Sponsors Link

3 Tahapan Gejala Pemfigoid Bulosa yang Wajib Anda Waspadai Sekarang Juga!

Sponsors Link

Ketika terdapat sesuatu yang muncul pada permukaan kulit, pada umumnya banyak orang yang langsung mengasumsikan bahwa hal tersebut adalah penyakit kulit, walaupun sesungguhnya terdapat beberapa penyakit yang sama sekali tidak termasuk penyakit kulit, namun gejalanya ditunjukkan atau dilihat pada permukaan kulit. Beberapa penyakit kulit dapat diobati, seperti yang pernah kami bahas pada tulisan mengenai 5 salep untuk luka lecet di kelamin, 5 bahaya penyakit hipertiroid, dan masih banyak lagi yang lainnya.

ads

Penyakit Pemfigoid Bulosa sendiri merupakan penyakit langka akibat gangguan autoimun tubuh yang dimana mengakibatkan munculnya gangguan berupa bulosa atau bula pada permukaan kulit, tepatnya di daerah-daerah lipatan kulit seperti perut bagian bawah, ketiak, dan paha atas. Bulosa atau bula adalah merupakan sebuah benjolan pada kulit yang berisi air, mirip seperti jika kulit kita terciprat minyak panas, dimana terdapat sensasi panas yang membakar, dan apabila tidak segera diobati maka kulit yang melepuh tersebut dapat membuat suatu benjolan atau lentingan yang jika dipecahkan akan terasa sangat sakit sekali dan meninggalkan luka terbuka.

Gejala Pemfigoid Bulosa

Walaupun terdapat kemiripan, namun lentingan kulit pada penyakit Pemfigoid Bulosa agak lebih sulit untuk dipecahkan, dan jika didiamkan lebih lama tanpa pengobatan, dapat terjadi peradangan lentingan yang selain berisi air, juga dapat berisi darah dan nanah, hingga sampai membahayakan jiwa. Hingga saat ini pengobatan untuk Pemfigoid Bulosa belum ditemukan, walaupun terdapat beberapa terapi yang dapat meredakan gejalanya, dimana alasan penemuan obat didasarkan pada penyebab utamanya, namun hingga sekarang belum ada yang dapat memastikan mengapa sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jaringan sel kulit epidermis (kulit bagian atas) dan dermis (lapisan di bawah epidermis) yang sehat.

Baca juga artikel penyakit kulit dan kelamin lainnya seperti cara penularan penyakit donovanosis, lalu segala hal mengenai urtikaria kronis dan beberapa penyakit lainnya. Walau sebenarnya merupakan kondisi langka, namun Pemfigoid Bulosa cukup umum terjadi pada lansia di atas 60 tahun; dan juga dapat terjadi pada anak-anak dan wanita hamil, walaupun lebih sedikit kasusnya. Gejala yang muncul dari penyakit Pemfigoid Bulosa memiliki beberapa tahapan, tergantung dari tingkat keparahannya.

  • Tahap 1 : Iritasi

Pada gejala pemfigoid bulosa tahap pertama alias tahap awal, penyakit ini akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan sensasi gatal, panas, dan menimbulkan ruam kemerahan.

  • Tahap 2 : Lentingan pada kulit

Pada tahap selanjutnya dari gejala pemfigoid bulosa adalah timbulnya bula atau lentingan kulit yang berisi cairan bening seperti air.

  • Tahap 3 : Kulit menjadi lebih gelap

Pada tahapan ketiga dari gejala pemfigoid Bulosa ini area kulit di sekitar bula ini pun dapat terpengaruh; yaitu berubah warna menjadi lebih gelap dibandingkan area lain yang tidak terpengaruh oleh bula atau lentingan. Kondisi penyakit Pemfigoid Bulosa pada wanita hamil disebut juga dengan Pemfigoid Gestationis atau Herpes Gestationis biasanya muncul pada bulan keempat dan ketujuh kehamilan dan sifatnya pun hanya sementara saja. Selain gejala yang muncul pada daerah lipatan, ternyata penyakit Gestationis juga dapat muncul pada daerah panca indera seperti mata dan hidung, juga pada area mulut, tenggorokkan, hingga area alat kelamin, yang dimana kondisi ini dikenal dengan Cicatricial.

Apabila anda ingin mengetahui beberapa pengobatan terkait penyakit kulit dan kelamin, baca tulisan kami seperti cara mengobati sipilis dengan daun sirih, , kemudian 9 salep untuk kulit melepuh, bagaimana cara pengobatan urtikaria, dan lain-lainnya. Untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda memang memiliki penyakit Pemfigoid Bulosa, biasanya harus dilakukan serangkaian tes dengan mengambil sampel jaringan tubuh dan darah Anda. Jika Anda memiliki gejala Pemfigoid Bulosa, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar kondisi dapat ditangani dengan cepat dan tidak menjadi semakin parah seperti muncul infeksi yang dapat berkembang menjadi sepsis yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Sponsors Link
, ,