Sponsors Link

5 Efek Samping Operasi Kelamin yang Mengerikan Menyebabkan Kanker

Sponsors Link

Operasi Kelamin merupakan salah satu jenis operasi yang masih dianggap tabu di masyarakat kita. Operasi kelamin, atau operasi mengubah jenis kelamin, memang merupakan operasi yang tidak sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia. Namun, pada beberapa orang yang melakukan, atau ingin melakukan operasi kelamin, mereka beranggapan bahwa jati diri mereka tidak sesuai dengan jenis kelamin mereka.

ads

Operasi kelamin, atau bisa disebut juga rekonstruksi genital, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengubah organ genital dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya. Pada dasarnya, operasi kelamin bisa dilakukan pada seseorang yang memiliki kelainan kelamin ganda, yaitu ketika seseorang dilahirkan memiliki penis sekaligus vagina. Kondisi ini termasuk cacat lahir dimana terjadi ketidaksempurnaan perkembangan alat kelamin sejak dalam kandungan.

Namun, dalam perjalanannya, operasi kelamin menjadi mulai berkembang dilakukan oleh seseorang yang normal secara fisik dan tidak memiliki kelainan pada organ genitalnya. Saat ini, cukup banyak orang yang melakukan operasi kelamin karena mereka meyakini bahwa gender mereka yang sebenarnya bukanlah yang mereka miliki saat lahir. Hal ini cukup umum diberikan untuk orang-orang yang memiliki gender dysphoria yang dialami oleh para transgender.

Tapi tahukah Anda bahwa operasi kelamin tidak sepenuhnya aman? Ada beberapa efek samping operasi kelamin yang perlu diwaspadai karena memang operasi ini termasuk operasi besar dan tidak main-main. Setelah Anda mengetahui beberapa efek samping yang ditimbulkan dari operasi kelamin di bawah, mungkin Anda tidak lagi akan menganggap remeh keputusan operasi kelamin ini:

  1. Sakit pasca operasi

Prosedur kelamin dilakukan dengan cara mengangkat atau memotong organ kelamin pria dan melakukan pencangkokan jaringan untuk nantinya bisa membentuk menyerupai vagina wanita. Sementara itu, operasi kelamin pada wanita mencakup pengangkatan rahim dan indung telur hingga akhirnya melakukan operasi rekonstruksi membentuk penis. Semua prosedur ini akan menjadi penyebab mandul dan tentu bukan merupakan prosedur yang mudah dan termasuk operasi yang besar.

Dengan begitu rumitnya operasi yang harus dijalani, maka bisa dipastikan pasca operasi kelamin, pasien akan merasakan sakit yang sangat, bahkan jauh lebih sakit daripada gejala kutu kemaluan. Sakit ini disebabkan luka yang belum mengering setelah mengering. Memang, rasa sakitnya hanya sementara hingga luka operasi sembuh. Namun, efek samping berupa rasa sakit ini bisa berlangsung hingga berbulan-bulan, bahkan bisa menyebabkan pasien tidak bisa berjalan selama rasa sakitnya masih ada. Rasa sakit di daerah kemaluan mungkin akan sangat mengganggu aktivitas seseorang. Mungkin karena itulah tidak heran cara mengobati kemaluan keluar nanah atau cara menghilangkan kurap di selangkangan sangat penting untuk diketahui.

  1. Gangguan psikologis

Seseorang yang menjalani operasi kelamin, tentu telah menjalani pertarungan batin yang hebat sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi. Hal ini pun tidak berakhir begitu saja setelah dia melakukan operasi kelamin. Akan ada banyak stigma atau pandangan di masyarakat yang bisa berakibat gangguan secara psikologis.

Hampir sama dengan aneka jenis-jenis penyakit kulit yang bisa mengganggu kondisi psikologis penderitanya, begitu pula dengan operasi kelamin. Berdasarkan penelitian, banyak orang-orang yang melakuan prosedur operasi kelamin terpaksa kehilangan pasangan, keluarga, teman hingga pekerjaannya. Mereka juga akan kesulitan jika harus pindah dan masuk ke lingkungan baru karena belum tentu diterima juga di lingkungan baru tersebut. Hal ini akan meningkatkan resiko depresi hingga gangguan psikologis lainnya yang bisa berakibat buruk jika tidak segera ditangani.

Sponsors Link

  1. Berkurangnya kepuasan dari hubungan seksual

Meski operasi kelamin telah dilakukan sedemikian rupa untuk membuat bentuk kelamin menyerupai aslinya, hasilnya tentu tidak akan sesempurna organ genitalnya yang asli, ataupun sebelum dia melakukan operasi. Orang-orang yang melakukan operasi kelamin biasanya akan merasakan efek samping operasi kelamin berupa berkurangnya kenikmatan seksual jika dibandingkan dengan sebelum mereka melakukan operasi kelamin.

  1. Resiko penyakit kanker meningkat

Selain melakukan operasi kelamin, para transgender biasanya juga akan melakukan terapi hormon untuk mendukung perubahan fisik mereka. Misalnya, para wanita transgender yang menambah hormon estrogen untuk mendukung pertumbuhan payudara dan struktur tubuh agar lebih menyerupai wanita. Hormon estrogen ini bisa memicu penyakit kanker pada seseorang.

Sponsors Link

Hormon estrogen adalah senyawa yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan organ seks dan reproduksi, baik pada pria dan wanita. Stimulasi hormon estrogen yang dilakukan terus menerus akan meningkatkan resiko tumbuhnya sel kanker di tubuh. Maka, mengendalikan hormon estrogen atau menghindari penggunaan hormon yang berlebihan akan lebih efektif dalam mengatasi penyakit kanker daripada cara membunuh virus HPV.

  1. Terdorong untuk melakukan operasi plastik lainnya

Seseorang yang telah melakukan operasi kelamin biasanya akan lebih cenderung tertarik untuk melakukan operasi plastik lainnya. Dia akan lebih terdorong untuk melakukan operasi plastik di wajahnya, payudaranya, ataupun bagian tubuh lainnya. Hal ini semata-mata untuk mendapatkan penampilan yang lebih sesuai untuk gender barunya. Hal ini tentu tidak akan baik untuk kondisi psikologisnya secara jangka panjang karena dia akan selalu dihantui rasa tidak percaya diri dan kurang sempurna.

Operasi ganti kelamin mungkin memang cukup aman untuk dilakukan jika ditinjau dari segi kesehatan. Namun, ternyata efek samping operasi kelamin tetap ada dan lebih mengarah pada gangguan secara psikologis. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita selalu bersyukur atas apapun pemberian Tuhan pada kita karena apapun pemberian-Nya pastilah yang paling sempurna.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup