Sponsors Link

140 Jenis-Jenis Penyakit Kulit Menular dan Penyebabnya

Sponsors Link

Jenis-jenis penyakit kulit makin banyak bermunculan saat ini. Penyakit kulit tidak hanya muncul dikarenakan penderitanya kurang bisa menjaga kebersihan tubuh tetapi bisa menjangkit orang yang telah menjaga kebersihannya. Karena anggapan tersebut, banyak penderita yang malah merasa malu sampai kehilangan kepercayaan dirinya.

ads

Dan lebih parahnya malah menyembuyikan penyakitnya tanpa memikirkan bagaimana cara menyembuhkannya. Penderita yang seharusnya segera mengobati dengan membawa ke dokter kulit akan merasa malu. Terjangkitnya penyakit kulit bukan hanya menjadi menjadi penyakit badan, malahan menambah beban psikologis penderitanya.

Karena makin banyaknya anggapan negatif dikarenakan minimnya informasi tentang penyakit kulit maka dari itu mari kita mulai lebih memahami jenis-jenis penyakit kulit. Di bawah ini adalah beberapa penyakit kulit umum yang sering muncul.

  1. Herpes

Penyakit kulit jenis ini sering menjangkit orang dewasa. Tanda munculnya penyakit ini adalah adanya ruam tidak rata dan berukuran kecil yang akhirnya melepuh. Dampak yang dirasa penderita adalah rasa perih dan gatal serta membuat kulit menjadi lebih sensitif. Biasanya daerah yang sering terkena adalah daerah tubuh yang lembab seperti lipatan paha, bokong atau bagian tubuh lainnya.

  1. Urtikaria

Umumnya urtikaria dikenal dengan istilah biduran. Ciri-cirinya ditandai dengan munculnya rasa gata-gatal, bilur-bilur kecil atau ruam yang berada dipermukaan kulit. Kemunculan ruam biasanya bisa terjadi di salah satu bagian tubuh atau bisa juga tersebar area tubuh yang lebih luas.

  1. Kudis

Kudis adalah Penyakit kulit yang menular. Penyakit ini memiliki gejala gatal dan rasa gatal itu lebih parah pada malah hari. Sering muncul ditempat lembab di tubuh seperti tangan, ketiak, pantat, kunci paha, sela-sela jari tangan atau kaki.

  1. Kurap

Kurap adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Fungsi. Gejala kurap mulai dapat dikenali saat terdapat bayam kecil yang kasar di kulit dan dikeliling lingkaran merah muda. Biasanya muncul di tekuk leher dan kepala.

  1. Panu

Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Panu ditandai oleh bercak yang berada dikulit disertai rasa gatal saat berkeringat. Bercak bercak ini bisa berwarna putih, merah atau coklat tergantung warna kulit si penderita. Panu  paling banyak dijumpai pada anak usia belasan meskipun begitu panu bisa juga ditemukan di usia tua.

  1. Bisul

Bisul sering disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococus aureus. Ciri khasnya adalah muncul benjolan besar, kulit memerah dan berisi nanah. Sering muncul di daerah tubuh seperti pantat, ketiak, lipatan paha, leher dan kepala.

  1. Jerawat

Jerawat adalah gangguan kulit yang sangat sering diderita oleh hampir semua orang. Penyebabnya tak lain karena bakteri yang berkembang di pori-pori wajah atau kulit lainnya. Cirinya kulit akan memerah lalu muncul bintik kecil ataupun bisa menjadi besar tergantung jenis jerawatnya.

  1. Campak

Penyakit kulit ini disebabkan oleh virus yang seringnya menyerang anak-anak. Campak merupakan penyakit menular akut. Gejala awalnya adalah demam, pilek dan bersin-bersin. Efek lain dari campak juga menurunkan nafsu makan dan daya tahan tubuh yang merosot tajam. Pada kulit penderitanya akan muncul ruam merah gatal yang menyebar di beberapa bagian tubuh.

  1. Sariawan

Banyak yang tidak tahu bahwa sariawan adalah salah satu penyakit kulit juga. Jamur candida albicans adalah penyebab sariawan muncul. Bagian mulut adalah bagian tubuh yang sering menjadi tempat munculnya sariawan. Rasa perih yang muncul membuat si penderita kesulitan makan atau sekedar berbicara.

  1. Kutil

Ciri penyakit kutil adalah munculnya gumpalan kecil bertekstur kasar di permukaan kulit.  Umumnya kutil menyerang kulit tangan dan permukaan bawah kaki. Besar kutil berkisar dari 0,1 hingga 1 cm untuk diameternya sendiri.

  1. Kapalan

Kapalan atau istilah ilmiahnya callus adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang berlebihan. Umumnya kapalan muncul pada kaki, tumit, tangan atau jari yang menyebabkan rasa nyeri serta tak nyaman saat beraktivitas. Kulit yang terkena kapalan akan berwarna kekuningan.

  1. Ketombe

Penyakit ini berkaitan dengan aktivitas kelenjar sebasea di kulit kepala. Umumnya gejalanya yang muncul di kulit kepala adalah kulit menjadi bersisik, berminyak, merah dan mengeluarkan bau tidak sedap. Akibatnya kulit kepala menjadi tak sehat, penderita akan mengalami kerontokan bahkan sampai kebotakan.

  1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak diakibatkan karena kontak dengan bahan kimia atau bahan iritasi lainnya. Zat kimia ini mampu memicu reaksi pada kulit menjadi gatal, merah dan meradang. Penderita dermatitis kontak memerlukan perawatan khusus dengan krim topikal serta menghindari iritasi pada kulit yang terkena.

  1. Cacar Air

Virus adalah penyebab munculnya cacar air. Penderita akan menderita demam yang kemudian akan muncul bintik – bintik merah yang berisi air dan cepat menyebar. Sangat disarankan bila terkena cacar air penderita jangan sampai menggaruknya, karena akan meninggalkan bekas pada saat sembuh.

  1. Diaper Rash
Sponsors Link

Bayi yang masih menggunakan popok menjadi penderita utama Diaper rash. Iritasi yang terjadi karena gesekan kulit dangan popok bayi adalah penyebab kulit bayi menjadi merah dan terasa panas. Jenis penyakit kulit diatas jika dirawat dengan baik melalui bantuan dokter, tidak akan berpengaruh besar bagi kesehatan. Namun, diajurkan untuk tetap melakukan perawatan yang lebih serius jika makin menunjukan adanya masalah bagi sependerita. Karena semakin dini penanganan maka akan lebih baik bagi penderita. Sekaligus mampu mencegah penularan kepada orang terdekat kita.

Adapun jenis penyakit kulit yang lain dengan tingkat resiko lebih tinggi bagi kesehatan si penderita jika tidak dilakukan perawatan dari awal terkena penyakit kulit sebagai berikut.

  1. Psoriasis

Kemunculan bercak merah yang bersisik bisa menandakan bahwa orang tersebut menderita psoriasis. Biasanya bercak merah ini muncul di daerah siku, lutut dan pungung bawah. Penyakit kulit ini berefek rasa gatal dan sakit di daerah kulit yang terkena.

  1. Eksim

Orang dewasa juga sering terkena penyakit satu ini. Eksim adalah gangguan kulit dengan adanya bercak-bercak meradang yang menimbulkan rasa gatal. Kata lain dari eksim adalah dermatitis atopik. Bagian tubuh yang sering terjangkit adalah sisi dalam dari siku atau daerah belakang lutut.

  1. Rosacea

Gangguan penyakit kulit ini sering muncul dengan peradangan kronis di area wajah. Rosacea terlihat mirip seperti jerawat biasa terjangkit pada kalangan remaja namun diderita oleh orang yang lebih dewasa. Beberapa ciri orang dewasa yang terjangkit adalah kulit kemerahan, pembuluh darah melebar, muncul benjolan kecil (papula) dan bintik-bintik kecil berisi nanah.

  1. Impetigo

Penyakit kulit yang sering menyerang pada anak ataupun bayi yang baru lahir ini disebabkan dua bakteri staphylococcus pyogenes atau staphylococcus aureus. Impetigo termasuk dalam penyakit menular. Bagian tubuh yang sering terkena adalah leher, wajah dan tangan.

  1. Melanoma

Penyakit Melanoma termasuk jenis kanker kulit. Penyakit ini merupakan penyakit kulit berbahaya, karena penderitanya dapat berujung pada kematian apabila tidak segera dilakukan penanganan khusus. Melanoma menyebabkan perubahan pada tahi lalat yang membesar dan warna tahi lalat akan berubah serta muculnya peradangan disekitar tahi lalat.

  1. Lepra

Gejala kulit lepra ditandai munculnya kerutan pada kulit. Bakteri mycobacterium leprae saat penyakit makin akut dapat memakan daging ataupun kulit si penderita.

  1. Keloid

Keloid sering muncul disekitaran luka untuk memperbaiki permukaan kulit yang terluka. Namun keloid bisa menjadi masalah saat perkembangannya tidak terkendali yang berakibat timbulnya daging menonjol pada luka tersebut. Jika parah bisa lebih besar daripada lukanya sendiri.

  1. Seborrheic Keratosis

Penyakit kulit ini bukan termasuk penyakit yang berbahaya. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan dipermukaan kulit dapat membuat penderitanya malu atau tidak percaya diri. Ciri – ciri seborrheic keratosis sering dianggap mirip dengan melanoma. Bagian tubuh yang sering terjangkit adalah perut, dada dan bahu. Pada kulit penderita akan bengkak dan terasa kasar serta tebal. Bentuk bengkaknya biasanya oval dan berwarna coklat, putih atau kuning. Penyebab lain orang terkena penyakit ini bisa karena faktor genetic, seringnya terpapar UV dan faktor usia juga bisa mempengaruhi.

  1. Lupus

Penyakit lupus adalah penyakit kulit dikarenakan sistem kekebalan tubuh terganggu. Karena menurunnya sistem kekebalan tubuh maka virus dapat masuk melalui kulit. Jika tidak ditangani dengan serius lupus dapat berdampat lanjut seperti ginjal bahkan sistem syaraf.

  1. Hemangioma
ads

Mirip dengan kanker kulit yang berdampak munculnya daging pada kulit Hemangioma juga memilik ciri yang hampir sama. Bedanya, penyakit ini disebabkan organ daam yaitu hati. Umumnya penderita hemangioma kemungkinan terkena dari lahir.

  1. Cutaneous Candidasis

Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri ini jenis penyakit yang tidak menggangu kesehatan, kecuali bila terdapat jamur candida. Kesehatan penderita akan terganggu.

  1. Necrotizin Fascitis

Bakteri Streptococcus adalah penyebab penyakit kulit ini berdampak ke manusia. Saat kulit terinfeksi bakteri ini mampu menghancurkan jaringan kulit, otot serta jaringan penghubung dalam tubuh. Penyebarannya yang cepat mampu menginfeksi bila kulit terdapat luka kecil sekalipun.

  1. Vitiligo

Penyakit kulit yang disebabkan penderita kehilangan pigmen kulit. Pigmen sendiri adalah penghasil warna kulit, jika kulit kehilangan pigmen maka sebagian kulit menjadi bercak putih. Penderita vitiligo dapat sembuh jika pigmen kulit masih ada dan kemungkinan menjadi normal lebih besar dibanding jika sel pigmen sudah tidak ada.

  1. Dermatomyositis

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan pasti. Saat ini para ahli memperkirakan penyebab dermatomyositis mirip dengan penyakit auto immune. Penderita penyakit kulit ini akan menderita pembengkakan langka pada otot. Selanjutnya otot yang terkena akan merasa lemas. Penderitanya bisa orang dewasa maupun anak-anak.

  1. Selulitis

Selulitis merupakan infeksi bakteria. Kulit akan berwarna merah dan lunak juga terasa panas. Bintik – bintik juga akan muncul dan menyebar secara cepat. Penderita akan merasa sangat sakit dan nyeri pada bagian kulit yang terdampak. Daerah tubuh yang sering terjangkit penyakit kulit ini adalah bagian bawah kaki, namun tidak menutup kemungkinan bagian tubuh lain juga bisa terkena seperti kulit bahkan kelenjar dan aliran darah.

  1. Hypohidrosis

Hypohidrosis adalah penyakit kulit yang menyebabkan seseorang tidak dapat mengeluarkan keringat dengan normal karena kelenjar keringat tidak berfungsi dengan normal. Hypohidrosis terkadang juga disebut anhidrosis. Dampak kepada bagian tubuh penderita bisa sebagian tubuh atapun area yang terpisah-pisah. Efek yang sangat beresiko untuk tubuh yang tidak bisa mengeluarkan keringat secara normal adalah panas tubuh yang berlebihan. Karena hal tersebut tubuh bisa sampai kejang – kejang sampai dapat mengakibatkan kematian.

  1. Fungal Nail Infection

Sesuai dengan namanya, penyakit kulit ini membawa jamur yang menginfeksi kuku. Infeksi jamur ini mampu berkembang seiring berjalannya waktu. Karena banyaknya jenis-jenis infeksi jamur, maka perawatan yang dibutuhkan si penderita harus sesuai dengan jenis infeksi yang dideritanya. Umumnya infeksi jamur pada kuku ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun, seringnya menggunakan kuku palsu, jari kaki yang lembab, atau saat memaksakan menggunakan sepatu yang kekecilan dan penderita diabetes.

  1. Ingrown Nails

Jempol kaki menjadi bagian tubuh yang sering terkena penyakit ingrown nails. Rasa sakit penderita penyakit ini diakibatkan bagian sisi dari kuku tumbuh dan menembus kulit. Meski tidak berbahaya jika tidak segera dirawat bisa saja terjadi infeksi lain. Munculnya ingrown nails diakibatkan karena cara memotong kuku yang tidak benar atau bisa juga terjadi karena menggunakan sepatu yang kekecilan.

  1. Decubitus Ulcers

Penyakit kulit jenis decubitrus ulcers merupakan luka terbuka pada kulit. Bagian yang sering terkena adalah pantat, punggung, ankle ataupun pinggul. Penderita yang sering terjangkit umumnya orang tua, orang cacat ataupun lumpuh.

  1. Kista Sebaceous

Jenis penyakit kulit ini muncul dengan adanya pembengkakan pada kelenjar sebaceous yang berisi nanah didalamnya. Penyebab penyakit ini terjadi karena adanya pembengkakan sel basah, syndrome gardner, luka bekas parut yang terinfeksi dan luka bekas operasi.

  1. Pilonidal Sinus

Pembengkakan kecil pada bagian atas lipatan pantat mengakibatkan pilonidal sinus muncul. Pada lipatan pantat yang terkena penyakit kulit ini akan mengeluarkan nanah yang berbau tidak enak. Pria dewasa sering terjangkit penyakit pilonidal sinus.

  1. Acrodermatitis

Seringnya penyakit ini menyerang anak usia 6 bulan hingga 12 bulan. Nama lain dari acrodermatitis adalah sindrom gianotti-crosti. Jarangnya penyakit kulit ini menjangkit bukan berarti penyakit kulit ini tidak berbahaya. Penyakit kulit jenis ini termasuk penyakit kulit yang menular. Yang menandai munculnya penyakit kulit ini adalah demam, penderita merasa lelah dan muncul benjolan berwarna ungu kemerahan yang gatal.

  1. Hives

Hives sering disebabkan dari reaksi terhadap alergi obat-obatan atau benda – benda yang mampu mengakibatkan alergi pada kulit.

  1. Molluscum Contagiosum

Virus molluscum menjadi penyebab utama penyakit kulit ini ada dan menyerang orang dewasa. Virus ini mampu menyebabkan tumor jinak pada penderitanya. Ciri-ciri umum penderita molluscom contagiosum adalah munculnya benjolan kecil pada kulit.

  1. Schyosis Vulgaris
Sponsors Link

Penderita schyosis vulgaris mempunyai kulit yang kering. Kulit penderita menjadi kering karena sel yang telah mati berkumpul. Kulit penderita penyakit kulit ini akan memiliki kulit yang berkerak di bagian luar. 40 penyakit kulit yang telah dijelaskan diatas merupakan sebagaian kecil dari jenis penyakit kulit yang sudah terdata oleh para ahli.

Berikut 100 jenis penyakit kulit lainnya yang akan diulas sesuai dengan penyebab penyakit kulit itu muncul.

  • Dermatitis atopik
  • Liken simpleks
  • Dermatitis numularis
  • Dermatitis stasis
  • Dermatitis seboroik
  • Pitiriasis
  • Pitiriasis rosea
  • Eritroderma
  • Psoriasis
  • Harlequin ichthyosis
  • Lipoma
  • Kromomikosis
  • Tinea pedis interdigitalis
  • Tinea krusis
  • Tinea korporis
  • Tinea kapitis
  • Onikomikosis
  • Pitiriasis versikolor
  • Zigomikosis subkutan
  • Intertigo
  • Rangen
  • Kondilomata akuminata
  • Varisela
  • Veruka vulgaris
  • HIV
  • Molusum kontangiosum
  • Frambusia
  • Virus Singapura (Flu Singapura)
  • Variola
  • Clavus
  • Verruciformis
  • Eritema Infektiosum
  • Cacar Ular
  • Cacar Monyet
  • Creeping eruption
  • Pedikulosis kapitis
  • Pubis
  • Paederus Fuscipes
  • Tungiasis
  • Cutaneous Larva Migrans
  • Ektima
  • Erisipelas
  • Selulitis
  • Folikulitis
  • Karbunkel
  • Hidradenitis supurativa
  • Skrofuloderma
  • Eritrasma
  • Necrotizing Fasciitis
  • Pitted Keratolysis
  • Paronikia
  • Lentiginosis
  • Erupsi akneiformis
  • Nevus Ota
  • Efelid
  • Melasma
  • Karsinoma sel basah
  • Karsinoma sel skuamosa
  • Neurofibromatosis
  • Nevi
  • Xanhelasma
  • Argyria
  • Xanthoma
  • Xeroderma Pigmentosum
  • Zoonosis
  • Varises
  • Scleredema Diabeticorum
  • Porphyria
  • Blaschko’s Lines
  • Hypertrichosis
  • Alopecia Areata
  • Porifia

Penyebab Penularan Penyakit Kulit

Penularan penyakit kulit sendiri tidak memandang jenis kelamin, umur bahkan jenis kalangan dalam bermasyarakat. Penderitanya bisa laki – laki , wanita, bayi, anak-anak, remaja, dewasa bahkan usia lanjut. Karena rating penyakit kulit di Indonesia tercatat cukup tinggi, berikut tips mudah yang bisa diterapkan setiap hari.

  • Menjaga kebersihan diri dan ganti pakaian minimal sekali dalam sehari
  • Saat mulai terkena penyakit kulit hindari menggaruk area yang gatal, usahakan hanya mengusap-usap atau bisa dengan merendam dengan air hangat.
  • Untuk mengurangi penularan jenis penyakit kulit yang menular, sebaiknya bila terdapat nanah pada luka, segera keringkan dengan kapas atau kasa lalu buang bekas kasa ke tempat sampah. Jangan diletakan disembarang tempat.
  • Kompres dengan rivanol pada daerah bekas daerah yang bernanah.
  • Minum vitamin penambah daya kekebalan tubuh jika diperlukan.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi atau yang menganduk antioksidan.
  • Minum banyak air putih juga mampu menjaga kulit kita.
  • Istirahat secara cukup juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatan daya tahan tubuh.
  • Kurangi terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  • Olahraga teratur.

Untuk pengobatan setiap jenis penyakit kulit memiliki cara tersendiri. Tentunya dilihat dari gejala serta penyebab munculnya penyakit kulit. Jenis pengobatanpun sekarang banyak ragamnya. Dari produk herbal sampai dengan tindakan klinis. Semua dikembalikan kepada seberapa parah jenis penyakit kulit yang diderita. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa dijadikan obat untuk penyakit kulit. Jenis tanaman itu seperti lengkuas, tembakau, jintan, Biduri, Lidah buaya, dan bawang putih. Jenis tanaman tersebut diatas dipercaya mampu menghilangkan beberapa jenis penyakit kulit yang masih terbilang penyakit kulit dengan resiko rendah. Bisa saja diberikan kepada penderita jenis penyakit kulit dengan resiko tinggi namun tetap harus dengan didampingi ahli yang memang mengerti bidang tersebut.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :