Sponsors Link

5 Efek Samping Vaksin Cacar Air yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Cacar air ialah salah satu penyakit kulit dimana benjolan kemerahan berisi cairan muncul hampir di seluruh bagian tubuh. Virus varicella zoster yang menyebabkan cacar air tidak hanya menyerang orang-orang tertentu tetapi semua orang dari beragam usia dan jenis kelamin. Gejala cacar air yaitu benjolan juga disertai dengan rasa gatal, demam, menurunnya nafsu makan, dan lain-lain sehingga menjadikan penderita harus beristirahat total di rumah. Meskipun agak mirip, perbedaan cacar air dan campak tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

ads

Rasa tidak nyaman dan terhambatnya aktivitas karena terjangkit cacar air membuat orang-orang ingin menjauhkan diri dari penyakit ini. Sejak kecil, anak-anak juga disegerakan untuk mendapatkan imunisasi. Namun perlu diketahui bahwa bagi Anda yang sudah imunisasi masih bisa terkena cacar air karena kondisi ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Namun benar adanya bahwa imunisasi dapat mencegah hingga 95% bagi seseorang untuk tidak terkena cacar untuk kedua kalinya. Selain mencegah penyakit cacar air, imunisasi juga dapat meringankan gejala yang mungkin terjadi ketika cacar air menyerang Anda sekaligus mempercepat penyembuhan cacar air.

Di balik manfaat imunisasi cacar air, ternyata terdapat berbagai efek samping yang mungkin menimpa Anda. Hal ini adalah suatu hal yang normal sebagai respon tubuh atas imunisasi serta biasanya efek samping ini hanya berlangsung sementara. Efek samping yang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan ini juga dapat diatasi melalui tindakan tertentu yang tidak berisiko tinggi. Berikut ini beberapa efek samping vaksin cacar air:

1. Demam

Meningkatnya suhu tubuh atau demam terjadi sebagai respon tubuh terhadap terbentuknya sistem kekebalan lebih kuat yang dipicu oleh vaksin jinak ketika menerima imunisasi. Cara tubuh merespon ini akan serupa ketika sedang menderita penyakit sebenarnya yakni demam tinggi saat cacar air tetapi tanpa menunjukkan gejala spesifik cacar seperti benjolan hampir di seluruh tubuh. Namun tidak semua orang memberi respon demam dengan tingkat yang sama atau bahkan tidak terjadi demam.

Terdapat sebuah studi yang menerangkan bahwa anak dengan ASI cukup atau tinggi lebih jarang mengalami efek demam serta mempercepat gejala jika terjadi demam karena ASI mengandung zat anti peradangan. Cara mengatasi demam ialah dengan menjauhkan diri dari dehidrasi melalui konsumsi cairan lebih sering, melakukan kompres hangat, beristirahat dengan cukup, dan memakai pakaian yang tidak terlalu tebal. (baca juga: Buah yang Baik Untuk Penderita Cacar Air)

2. Nyeri dan Bengkak pada Titik Suntikan

Nyeri otot dan bengkak pada area yang disuntik merupakan hal yang paling sering dijumpai pada hampir semua jenis imunisasi. Selain sebagai respon tubuh terhadap masuknya senyawa vaksin, nyeri dan bengkak juga dipengaruhi oleh tusukan jarum suntik. Kebanyakan orang dipastikan mengalami nyeri namun dengan durasi yang berbeda-beda.

Sedangkan bengkak lebih jarang dialami daripada nyeri namun jika terjadi bisa memakan waktu hingga 3-7 hari sampai sembuh. Untuk meredakan nyeri dan bengkak, Anda dapat melakukan kompres dingin selama 15-20 menit atau mengonsumsi parasetamol. Efek samping yang berat dari kelanjutan nyeri dan bengkak ini dapat menyebabkan keluarnya nanah sehingga membutuhkan pertolongan dari dokter.

3. Muncul Ruam atau Kulit Kemerahan

Pada penyakit cacar air sesungguhnya, terdapat pengaruh cacar air dengan menstruasi yang tidak bisa diremehkan seperti munculnya ruam secara sentrifugal. Namun ruam mungkin muncul sebagai efek samping imunisasi cacar air yang menunjukkan bahwa tubuh mulai menciptakan kekebalan terhadap serangan virus tertentu.

Sponsors Link

Bintik kemerahan pada kulit ini bukanlah reaksi alergi namun gejalanya mirip sehingga Anda harus memastikan apakah memiliki alergi khusus pada vaksin cacar air. Biasanya jika gejala bintik kemerahan muncul juga disertai dengan benjolan atau luka yang kecil namun dapat sembuh dengan sendirinya dengan peningkatan konsumsi cairan dan upaya kompres hangat.

4. Kejang yang Disebabkan Oleh Demam

Kejang merupakan efek samping bersifat sedang yang jarang dijumpai. Hal ini terdapat pada kasus khusus seperti imunisasi pada orang yang sedang menderita penyakit cacar air, lemahnya kondisi kesehatan sehingga pernah memiliki riwayat kejang karena demam maupun penyakit lain seperti epilepsi, hingga kesalahan teknis imunisasi. Penyebab lain juga mungkin terjadi sehingga upaya penanganan kejang setelah imunisasi cacar air ialah dengan berkonsultasi ke dokter. (Baca juga: Ciri-ciri Cacar Air Akan Sembuh)

Sponsors Link

5. Efek Samping Berat: Radang Paru-paru, Radang Otak

Pneumonia atau radang paru-paru serta radang otak (ensefalitis) menjadi efek samping yang sifatnya berat dan jarang terjadi. Jika terjadi, maka orang dewasa lebih mungkin mengalaminya daripada anak-anak. Gejala awal berupa sesak nafas terjadi pada efek samping ini.

Namun sebaiknya Anda tidak menyalahartikan penyebab penyakit sesungguhnya merupakan imunisasi karena kemungkinannya sangat kecil, tepatnya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Pengaruh daya tahan tubuh ini juga menjadi penyebab cacar ular yakni cacar air yang terjadi kedua kalinya.

Perlu diketahui sebelum melakukan imunisasi cacar air, Anda harus mengetahui kategori orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil, penderita kelainan sistem imun, orang yang baru menerima atau mendonorkan komponen darah, orang yang baru melakukan pengobatan yang melibatkan steroid dosis tinggi dan penyakit kanker. Jika Anda termasuk dalam orang yang tidak boleh menerima imunisasi cacar air namun masih saja melakukannya, maka bisa jadi bukan lagi efek samping yang telah dijelaskan di atas melainkan komplikasi yang lebih parah dapat menyerang Anda.

Sponsors Link
, , , , ,