Sponsors Link

7 Efek Samping Imunisasi Campak dan Rubella yang Wajib Orang Tua Tahu

Sponsors Link

Pernahkah Anda mendengar penyakit rubella atau campak? Penyakit ini memang sedang populer akhir-akhir ini. Rubella adalah penyakit yang menjangkit tubuh Anda karena adanya serangan virus penjangkit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain melalui udara. Begitu juga penyakit campak yang juga menular ke seseorang yang melakukan kontak langsung dengan penderita. Sehingga sangat dianjurkan bagi Anda untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak terjangkit sewaktu waktu. Cari tahu pula perbedaan cacar air dan campak.

ads

Campak dan Rubella

Pada umumnya virus rubella ini lebih dikenal dengan istilah German Measles. Virus rubella menyebabkan kulit Anda ruam, terkadang disertai adanya pembengkakan atau bintil bintil. Selain itu Anda juga merasa demam dan sakit pada tulang punggung. Beberapa tanda yang telah disebut di atas adalah gejala umum jika Anda terkena rubella. Tahukah Anda ternyata virus rubella juga bisa menjangkit tubuh bayi yang belum lahir? Cara penyebarannya yaitu ketika ibu yang mengandung telah terlebih dahulu terjangkit virus rubella. Sehingga virus tersebut menyebar pada tubuh Anda dan menjangkit janin yang ada dalam kandungan. Tidak hanya terjangkit rubella, anak yang lahir nantinya juga bisa memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang ia bawa saat berada dalam kandungan. Memang terdengar begitu mengerikan, bukan? Bagaimana ciri-ciri campak sembuh?

Sedangkan campak adalah penyakit yang menjangkit tubuh karena adanya infeksi virus dengan gejala umum yaitu munculnya ruam memerah secara merata pada tubuh. Penyakit kulit ini termasuk penyakit yang menular melalui kontak langsung dengan penderita. Beberapa gejala umum yang akan di dapati atau muncul ketika terjangkit campak yaitu mata mengalami perubahan seperti memerah akibat iritasi, menjadi sensitif jika terpapar cahaya matahari atau cahaya lampu, pilek ringan, tenggorokan nyeri akibat adanya radang, demam mendadak, dan mulut serta tenggorokan muncul bercak putih seperti sariawan namun tidak perih. Baca juga terkait campak rubella yang belum Anda ketahui. Setelah mengetahui gejala tersebut, jika tidak segera ditangani makan bercak merah pada sekujur kulit tubuh akan mulai muncul dan terasa gatal.

Suntik Imunisasi Campak dan Rubella

Akibat dampak berbahaya yang diberikan bila terjangkit rubella, maka dibutuhkan vaksin suntik rubella. Imunisasi tersebut diberikan diberikan untuk mencegah tertularnya rubella. Biasanya suntik diberikan kepada orang dewasa atau anak yang memiliki umur di atas 12 bulan. Suntik ini bisa Anda lakukan dengan berkonsultasi kepada dokter. Cara kerja imunisasi ini tidaklah instan. Ketika melakukan suntik secara berkala, maka vaksin tersebut akan membongkar atau memecah untuk membentuk dan memperkuat metabolisme Anda. Sehingga penyuntikan imunisasi ini tidak memberikan penanganan secara langsung agar tubuh terhindar dari rubella. Bagaimana cara mengobati campak?

Imunisasi ini sangat penting dan dibutuhkan semua umur baik bagi orang dewasa yang sama sekali belum pernah terjangkit atau diberikan kepada anak saat berusia 12 bulan pertama sampai umur 6 tahun. Meski rubella dapat dicegah dengan imunisasi rubella saja, tapi sangat disarankan agar Anda mendapat suntik imun yang komplek pula antara kombinasi MMR. Hal ini jauh lebih efektif untuk mencegah Anda terkena penyakit campak dan rubella. Anda dapat berdiskusi dengan dokter perihal kebutuhan tubuh terhadap vaksin tersebut.

Efek Samping Imunisasi

Seperti halnya obat dan jenis vaksinasi lainnya, imunisasi campak dan rubella tentunya juga memberi efek samping bagi penggunanya. Efek samping yang diterima setiap orang tentunya berbeda beda, baik jangka waktunya atau jenis efek sampingnya. Hal yang perlu Anda perhatikan yaitu, umumnya penderita akan mengalami alergi dengan oemberian vaksin tersebut. Oleh karena itu, perlu penanganan khusus dan alternatif lain jika Anda mengalami alergi. Hentikan suntik tersebut jika alergi mulai muncul setelah suntik imunisasi campak dan rubella untuk pertama kalimya. Baca juga pembahasan terkait perbedaan campak dan demam berdarah.

Sponsors Link

Meskipun memberikan efek samping, suntik imun campak dan rubella masih sangat penting untuk Anda lakukan. Jangan mengkhawatirkan efek samping tersebut sebab efek samping masih tergolong ringan danakan hilang seiring waktu. Beberapa efek samping yang akan muncul setelah imunisasi campak dan rubella yaitu:

  1. Demam yang tinggi

Demam ini tak akan berdampak buruk jika Anda gunakan waktu luang untuk istirahat dengan intensitas yang cukup dan berkualitas. Anda juga bisa mengompres kepala dengan air dingin agar demam segera turun. Jika menemui demam semakin parah, maka saat itu pula Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Adanya pembengkakan pada area yang disuntik

Pembengkakan yang Anda rasakan tidak akan permanen. Artinya, bengkak tersebut akan hilang dengan sendirinya. Hal ini terjadi karena adanya reaksi spontan akibat disuntik. Ukuran pembengkakan yang akan Anda rasakan pun tidak terlalu besar. Sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika pembengkakan ini tak kunjung sembuh bahkan disertai nyeri yang luar biasa setelah satu minggu imunisasi, maka Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

  1. Merasa tubuh lemas hingga tidak mampu beraktivitas
ads

Efek samping ini biasanya terjadi pada seseorang yang tidak mampu menerima respon suntikan. Banyak macam atau penyebab yang membuat seseorang tidak mampu menerima respon tersebut. Bisa jadi karena trauma atau saat itu daya tahan tubuh Anda sedang tidak optimal. Dokter akan memberikan beberapa obat agar keadaan tubuh Anda pulih kembali. Jika efek samping ini tidak terlalu parah, dokter akan memberikan terapi tertentu agar Anda tidak trauma lagi.

  1. Sering berdarah

Jika Anda menemui efek samping berikut pada tubuh, maka Anda perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter agar pendarahan tidak parah dan kunjung sembuh. Dokter akan melakukan beberapa tes khusus untuk mendiagnosis penyebab pendarahan pasca imunisasi tersebut dan selanjutnya akan memberikan perawatan sesuai kebutuhan. Jangan abaikan efek samping pendarahan ini, sebab bisa jadi akan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Cari tahu pula jenis-jenis ruam kulit agar Anda tahu cara menanganinya.

  1. Memiliki masalah pendengaran dan penglihatan

Efek samping tersebut bisa dikatakan efek samping yang cukup serius. Tidak diketahui pasti penyebab utama mengapa seseorang bisa mengalami hal demikian pasca suntik imunisasi campak dan rubella. Tanda awal yang akan Anda temui yaitu penglihatan seperti kabur dan tidak terfokus. Jika gejala awal seperti demikian Anda temui, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter dan segera mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat sebelum kebutaan dan jenis penyakit penglihatan lainnya menyerang.

  1. Detak jantung melemah

Penyebab jantung lemah salah satunya yaitu trauma. Seseorang bisa jadi trauma dengan segala jenis suntik. Jika trauma tersebut berlebihan, maka efek samping terburuk yang akan Anda dapati yaitu detak jantung yang semakin melemah. Segera periksakan kesehatan Anda jika gejala jantung lemah mulai Anda rasakan. Misalnya sering berkeringat, merasa tubuh dingin, lemas, dan gejala lainnya. Jangan sampai terlambat agar penyembuhan segera dilakukan.

  1. Adanya rasa sakit pada persendian atau nadi pasca suntik imun

Efek samping berikut tidak terlalu berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Umumnya, rasa sakit ini mengikuti adanya pembengkakan pada area yang disuntik. Sehingga, jika bengkak yang Anda alami tak kunjung sembuh, maka rasa sakit tersebut juga tak kunjung sembuh. Temui dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat jika hal ini Anda alami pasca melakukan suntik imunisasi campak dan rubella.

Efek samping di atas tidak selalu dirasakan oleh banyak pasien pasca suntik imunisasi. Bisa jadi pasien tidak merasakan efek samping apapun atau mengalami efek samping lainnya. Segera konsultasikan keluhan dan efek samping Anda jika semakin parah dan menjadi masalah kesehatan bagi Anda. Menunda pemeriksakan akan berakibat semakin lama pula Anda mendapati tubuh dalam keadaan sehat.

Adanya Interaksi dengan Obat Lain

Sponsors Link

Jika Anda sebelum melakukan imunisasi campak dan rubella telah melakukan suntik imun tertentu atau telah mengonsumsi obat tertentu, maka jangan lupa untuk menceritakan hal tersebut kepada dokter. Sebab suntik imun berikut juga berinteraksi dengan obat lain yang akan menganggu kinerja imun tersebut bahkan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, ada beberapa obat pula yang justru membuat suntik imun berikut tidak bekerja karena melemahkan sistem imun Anda. Beberapa obat tersebut yaitu:

  • Obat penanganan psoriasis, imuran, raptiva, enbrel, arava, dan jenis obat lainnya.
  • Mengonsumsi obat Simulect, Sandimmune, Neoral, Gengraf, Orthoclone, CellCept,  Rapamune, atau Prograf

Jika Anda telah mengonsumsi obat tersebut, maka dokter akan menjadwalkan ulang suntik imunisasi Anda. Sebab penyuntikan setelah mengonsumsi obat tersebut akan melemahkan sistem imun Anda. Tentunya ini akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Cari tahu juga cara mengobati cacar air di mata.

Penting sekali untuk melakukan suntik imunisasi campak atau rubella atau keduanya. Meski memiliki efek yang terlihat berbahaya, manfaat yang diberikan suntik imunisasi tersebut jauh lebih besar dibanding efek sampingnya. Jika Anda takut melakukan imunisasi, sebaiknya Anda melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Anda bahwa suntik imunisasi sangat penting sebagai bentuk proteksi diri dan pencegahan di waktu dini. Sebab mencegah selalu menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan dibandingkan harus mengobati. Jangan lupa untuk selalu melakukan cek kesehatan secara rutin agar adanya masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih dini.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan