Sponsors Link

13 Gejala Herpes Labialis dan Tanda-Tandanya yang Harus Anda Waspadai

Sponsors Link

Sebelum membahas tentang gejala herpes labialis, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu herpes labialis. Herpes labialis dikenal sebagai penyakit yang disebbakan oleh infeksi karena virus herpes simpleks tipe 1. Seseorang yang terserang penyakit ini akan mengalami rasa gatal, perih, dan juga menjadi tidak nyaman untuk menyantap makanan atau minum minuman kesukaannya.

ads

Virus herpes sebenarnya ada dua, virus herpes tipe 1 dan tipe 2 yang disingkat dengan HSV. HSV tipe  1 inilah yang sering menyerang di bibir, lidah, dan gusi. Sedangkan HSV tipe dua lebih sering menginfeksi di area genital baik pada perempuan maupun laki-laki.

Tanda-tanda serangan virus HSV 1 penyebab herpes labialis

Baik mari kita kenali herpes labialis yang disebabkan oleh HSV tipe 1.

  • Virus yang menginfeksi bibir akan memperlihatkan ciri-ciri herpes di bibir dan area sekitarnya. Virus akan tinggal di dalam serabut syaraf di area tersebut. Virus ini akan aktiv ketika daya tahan tubuh seseorang menurun. Ketika daya tahan tubuh seseorang kuat, virus ini tidak akan mudah menyebar. Bahkan ketika anda sudah terlihat sembuh dari penyakit ini, jangan senang dulu siapa tahu masih ada virus yang hidup di serabut syaraf anda yang siap reaktif ketika daya tahan tubuh anda melemah.
  • Virus yang aktif akan menyerang dan memunculkan tanda-tanda blister atau plenting-plenting. Anda akan mengalami demam dan ruam dingin. Selanjutnya, plenting-plenting atau blister semakin banyak, bisa pecah, dan kering. namun selama proses itu, demam yang anda rasakan dan infeksinya bisa menyebabkan kita susah makan atau kehilangan selera makan yang berujung pada semakin lemahnya daya tahan tubuh. Jika itu terjadi, bisa jadi akan menimbulkan penyakit lainnya seperti kulit merah seperti terbakar.
  • Terjadi relaps atau aktivasi yang cukup mengganggu bagi penderita bisa meningkatkan penyebab penyakit lain di anggota tubuh yang lain. Akhirnya tanpa anda sadari, anda malah mengundang penyakit lain untuk menyerang tubuh anda.

Gejala Herpes Labialis

Dijelaskan di atas bahwa virus herpes simpleks tipe 1 atau HSV 1 yang menjadi penyebab utama herpes labialis. Virus tersebut bisa menyerang seseorang yang berumur menjelang 20 tahun. Pada umumnya, virus ini sangat aktif menyerang seseorang di usia remaja akhir sampai menjelang dewasa. Lalu seperti apa gejala herpes labialis secara konkrit? Cek dalam daftar berikut ini:

  1. Gejala akan jelas terasa dan memperlihatkan bristel ketika daya tahan tubuh seseorang yang terinfeksi melemah, seperti saat dia sedang demam, menstruasi, mengalami stress, anemia, insomnia, perubahan hormone, terkena infeksi dan lain sebagainya. Semua itu akan memincu aktivasi virus di dalam urat syaraf yang ditinggalinya.
  2. Virus yang aktif akan memunculkan blister, berisi air bening di sekitar bibir. Dalam istilah medis, gejala ini disebut juga dengan nama vesikel dan akan bertahan selama 1-3 minggu pertama setelah virus mulai aktif dan menyebar.
  3. Kemunculan vesikel akan bertahan selama tiga minggu. Gejala awal berupa blister atau vesikel ini masih tergolong ringan, karena pada dasarnya akan segera menghilang seiring dengan penguatan daya tahan tubuh seseorang. Ketika daya tahan tubuh seseorang yang terserang HSV 1 menguat, blister akan menghilang dengan sendirinya, namun dapat kembali lagi ketika daya tahan tubuhnya melemah, supaya lebih kuat disarankan untuk makan makanan yang sehat,  makanan yang dianjurkan untuk penderita herpes zoster juga baik untuk dikonsumsi.
  4. Gejala tingkat lanjut  ialah muncul sensasi terbakar di sekitar blister
  5. Muncul rasa gatal dan mati rasa di area sekitar blister.
  6. Blister akan pecah dan menimbulkan ruam kemerahan yang menandakan terjadi peradangan atau inflamasi.
  7. Gejala lain juga dapat berkembang pada seseorang yang mengalami herpes labialis berbeda dengan cara penularan virus herpes zoster ialah mengalami sakit kepala, perut mual, pusing, kadang juga dibingungkan dengan sariawan,demam, dan sakit tenggorokan.
  8. Gejala lainnya mengalmai faringitis berat dengan lesi berkembang di pipi dan gusi, terjadi dalam waktu 5-10 hari setelah terinfeksi.
    Sponsors Link

  9. Herpes labialis juga bisa menyerang seorang bayi. Bayi yang mendapatkan virus herpes akan memperlihatkan peradangan gusi dan sakit di mulut. Bayi akan menjadi gelisah, sering menangis, dan tidak mau minum susu.
  10. Bayi yang mengalami herpes labialis menunjukkan gejala-gejala lain berupa demam dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher.

Pada umumnya, virus herpes dapat hilang dengan sendirinya, terutama untuk yang kasus ringan. Akan tetapi, jangan terlalu senang ketika herpes labialis nampak menghilang. Bisa jadi virus masih menempel di urat syaraf anda, dan bisa menginfeksi ulang di kemudian hari. Itulah kenapa ada kasus penyakit herpes berulang. Gejala herpes labialis berulang antara lain karena hal-hal sebagai berikut:

  • Mengalami kelelahan

Seseorang yang sebelumnya pernah terserang herpes labialis dan sembuh bisa terjangkit penyakit herpes labialis lagi di saat ia kelelahan. Sebab, kelelahan mempengaruhi kondisi sistem kekebalan tubuh. Virus herpes labialis paling mudah menyerang ketika kekebalan tubuh berkurang, bahkan bisa dikatakan kekebalan tubuh yang menurun merupakan pemicu utama virus ini berkembang biak.

  • Mengalami stress
ads

Herpes labialis juga dapat disebabkan oleh stress, karean stress juga dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh. Saat stress menyerang dan anda merasakan tanda-tanda herpes di sekitar bibir, itulah saat di mana virus herpes labialis yang tadinya terkondisi bangkit kembali. Jaga pula diri anda dari dehidrasi, kulit juga bisa dehidrasi dan mengering. Kondisi ini akan mempermudah timbul rasa gatal yang berujung pada penyebaran virus herpes labialis.

  • Cuaca dingin

Paparan cuaca dingin atau terlalu panas juga bisa menjadi penyebab herpes labialis muncul kembali di bibir. Gejala yang diperlihatkan pertama kali ialah terjadinya luka di bibir yang kurang lembab. Virus yang tidak sepenuhnya hilang akan kembali memanfaatkan luka tersebut sebagai tempat hidupnya.

  • Terkena paparan sinar matahari secara berlebihan

Bahkan paparan sinat matahari secara berlebihan di kulit wajah kita bisa meningkatkan gejala herpes labialis. Paparan sinat matahari yang berlebihan bisa membuat kulit kering, bersisik, dan kemerahan yang memicu virus herpes labialis semakin cepat berkembang. Tidak hanya herpes labialis saja yang bisa menyerang di saat seperti ini, herpes lain seperti herpes simplex. Pencegahan herpes simplex  pun dimulai dari mencegah gejala berulang terpicu untuk kembali menyerang.

  • Perubahan hormon

Gejala kembalinya herper labialis juga dipengarhui oleh perubahan hormon yang sering terjadi pada siklus menstruasi wanita. Lakukan terapi herpes labialis sampai tuntas supaya gejalanya tidak kembali ketiak anda menstruasi.

  • Cedera bibir

Cedera bibir berhubungan erat dengan kegiatan, cuaca, dan makanan yang dimakan. Saat bibir mengalami cedera entah itu karena suatu kegiatan sampai menyebabkan sakit di bibir, atau karena cuaca yang terlalu kering sehingga menyebabkan bibir pecah-pecah, dan bahkan makanan yang memicu efek alergi di bibir juga bisa memicu perkembangan herpes labialis. Akhirnya gejala herpes labialis kembali muncul dan membuat anda harus ekstra bersabar mengatasinya kembali.

Cara mengatasi gejala herpes labialis secara alami

Setelah mengetahui cara penyebaran dan cara mencegah penyebaran gejala herbes labialis, berikut ini dipaparkan cara mengatasi herpes labialis secara alami:

  • Kompres bagian yang mengalami pembengkakan, kemerahan, rasa nyeri akibat herpes labialis dengan es. Es dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan juuga rasa nyeri. Caranya bungkis es batu dengan kain bersih, kemudian tempelkan di bagian yang terserang herpes labialis selama 10-15 menit. Ulangi kegiatan ini setiap tiga atau empat jam sekali.
  • Anda juga bisa mengatasi penyebaran herpes labialis dengan bawang putih yang memiliki enzim yang bekerja sebagai antibakterial, antivitus, dan juga antijamur, sehingga dapat menekan pertumbuhan infeksi virus HSV 1 di tubuh anda. Bahkan bisa mengurangi pembengkakan dan peradangan di bagian tubuh yang sudah terserang virus. Caranya oleskan potongan bawang putih pada bagian yang terserang virus, lakukan selama 10-15 menit, tahan rasa perihnya, dengan demikian anda bisa mendapatkan hasil pengobatan yang diharapkan.
    Sponsors Link

  • Anda juga bisa mencegah penyebaran herpes labialis dengan rajin mengoleskan campuran teh dengan akar manis. Obat herbal seperti ini dapat mencegah dan mengobati herpes labialis menyebar di tubuh anda. Akar manis memiliki bahan aktif berupa glycyrrhizin yang bersifat antivirus. Cara mengonsumsinya campurkan satu sendok makan akar manis dengan setengah sendok teh. Seduh campuran bahan tersebut, aduk-aduk sampai menjadi krim kemudian oleskan. Biarkan selama beberapa jam, maka gejala herpes labialis akan segela mengempis. Lakukan pengobatan ini dalam beberapa kali sehari.
  • Selain itu, anda juga harus segera meningkatkan daya tahan tubuh anda supaya anda bebas dari demam yang mana meningkatkan aktifitas virus di urat syaraf anda.
  • Ketika daya tahan tubuh anda sudah membaik, gejala herpes labialis perlahan-lahan dapat hilang dan virus herpes yang bersarang di urat syaraf anda bisa hilang sama sekali. Peran dokter dibutuhkan ketika anda tidak dapat mengatasi gejala, dokter pada umumnya sudah tahu apa yang harus diberikan kepada pasien herpes labilais. Mulanya mereka akan memberikan obat untuk mengatasi reaktifasi virus, lalu memberikan obat untuk menghilangkan dampak yang sudah nampak di sekitar bibir anda.

Dari sekian banyak cara untuk mengatasi, anda mungkin akan mendapatkan bekas luka, namun setelah itu, anda akan lebih mudah mengatasi bekas lukanya dengan cara rajin minum vitamin A dan C, serta minum air putih yang dapat membantu meregenerasi kondisi kulit di seluruh bagian tubuh.

Sponsors Link
, , , , , ,




Oleh :
Kategori : Herpes