Sponsors Link

8  Cara Terapi Urtikaria Secara Medis dan Secara Alami

Sponsors Link

Urtikaria merupakan masalah kesehatan yang berupa kelainan pada superfisial dermis, umum disebut biduran. Wujudnya serupa dengan bentol pada kulit. Anda harus waspada jika kulit sering bentol dan gatal. Kelainan kulit ini akan terasa gatal. Penyakit ini juga dapat dilihat memiliki batas yang jelas, dikelilingi dengan daerah eritematous, dan nampak pucat di bagian tengahnya. Kelainan ini bersifat sementara, tetapi akan mengalami gejala puncak selama 3-6 jam sebelum akhirnya menghilang dalam waktu 24 jam.

ads

Meskipun demikian urtikaria sangat mengganggu. Sebab, urtikaria bisa berlangsung selama seminggu. Ini berarti urtikaria yang anda alami merupakan urtikaria akut, bahkan bisa jadi urtikaria akan menetap sehingga menjadi urtikaria kronik. Lalu bagaimana cara mengatasi urtikaria? Ada sebuah terapi yang dapat mendukung proses penyembuhan kelainan urtikaria ini. berikut beberapa terapi yang dapat anda jalani untuk menjauhkan kulit dari urtikaria.

1. Mengurangi sensitifitas kulit terhadap alergen tertentu

Urtikaria dapat disebabkan oleh karena tengau debu di rumah, makanan, obat, jamur dan lain-lain. ketika seseorang memiliki alergi terhadap hal-hal tersebut, maka faktor resiko urtikaria semakin tinggi. Jadi, salah satu jalan untuk menghindarkan diri dari urtikaria ialah dengan mengurangi atau menghilangkan sama sekali kulit terhadap alergen terhadap tungau debu rumah, serbuk sari, makanan, obat, jamur udara, dan lain sebagainya. Intinya, makan makanan sehat untuk kesehatan kulit.

2. Pemberian Obat Antihistamin

Terapi urtikaria berikutnya yang dapat dilakukan secara medis ialah dengan mengonsumsi obat antihistamin. Obat ini dapat membantu menghentikan gatal-gatal dan mengurangi bilur yang muncul di kulit. akan tetapi, perlu diingat obat ini tidak dapat digunakan sebagai terapi urtikaria pada wanita hamil karena belum diketahui apakah obat ini aman untuk wanita hamil atau tidak. Sebagai langkah awal, anda  mungkin bisa mencoba antibiotik untuk biduran untuk mengatasinya.

3. Konsumsi Kortikosteroid

Terapi urtikaria berikutnya yang masih dengan memanfaatkan medis ialah dengan mengonsumsi kortikosteroid yang dapat mengurangi gejala biduran yang parah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja sistem kekebalan tubuh sehingga obat ini juga tidak cocok bila dikonsumsi dalma jangka panjang. Pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan efek samping seperti hipertensi, katarak, glaukoma, dan diabetes. Hindari juga makanan penyebab biduran supaya kondisi anda tidak semakin parah.

4. Antihistamin H1 dan H2

Untuk terapi urtikaria kronis anda akan membutuhkan obat antihistamin H1 dan H2 sekaligus. Keduanya dianjurkan untuk mengatasi gejala biduran yang muncul di kulit. Di mana obat akan bekerja mengatasi kemunculan ruam merah yang semakin parah. Sedangkan obat antihistamin H2 akan bekerja untuk menyempitkan pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya infeksi.

Sayangnya penggunaan obat ini memiliki efek samping berupa sakit kepala, diare dan pusing, sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsinya sepanjang waktu. Dikonsumsi saja saat dibutuhkan kemudian ketika gejala sudah menghilang, anda bisa berhenti mengonsumsi obat ini atau anda bisa menggantinya dengan obat biduran alami yang mudah ditemukan di sekitar anda.

5. Leukotriene receptor antagonists

Sponsors Link

Obat untuk terapi urtikaria kronis berikutnya ialah leukotriene receptor antagonists yang dapat membantu mengurangi dampak pembengkakan dan kemerahan pada kulit. efek samping mengonsumsi obat ini berupa mual dan sakit kepala, sehingga tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka waktu panjang.

6. Terapi dengan obat Omaluzimab

Untuk mengatasi Urtikaria kronis berikutnya bisa dengan mengonsumsi obat omaluzimab yang berperan untuk mengurangi jenis antibodi yang berperan menjadi penyebab biduran. Obat ini dikonsumsi dengan cara disuntikan ke bagian tubuh. Seperti obat yang lain, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang. Perhatikan tanda biduran akan sembuh setiap saat, sehingga anda tidak perlu terapi secara terus menerus.

7. Losion calamine

Bila urtikaria belum beranjak menjadi urtikaria kronis, anda pun bisa hanya menggunakan Losion calamine untuk mengatasinya. Losion ini akan membantu meredakan gatal. Cara kerjanya ialah dengan memberikan efek dingin pada kulit kulit.

Sponsors Link

Anda bisa menggunakannya dengan cara kocok losion agar racikannya dapat tercampur dengan rata, setelah itu tuangkan losion di kapas. Perlahan anda oleskan bagian kapas yang sudah mengandung losion ke bagian kulit yang biduran. Setelah itu diamkan sampai mengering. Kulit bayi sering bentol merah, jadi persiapkan juga losion calamine yang tepat untuk kulit bayi.

8. Kompres dengan Air dingin atau Es

Ada cara sederhana yang bisa dijadikan terapi urtikaria di rumah yakni dengan cara mengompres bagian tubuh yang mengalami biduran dan bentol dengan air dingin atau air es. Air dingin dan es dapat membantu meredakan iritasi. Keduanya juga dapat mengurangi rasa gatal. Akan tetapi, cara ini tidak menjamin kesembuhan. Bila urtikaria hanya bersifat sementara, cara ini bisa menghilangkannya. Akan tetapi jika urtikaria yang anda derita termasuk urtikaria kronis, anda harus mendapatkan obat atas resep dokter.

Demikian pemaparan tentang terapi urtikaria atau yang secara umum di Indonesia disebut penyakit kulit biduran. Paparan di atas adalah hal-hal umum yang harus anda ketahui. Untuk lebih detailnya silahkan tanyakan dokter yang lebih ahli. Semoga bermanfaat untuk mengatasi masalah anda.

Sponsors Link
, , , ,