Sponsors Link

12 Ciri-Ciri Penyakit Bartholinitis yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Bartholinitis merupakan penyakit sejenis kista pada perempuan yang berupa benjolan di dekat alat kelamin. Penyakit kelamin wanita ini menginfeksi kelenjar bartholin, yaitu kelenjar yang berada di sekitar sisi kanan atau kiri klitoris, atau pada setiap sisi bibir vagina. Kelenjar ini berfungsi untuk mensekresikan cairan sebagai pelumas saat berhubungan seksual. Kista dapat terjadi ketika menyumbatnya saluran tempat keluar kelenjar bartolin ini. Saluran yang tersumbat tersebut menyebabkan terkumpulnya cairan, yang kemudian akan membentuk kista. Ketika kista sudah terbentuk, maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri hebat pada daerah reproduksi. Terlebih lagi, setelah berhubungan seksual, kista dapat semakin membesar karena kelenjar bartholin memproduksi cairan lebih banyak saat berhubungan seksual.

ads

Bartholinitis ini banyak diderita oleh wanita pada usia subur, yakni wanita yang berumur 20 sampai 30 tahun, dan jarang sekali menimpa wanita lanjut usia. Maka dari itu, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele meskipun bukan penyakit yang dapat menular secara seksual. Justru penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia lah yang menyebabkan penyakit bartholinitis ini timbul. Maka dari itu, melakukan cara mencegah penyakit seksual juga diperlukan untuk mencegah agar terhindar dari penyakit kista bartholin ini.

Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit bartholinitis pada umumnya yang terjadi pada kebanyakan penderita:

  1. Terjadi perubahan warna kulit yang lebih memerah pada vulva dengan diikuti pembengkakan dan penimbunan nanah sehingga terasa nyeri jika ditekan.
  2. Rasa sakit, panas, pegal, dan bengkak pada salah satu sisi labia minora (bibir vagina dalam), karena pada umumnya kista bartholin ini terjadi pasa satu sisi saja.
  3. Muncul benjolan pada daerah salah satu bibir vagina dalam, dan dapat bertambah besar dalam kurun waktu singkat (beberapa jam atau hari saja).
  4. Mengeluh nyeri ketika berjalan dan duduk.
  5. Terkadang merasa tidak nyaman di daerah selangkangan, paha, dan panggul.
  6. Suhu tubuh si penderita dapat meningkat ketika terjadi infeksi.
  7. Dalam beberapa kasus, terjadinya keputihan dan gatal pada daerah alat reproduksi juga menjadi salah satu ciri-ciri penyakit bartholonitis
  8. Jika sudah sangat parah dan bartholinis pecah vagina bisa saja akan terasa terbakar dibarengi oleh keluarnya cairan berbau yang terkadang bercampur darah dan nanah, bartholinis pecah ini dapat menyebabkan abses bartholin yang tentu saja ada perbedaan abses bartholin dengan kista bartholin.
  9. Rasa sakit saat berhubungan seksual karena disebabkan oleh pergesekan yang menyebabkan luka semakin parah.
  10. Terasa nyeri saat buang air kecil, karena penyakit ini adalah salah satu dari penyebab alat kelamin sakit saat buang air kecil.
  11. Muncul benjolan di sekitar vagina.
  12. Jika benjolan tidak terasa sakit dan benjolannya terasa lunak ketika disentuh, maka kemungkinan benjolan tersebut bukanlah kista bartholin yang terinfeksi, melainkan hanya kelenjar bartholin saja mengingat bentuk dari kelenjar bartholin sangat kecil.

Jika Anda mengalami ciri-ciri penyakit bartholinitis di atas, kemungkinan besar kelenjar bartholin Anda sedang terinfeksi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda tidak sedang terinfeksi oleh kista bartholinitis meskipun Anda mengalami ciri-ciri di atas tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut dan rutin, terutama pada daerah pinggul, oleh tenaga ahli medis memang sangat dibutuhkan untuk menentukan apakah kista bartholin memang sedang menyerang Anda atau tidak. Pemeriksaan oleh dokter juga diperlukan jika Anda mengalami tanda-tanda terkena penyakit kelamin lainnya.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Kista