Sponsors Link

11 Gejala Rosacea yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

 Gejala RosaceaRosacea adalah salah satu dari banyaknya jenis-jenis penyakit kulit yang menyerang area wajah. Memang, rosacea juga bisa muncul di luar area wajah seperti leher. Namun, pada umumnya penyakit ini muncul di wajah sehingga membuat gejala rosacea ini dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak hanya mengganggu penampilan, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit rosacea ini bisa sangat menyakitkan. Lalu, apa sajakah gejala rosacea tersebut?

ads

Sebelum membahas lebih jauh mengenai gejala penyakit rosacea, ada baiknya jika kita juga mengenali apa sebenarnya penyebab timbulnya penyakit ini. Sebenarnya, para ahli pun belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari penyakit rosacea. Namun, seperti penyakit kulit pada umumnya, pasti ada hal-hal yang bisa memicu atau meningkatkan resiko seseorang terkena rosacea. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Stress
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari dan angin
  • Cuaca ekstrim, seperti udara yang terlalu dingin atau terlalu panas
  • Olahraga terlalu berat
  • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersifat panas, seperti makanan pedas, minuman beralkohol, berkafein dan lain sebagainya
  • Udara yang terlalu lembab
  • Menopause

Jika memang hal-hal di atas bisa memicu terjadinya rosacea, maka bagi Anda yang merasa sensitif terhadap hal tersebut hendaknya menjauhinya. Bagaimanapun, melakukan cara pencegahan penyakit kulit lebih baik daripada mengobati, bukan? Namun, jika Anda sudah terpapar hal-hal di atas, apa yang akan terjadi? Berikut ini akan dibahas lengkap mengenai gejala rosacea yang umum muncul. Simak terus, ya!

Gejala Utama

Rosacea yang menyerang wajah biasanya ditandai dengan munculnya kemerahan pada kulit, muncul bintil yang padat atau berisi nanah, hingga munculnya pembuluh darah ke permukaan kulit sehingga mudah terlihat. Gejala seperti ini biasanya muncul di area dagu, pipi dan hidung serta dahi. Bahkan, pada beberapa penderita rosacea merasakan sensasi terbakar di area mata. Mengerikan, bukan?

Kemerahan yang terjadi pada rosacea bisa hilang dan timbul. Namun, jika penyakit ini dibiarkan maka akan sangat mungkin terjadi kerusakan kulit yang sifatnya permanen. Tidak hanya itu, kulit juga akan menebal dan bengkak. Gejala-gejala ini bisa disertai dengan sensasi terbakar, gatal yang sangat dan sensasi menyengat.

Selain beberapa gejala yang sidag disebutkan di atas, berikut ini adalah beberapa gejala rosacea yang umum terjadi dan mudah untuk diperhatikan:

  • Kulit kemerahan dan muncul bintil padat berisi nanah
  • Bintil seperti jerawat yang muncul tidak memiliki kepala hitam seperti jerawat pada umumnya
  • Kemerahan seperti warna kulit yang terbakar matahari, namun tidak kunjung hilang dalam waktu lama
  • Kulit terasa nyeri
  • kulit juga bisa dehidrasi sehingga membuat Anda telah banyak minum air putih, namun kulit masih terasa kering dan kasar pada kulit ketika disentuh
  • Wajah membengkak
  • Gejala juga dirasakan di area sekitar wajah, seperti leher dan telinga

Gejala-gejala yang disebutkan di atas merupakan gejala umum dari rosacea. Artinya, sebagian besar pasien yang menderita rosacea akan mengalami hal tersebut. Namun, tahukah Anda jika Rosacea memiliki beberapa tipe, dimana setiap tipenya memiliki gejala yang berbeda? Selanjutnya kita akan menyimak gejala rosacea berdasarkan tipe rosacea yang dialami.

Sponsors Link

Gejala Rosacea menurut Tipenya

Jika di atas telah dibahas mengenai gejala utama rosacea, maka setidaknya kita akan memahami gejala-gejala yang muncul ketika awal mula kita terkena rosacea. Penyakit rosacea ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan karena akan bisa menjadi lebih parah jika dibiarkan. Oleh karena itu, rosacea memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Berikut ini beberapa tipe rosacea beserta gejalanya:

  1. Rosacea Eritematotelangiektasis

Rosacea Eritematotelangiektasis, atau yang bisa disingkat menjadi ETR, merupakan rosacea yang termasuk paling ringan. Pada tipe ini pasien akan merasakan gejala berupa kemerahan pada wajah, pembuluh darah yang pecah akan terlihat di permukaan kulit, terjadinya pembengkakan di kulit hingga rasa terbakar pada kulit. Tidak hanya itu, rosacea ETR ini bisa menjadi penyebab kulit kering bersisik dan membuat Anda akan merasakan tekstur kulit yang lebih kasar dan terasa kering, serta kulit pun menjadi lebih sensitif daripada biasanya.

  1. Rosacea Papulopostular
Sponsors Link

Pada tipe ini, Anda bisa saja salah mengira sedang terkena jerawat seperti biasa. Hal ini wajar, karena rosacea tipe jerawat akan ditandai dengan munculnya bintil seperti jerawat pada kulit. Kulit pun menjadi berminyak dan memiliki tekstur yang kasar. Namun, yang membedakan dengan jerawat biasa adalah kulit merah seperti terbakar dan munculnya pembuluh darah yang pecah di lapisan kulit atas sehingga mudah terlihat.

  1. Rosacea Fimatosa

Tipe yang ketiga ini merupakan tipe dimana rosacea menjadi semakin parah. Hal ini ditandai dengan penebalan di kulit wajah, terutama di kulit hidung, dagu, dahi, pipi dan telinga. Kondisi ini bisa menyebabkan perubahan bentuk hidung hingga bentuk wajah. Tidak hanya itu, rosacea tipe ini pun akan membuat pori-pori kulit menjadi membesar.

  1. Rosacea Okular

Pada tipe yang terakhir, yaitu rosacea okular, penderita juga akan merasakan perih di mata. Mata mnejadi merah dan berair. Penderita akan merasakan sensasi seperti pasir di matanya sehingga dia pun akan merasakan gejala mata perih, kering dan gatal. Tidak hanya itu, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan penglihatan pun bisa terganggu. Kista juga bisa muncul di mata pada tipe rosacea okular ini.

Dengan tipe-tipe rosacea seperti di atas, kita dapat lebih aware terhadap gejala rosacea pada kulit. Penderita bisa mengalami lebih dari satu jenis rosacea dan rosacea pun bisa berkembang menjadi tipe rosacea yang lain. Oleh karena itu, jika Anda mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sponsors Link
, , ,