dengan peradangan.

Pengobatan

Infeksi saluran kemih memiliki banyak jenis pengobatan baik secara alami maupun tidak alami. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan ialah sebagai berikut:

  1. Meminum air putih, karena mampu membasmi bakteri melalui pengeluaran urin yang banyak. Namun secara bersamaan Anda juga harus mengurangi minuman beralkohol dan mengandung kofein seperti kopi, soda, dan teh.
  2. Tidak menahan buang air kecil, dimana tindakan ini akan mengurangi perkembangan bakteri di dalam kandung kemih. Tidak hanya ketika merasa ingin buang air saja, Anda juga sebaiknya menyegerakan buang air kecil setelah berhubungan intim untuk mengurangi kemungkinan masuknya bakteri ke dalam saluran kencing.
    Sponsors Link

  3. Melakukan kompres panas, untuk mengatasi rasa sakit pada area kandung kemih. Cukup 15 menit saja, Anda dapat melakukan kompres menggunakan bantalan kompres panas yang dibalut dengan kain bersih.
  4. Mengonsumsi vitamin C yang tidak mengandung jeruk, seperti tomat diyakini mampu mengurangi bakteri infeksi karena membuat urin menjadi lebih asam.
  5. Mengonsumsi antibiotik, namun harus sesuai dengan petunjuk dokter karena kerja antibiotik berbeda antara satu dengan yang lain. Biasanya, dokter juga akan memberikan resep obat pereda rasa nyeri.
  6. Melakukan terapi hormon estrogen, ditujukan untuk wanita berusia lanjut untuk menangani gejala infeksi saluran kemih melalui tablet, krim, maupun cincin fleksibel.
  7. Mengonsumsi makanan mengandung probiotik, yaitu mikroorganisme dalam suplemen dan makanan tertentu, misalnya yogurt untuk menaikkan tingkat keseimbangan bakteri di dalam usus. (Baca juga: makanan yang dianjurkan untuk penderita keputihan)
  8. Mengonsumsi obat-obatan herbal, seperti jus cranberry dan ramuan kumis kucing. Setiap obat herbal memiliki risiko efek samping lebih rendah namun tepat sasaran pada bagian yang akan disembuhkan, misalnya buah cranberry dipercaya dapat menghambat bakteri yang menempel di saluran kemih.

Setelah Anda mengetahui sifat dan penyebab keputihan setelah buang air kecil seperti di atas, Anda yang mengalaminya dapat menerapkan cara-cara yang mampu mengobati penyakit kelamin tersebut. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti melakukan cara menjaga kebersihan vagina yang baik, rajin mengonsumsi makanan yang sehat, dan rajin berolahraga. Hal ini akan menjadi langkah positif untuk menjauhkan diri dari penyakit infeksi saluran kemih.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Keputihan