Sponsors Link

8 Gejala Kutu Kemaluan yang Paling Berbahaya dan Mematikan

Sponsors Link

Siapapun pasti tidak menginginkan dirinya terserang penyakit atau merasa tidak nyaman pada area tubuhnya terutama pada kemaluan. Hal yang paling sering dikeluhkan adalah terjadinya kutu kemaluan yang membuat penderitanya menjadi tidak percaya diri dan hari-harinya terganggu.

ads

Kutu biasanya hidup di daerah lembab dan berambut, seperti pada rambut kepala. Siapapun tidak akan menyangka jika kutu juga dapat hidup pada kemaluan. Oleh karena itu kita harus rajin merawat sereta menjga kesehatan kemaluan kita. Seseorang yang mengalami penyakit kutu kemaluan akan mendapatai gejala wanita seperti ini :

  • Gatal-gatal pada area kemaluan

Penyebab gatal pada kemaluan wanita banyak sekali macamnya, seperti kebersihan kemaluan yang tidak terjaga, gejala sifilis atau bisa juga penyakit kulit lainnya. Rasa gatal sering disebabkan oleh gigitan kutu yang menghisap darah melalui pori-pori rambut kepala atau kemaluan. Kelembaban serta tingkat kebersihan juga bisa menjadi faktor datangnya kutu pada kemaluan kita. Rasa gatal yang hebat akan membuat kita cenderung menggaruknya tanpa memikirkan efek samping yang ditimbulkan, seperti infeksi atau bahkan peradangan.

Jika rasa gatal muncul jangan langsung menggaruk area tersebut, olesi dengan krim anti gatal atau pembunuh kutu. Berilah obat yang menghilangkan telur dan kutu-kutu yang hidup, jangan hanya megoleskan krim pengurang rasa gatal. Karena selain kurang efektif, penggunaan krim tanpa manfaat yang jelas malah menambah sakit ini semakin parah. Sisa-sisa krim yang kering ditakutkan akan membuat permukaan kemaluan menjadi lembab. Pilih obat parasit dengan kandungan anti bakteri yang bisa membunuh kutu serta telurnya, agar pengobatan tuntas dalam sekali jalan.

  • Timbul bintik-bintik putih putih

Kutu yang bersarang pada rambut kemaluan lama kelamaan akan berkembang biak dan menghasilkan banyak telur. Bintik putih adalah telur kutu yang mulai menguasai area rambut kemaluan anda. Rasa gatal yang hebat juga sering terasa saat telur-telur tersebut tumbuh semakin banyak. Untuk menghilangkan telur kutu tersebut coba lakukan penyisiran menggunakana sisir khusus agar telur-telur kutu rontok. Meskipun tidak sepenuhnya mengurangi rasa gatal setidaknya pertumbuhan telur tidak semakin luas.

  • Bekas gigitan berwarna biru pucat

Jika telur kutu berwarna putih maka bekas gigitan yang ditimbulkan olehnya akan berwarna biru pucat. Seperi warna lebam pada luka pukul dan sejenisnya. Namun biasanya karena terlalu banyak telur atau lebatnya rambut kemaluan seringkali membuat bekas gigitan tidak tampak oleh mata. Dan akan terlihat jelas ketika kita mencukur habis rambut kemaluan. Bekas gigitan yang mulai tampak bisa kita oleskan krim anti kutu atau obat anti parasit. Tersedia di apotek terdekat dengan harga yang sesuai kantong anda.

Sponsors Link

  • Rasa nyeri akibat gigitan

Gigitan pada kutu akan membuat kemaluan menjadi gatal tidak karuan, namun gatal yang berlebihan juga akan menimbulkan rasa nyeri seperti ciri-ciri penyakit epidimitis dan akan terasa tidak nyaman. Kemaluan adalah area sensitif dan jika rasa nyeri ini hanya dibiarkan maka ditakutkan akan ada penyakit lain yang datag. Jangan lakukan kontak seksual pada pasangan jika tidak ingin pasangan anda ikut tertular. Gunakan kondom sebagai pengaman agar penyakit kutu tidak menyebar, serta seks menjadi aman dan nyaman. Beda halnya jika rasa nyeri terasa sakit sekali, maka hindari dulu kontak seksual agar penyakit sembuh total.

  • Rasa terbakar saat buang air kecil

Penyakit epidimitis dan klamidia akan merasakan gejala ini ketika mereka menderita penyakit tersebut. Rasa terbakar dan nyeri saat buang air kecil disebabkan oleh bakteri atau penyakit menular seksual serius yang sedikit susah disembuhkan. Seperti penyakit gejala kutu kemaluan, penderita kutu kelamin akan merasa hal ganjil ketika sedang buang air kecil. Terasa seperti terbakar padahal sama sekali tidak ada hal apapun yang tampak terbakar. Ini biasanya disebabkan oleh peradangan akibat luka garukan. Memang terlihat sepele jika gatal kemudian digaruk karena tujuannya jelas untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Itu hanya berlaku pada gatal akibat nyamuk atau lainnya, namun berbeda kasusnya jika pada kutu kelamin karena akan menyebabkan rasa nyeri akan semakin terasa nyeri.

  • Inflamasi pada alat kelamin

Inflamasi atau peradangan bisa terjadi akbiat beberapa hal seperti kutu kelamin, penggunaan sabun kelamin yang tidak cocok atau mungkin juga penyakit menular seksual lainnya. Peradangan pada kutu kemaluan terjadi akibat luka garukan yang disertai nyeri. Karena gatal yang berlebihan akan menimbulkan refleks bagi seseorang untuk terus menggaruknya. Padahal hal ini jelas salah, selain menimbulkan radang kemerahan tangan yang digunakan untuk menggaruk dikhawatirkan akan terinfeksi kuman atau bakteri penyebab kutu tersebut. Apalagi jika tangan terkena kutu telur dan tanpa sadar menggaruk kepala, maka kutu akan berpindah dan menyebar ke area rambut kepala.

ads
  • Kulit kelamin berwarna pucat

Kulit kelamin yang sehat akan berwarna merona dan segar jika dipandang. Dan kulit yang tidak sehat biasanya berwarna pudar dan jika pucatnya akibat kutu kemaluan warnanya akan sedikit memerah. Warna tersebut diakibatkan oleh peradangan pada kulitnya. Selalu terapkan cara terbaik untuk menjaga kulit kelamin kita seperti rajin mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan vagina.

  • Terdapat titik darah pada kulit atau pakaian dalam

Titik darah pada pakaian dalam atau pada kulit kemaluan bukan disebabkan karena menstruasi atau semacamnya namun akibat gigitan kutu yang menyerang kemaluan anda. Kasus ini bisa terjadi pada perempuan dan laki-laki. Rasa yang ditimbulkan pada bintik darah ini adalah nyeri seperti gigitan serangga. Dan jika buang air kecil juga akan terasa perih.

Pencegahan Penyakit Kutu Kemaluan

Penyakit kutu kemaluan dapat ditularkan melalui keringat penderita atau kontak seksual. Meskipun tidak tergolong penyakit serius namun jika tidak diobati maka akan berdampak buruk pada kesehatan. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya :

  1. Rajin mencuci handuk

Handuk adalah media penularan yang sangat cepat. Usahakan untuk tidak berbagi handuk dengan orang lain apalagi penderita. Karena sejatinya handuk adalah benda pribadi yang tidak boleh dibagi-bagi penggunaannya. Sebisa mungkin rajin mencuci handuk seminggu sekali atau lebih cepat daripada itu dan miliki dua handuk sebagai pengganti dari handuk yang sedang dicuci. Atau miliki handuk kecil lain yang khusus untuk mengeringkan rambut kemaluan, agar tubuh lain tidak terkena penyebarannya. Bisa anda terapkan bagi penderita atau anda yang belum terinfeksi.

  1. Mencuci pakaian dalam hingga benar-benar bersih

Kuman dan bakteri datang dari pakaian dalam yang tidak dicuci dengan bersih. Noda yang menempel jika tidak dibersihkan dengan baik akan menimbulkan penyakit baru nantinya. Lebih baik juga disetrika agar kuman mati dan nyaman saat dipakai. Kemudian jangan pernah mencampur pakaian lain seperti celana atau baju yang dicuci bersamaan dengan celana dalam, karena berisiko menularkan penyakit lain dari pakaian lain dan membuat gejala kutu kemaluan mudah menyebar.

  1. Menjaga kebersihan alat cukur

Setelah menstruasi, ada baiknya jika kita mencukur bulu kemaluan agar kita semakin bersih dan terhindar dari penyakit. Mencukur pun bisa menggunakan pisau atau gunting cukur. Perhatikan kualitas benda yang dipakai tersebut. Jangan campur kegunaannya dengan pemotong sayur, buah, daging dan lainnya. Pisau dan gunting cukur untuk bulu kemaluan harus khusus tidak boleh sembarangan. Karena kebersihan sebagian dari iman karenanya menjaga kebersihan sangat penting dilakukan. Pisau cukur yang berkarat atau kotor akan menyebabkan datangnya penyakit dan mengundang munculnya tanda-tanda terkena penyakit kelamin yang menyerang kemaluan kita, seperti penyakit kelamin yang menular maupun tidak menular. Terlebih lagi jika penggunaannya secara bersama-sama, maka penyakit akan gampang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

  1. Gunakan sabun dengan pH yang cocok

Sabun kemaluan anti kuman juga kadang masih memiliki pH yang cocok dengan kita. Jika dirasa ragu dan kurang yakin terhadap pemakaiannya, anda tidak perlu memaksaka diri untuk memakainya. Cukup bersihkan saja bulu kemaluan dengan air. Dan jangan sampai celana dalam anda basah. Karena bakteri dan kuman menyukai tempat tersebut. Yang nantinya kutu juga akan tumbuh.

  1. Tidak kontak seksual dengan penderita
Sponsors Link

Sebenarnya boleh saja melakukan hubungan dengan penderita, asalkan menggunakan pengaman seperti kondom saat melakukannya. Akan tetapi penggunaan kondom sendiri kadang masih terasa tidak nyaman. Ada baiknya menghindari dulu kegiatan tersebut agar penyakit tidak semakin parah dan penyebarannya pun tidak semakin luas.

  1. Tidak menggaruk bagian yang gatal

Rasa gatal akan membuat penderita lebih suka menggaruk daripada memberikannya obat. Padahal menggaruk area tersebut akan membuat peradangan pada kulit kemaluan dan rasa nyeri berlebihan. Kemudian rasa nyeri yang terjadi akan dibarengi dengan rasa terbakar saat buang air kecil. Meski terlihat sepele, namun menggaruk akan membuat kutu kemaluan semakin parah.

Itulah beberapa gejala kutu kemaluan beserta cara pencegahnnya yang dapat kita terapkan di rumah atau dimanapun berada. Kita juga perlu mengetahui tanda-tanda apa saja yang menunjukkan kutu kemaluan akan sembuh. Mungkin sekilas akan sama dengan ciri-ciri kurap akan sembuh yang biasanya kulit yang terinfeksi sedikit mengelupas. Lupasan kulit tidak akan terasa sakit, dan warna kulit yang mengelupas akan berwarna sama seperti kulit.

Kesehatan adalah hal utama yang patut kita jaga. Terlebih lagi jika kita mampu mengamalkannya pada orang lain. Penyakit kutu kemaluan tidak akan datang jika senantiasa menjaga dan merawat kemaluan kita sendiri. Dengan mulai membiasakan diri hidup sehat dan rajin menerapkan upaya pencegahan niscaya badan yang sehat akan kita dapatkan.

Sponsors Link
, ,




Oleh :
Kategori : Kesehatan