Sponsors Link

6 Gejala Penyakit Panu yang Wajib Anda Kenali

Sponsors Link

gejala panuPenyakit panu mungkin termasuk dalam jenis penyakit kulit yang ‘kurang bergengsi’. Gejala penyakit panu yang mudah terlihat sering membuat penderitanya merasa malu dan tidak percaya diri. Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini memang cukup umum terjadi pada orang-orang yang tinggal di wilayah tropis dan subtropics yang memiliki suhu udara hangat dan lembab.

ads

Gangguan kulit berupa panu ini bisa diderita oleh orang dari segala usia, terutama remaja. Tingginya aktivitas fisik dan faktor kebersihan remaja yang sering dianggap kurang menjadi faktor utama yang menyebabkan timbulnya panu. Pakaian yang basah oleh keringat dan tidak segera diganti akan membuat kulit di bawahnya terlalu lembab dan menjadi tempat ideal untuk tumbuhnya jamur penyebab panu. Selain itu, saling pinjam meminjam handuk ataupun pakaian juga bisa membuat kulit tertular penyakit panu dari orang lain.

Tanda-Tanda Panu Muncul

Lalu, apa saja sih gejala yang muncul ketika kita tertular panu? Apakah setiap kita merasakan gatal saat berkeringat sudah berarti kita terkena panu? Untuk mengetahui jawabannya, simak terus pembahasan berikut ini!

  1. Munculnya bercak kecil di kulit

Gejala pertama yang menandakan bahwa Anda terkena penyakit panu adalah munculnya bercak-bercak kecil di kulit. Bercak yang muncul ini memiliki warna yang berbeda dari warna kulit lain di sekitarnya, bisa lebih terang ataupun lebih gelap dibandingkan warna kulit asli. Bahkan, pada beberapa kasus panu muncul bercak dengan warna merah muda ataupun merah. Mungkin karena inilah bentol merah dan menghitam di kulit sering dikira sebagai panu.

  1. Bercak berbentuk bulat atau tidak beraturan

Bercak-bercak yang muncul di atas biasanya akan memiliki bentuk bulat. Namun, hal ini pun bukan merupakan suatu hal yang pasti. Tidak selalu panu yang muncul di kulit berbentuk bulat. Terkadang bercak yang muncul sebagai panu berbentuk tidak beraturan. Di bagian tepian bercak pun bisa terlihat garis tegas maupun tidak tegas.

  1. Kulit terasa bersisik

Selain bercak tersebut memiliki perbedaan warna dengan warna kulit asli, tekstur bercak ketika diraba pun akan terasa berbeda. Jika diraba, Anda akan merasakan bercak tersebut memiliki sisik halus dan tipis. Area yang terdapat bercak panu bersisik ini, jika Anda gosok atau garuk, akan terasa lebih kering dibandingkan jika Anda menggaruk bagian kulit lain yang tidak memiliki bercak panu.

  1. Bercak muncul di bagian tubuh yang lembab

Biasanya bercak-bercak panu ini muncul di bagian tubuh yang lembab. Misalnya, di bagian tubuh yang sering tertutup pakaian, seperti area ketiak, lengan, lipatan paha, perut dan bagian tubuh lainnya. Namun, bukan mustahil penyakit panu juga bisa muncul di wajah dan leher. Karena bagian tubuh yang terkena panu lebih sering tertutup, maka tidak heran jika penderitanya pun seringkali kurang aware bahwa dirinya sedang terkena penyakit panu. Kenali jenis-jenis panu yang mungkin muncul akibat kulit yang terlalu lembab ini.

  1. Muncul rasa gatal

Seseorang yang mengalami penyakit panu akan merasakan rasa gatal yang ringan di area yang terdapat bercak. Rasa gatal akan lebih sering muncul ketika dia berkeringat. Namun, karena letaknya yang tidak mudah terlihat dan juga rasa gatalnya yang tidak terlalu hebat, penderita penyakit panu seringkali masih tidak menyadari bahwa dirinya terkena panu. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya cara penularan panu secara tidak disadari.

Sponsors Link

  1. Bercak lebih mudah terlihat di bawah cahaya matahari

Salah satu gejala yang khas pada penyakit panu adalah warna bercak yang terlihat lebih jelas di bawah paparan cahaya matahari. Warna bercak penyakit panu akan lebih terlihat kontras ketika dia berjemur di bawah cuaca yang terik. Ketika kulit yang terdapat panu berada di bawah cahaya, maka warna kulit akan memunculkan pendar warna khusus yang menandai bahwa dirinya terkena penyakit panu.

Meskipun panu termasuk penyakit kulit yang ringan, bukan berarti penyakit ini boleh dibiarkan begitu saja. Panu sangat mudah untuk kambuh kembali. Oleh karena itu, pengobatan penyakit panu harus dilakukan secara menyeluruh dan konsisten hingga penyakit ini benar-benar tuntas dihilangkan dari kulit.

Penanganan Pertama Untuk Pertolongan Panu

Sponsors Link

Untuk itu, Anda perlu melakukan pengobatan serta perawatan kulit yang benar. Pengobatan untuk panu bisa dilakukan secara alami, seperti cara mengobati panu dengan lengkuas. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat oles yang banyak dijual di toko maupun apotek. Obat-obatan bisa berupa krim, salep, lotion hingga shampoo, sehingga Anda pun tinggal memilih sesuai kebutuhan Anda. Sebelum menggunakan obat panu, sebaiknya Anda membersihkan dan mengeringkan terlebih dahulu area kulit yang akan diobati. Lakukan pengobatan 1 hingga 2 kali sehari selama 2 minggu.

Bila obat oles untuk panu dirasa kurang efektif mengatasi penyakit panu yang dialami, Anda bisa mencoba cara mengobati panu menggunakan obat minum. Biasanya pengobatan menggunakan obat minum akan memerlukan waktu selama 5 hari hingga 10 hari, tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi. Sebaiknya Anda mengkonsultasikan hal ini kepada dokter agar pengobatan yang dilakukan benar dan efektif memberantas panu.

Selama Anda melakukan pengobatan panu, selalu jaga kulit agar tidak terlalu lembab. Segera keringkan kulit ketika sehabis mandi atau setelah berkeringat saat berolahraga. Jangan lupa untuk rajin mengganti pakaian dan jaga kebersihan untuk menjaga agar jamur kulit tidak mudah tumbuh dan menimbulkan masalah. Semoga berhasil, ya!

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Panu