Sponsors Link

17 Cara Menjaga Kebersihan Vagina Yang Baik, Benar dan Tepat

Sponsors Link

Menjaga kebersihan vagina merupakan salah satu hal peting yang harus dilakukan oleh setiap wanita baik sebelum ataupun sesudah menikah. Meskipun selalu tertutup, vagina merupakan organ reproduksi yang sangat rentan terkena bakteri dan penyakit yang berbahaya. Hal ini disebabkan batas antara vagina dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Akan tetapi banyak wanita yang kurang memperhatikan hal tersebut sehingga lebih mementingkan penampilan luar dibanding merawat bagian dalam tubuh. (baca juga: Makanan Sehat Untuk Kesehatan Kulit)

ads

Di dalam vagina terdapat 95% bakteri Lactobacillus dan 5% Patogen. Bila tingkat keasaman vagina menurun, vagina akan rentan mengalami infeksi. Vagina perlu dibersihkan dan dirawat karena setiap bulan wanita mengalami siklus menstruasi. Selain itu bagi wanita yang sudah menikah, aktifitas seksual juga berpotensi menularkan bakteri ke vagina. Vagina yang sehat akan meningkatkan kepercayaan diri dan keharmonisan rumah tangga.

Tips Menjaga Kebersihan Pada Bagian Kewanitaan 

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan vagina. Berikut adalah cara yang mudah menjaga kebersihan vagina yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Perbanyak minum air putih

Cara menjaga kebersihan vagina adalah dengan minum air putih minimal 8-10 gelas setiap hari atau setara 1,8-2 liter. Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat membuang bakteri, racun, dan gula ekstra dari tubuh yang berpotensi mengganggu kesehatan vagina. Apabila asupan air putih kurang, vagina akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan memicu keputihan. Seperti halnya kulit, vagina juga dapat mengalami dehidrasi atau kekeringan yang dapat menimbulkan rasa gatal pada vagina, iritasi, dan susah terangsang saat melakukan hubungan suami istri. (baca juga: Penyakit kurap kering)

  1. Gunakan celana dalam berbahan katun

Bahan katun paling direkomendasikan untuk pakaian dalam selain bahan satin dan nylon. Selain nyaman digunakan dan memiliki tekstur yang halus dan lembut, bahan katun dapat menyerap keringat karena memiliki pori-pori yang besar yang dapat memperlancar sirkulasi udara. Sirkulasi yang buruk akan menyebabkan vagina lembab karena udara di dalam vagina sulit bergerak dan keringat tidak terserap dengan baik. Kelembaban pada vagina berpotensi menghasilkan infeksi disebabkan jamur dapat berkembang biak dengan cepat di daerah yang lembab. Hindari penggunaan celana dalam g-string sebab celana dalam model g-string memudahkan bakteri pada anus berpindah ke vagina. Bakteri yang masuk melalui vagina ke rahim akan mengakibatkan radang panggul, sedangkan yang masuk ke kandung kemih akan mengakibatkan infeksi kandung kemih. Selain itu pada saat berolahraga, penggunaan celana g-string juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kulit bergesek yang memicu iritasi. (baca juga: Cara mengobati panu)

  1. Hindari menggunakan celana dalam yang ketat

Penggunaan celana dalam yang ketat dalam jangka waktu lama membuat sirkulasi darah terhambat dan yang lebih parah bisa menyebabkan kesemutan pada cara menjaga kebersihan vagina karena aliran darah tidak dapat mengalir dengan baik. Selain itu penggunaan celana dalam ketat juga beresiko menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan masalah pada kulit seperti infeksi pada vagina, ruam/bintik merah, dan gesekan pada kulit yang dapat menimbulkan luka pada vagina.

Artikel lainnya:

  1. Cuci pakaian dalam dengan benar
Sponsors Link

Pakaian dalam yang tidak dicuci dan dibilas dengan cara yang tepat akan berbahaya bagi kebersihan vagina. Bahan iritan yang ada di deterjen dan pengharum pakaian dapat menumbuhkan bakteri yang dapat menempel pada vagina. Berikut adalah cara mencuci pakaian dalam yang benar:

  • Tidak ditumpuk dengan pakaian lain. Hindari menumpuk pakaian dalam dengan pakaian lain untuk mencegah agar pakaian dalam tidak terkontaminasi pakaian lain. (baca juga: Penyakit kelamin wanita)
  • Segera cuci pakaian setelah digunakan. Pakaian yang telah digunakan seharian, sebaiknya segera diganti dan dicuci untuk menghindari bakteri berkembang biak di dalam pakaian.
  • Tidak direndam dengan pakaian lain. Pakaian dalam yang direndam dengan pakaian lain akan memudahkan terkontaminasi bakteri.
  • Keringkan pakaian dalam di bawah sinar matahari. Pakaian yang dijemur dibawah sinar matahari akan mengeringkan dengan sempurna dan terhindar dari tumbuhnya jamur.
  • Setrika pakaian dalam yang sudah kering sebelum digunakan. Suhu panas yang tinggi pada setrika dapat mematikan jamur yang menempel pada celana dalam. (baca juga: Penyakit kulit eksim)
  1. Konsumsi makanan yang sehat
ads

Pola makan yang bergizi dan seimbang dapat menjaga kesehatan vagina. Banyak faktor yang menyebabkan aroma tidak sedap pada vagina, salah satunya adalah mengkonsumsi daging terlalu sering. Aroma tidak sedap pada vagina akan mengurangi kepercayaan diri seseorang. Untuk menjaga aroma alami vagina, sebaiknya diimbangi dengan mengkonsumsi sayur dan buah segar setiap hari. Anti oksidan pada sayur dan buah segar dapat menjaga keseimbangan pH vagina. Berikut sayur dan buah segar yang dipercaya dapat menjaga kesehatan vagina:

  • Alpukat. Buah ini memiliki kandungan Vitamin E yang bermanfaat untuk mencegah kekeringan pada vagina dan mengandung lemak sehat yang melindungi dinding vagina. (baca juga: Jenis jenis penyakit kulit)
  • Ubi manis. Ubi manis mengandung vitamin A yang dapat membantu melancarkan urin dan menjaga hormon diproduksi dengan baik.
  • Bawang putih. Bawang putih merupakan penangkal jamur dan mikroba lain masuk kedalam vagina. Apabila dikonsumsi dalam takaran yang cukup, bawang putih mentah dapat mengobati infeksi.
  • Buah cranberry. Senyawa asam pada buah cranberry dapat menyeimbangkan kadar keasaman di vagina dan mampu mencegah infeksi jamur. (baca juga: Penyebab kutil kelamin)
  • Kacang dan biji-bijian. Berbagai jenis kacang dan biji-bijian mengandung vitamin E yang dapat menjaga kelembaban vagina. Makanan berbahan kedelai bermanfaat sebagai pelumas alami vagina.
  • Lemon. Vitamin C yang terdapat pada lemon dapat meningkatkan kekebalan vagina terhadap bakteri dan infeksi.
  • Yogurt. Perbanyaklah mengkonsumsi yogurt secara rutin sebab yogurt yang tidak terlalu manis dapat membantu meningkatkan bakteri baik di dalam vagina.
  1. Hindari membersihkan menggunakan sabun

Menjaga kebersihan vagina menggunakan sabun akan membuat kesehatan vagina terganggu. Sabun anti bakteri yang biasa dipakai sehari-hari untuk kulit memiliki kadar keasaman yang berbeda dengan kadar keasaman di dalam vagina. Sabun khusus kewanitaan berfungsi untuk mematikan bakteri, namun apabila sering digunakan, bakteri baik di dalam vagina akan ikut mati, dimana bakteri baik tersebut berfungsi mempertahankan keseimbangan vagina dan menjaga vagina tetap sehat. Bila akan menggunakan sabun khusus kewanitaan, cukup diusapkan sedikit ke bagian bibir vagina. Area bagian dalam vagina dapat membersihkan dengan sendirinya. (baca juga: Cara mengobati kulit kelamin secara alami)

  1. Hindari penggunaan wewangian

Hindari penggunaan produk yang mengandung pewangi pada vagina seperti tissue wangi, parfum, dan pembalut dengan aroma wangi. Ada kalanya wanita ingin membuat vagina beraroma harum, namun ternyata penggunaan produk pewangi hanya menutupi baunya tanpa menyembuhkan penyebabnya. Bahan kimia pada produk pewangi vagina dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif dan beresiko terkena infeksi jamur dan bakteri. Keseimbangan pH pada vagina akan terganggu dengan adanya aroma wangi buatan dan apabila digunakan jangka panjang malah akan memperburuk aroma vagina. (baca juga: Cara Menghilangkan Bau Pada Vagina)

  1. Menjaga kebersihan selama menstruasi

Kebersihan vagina harus lebih diperhatikan pada saat menstruasi. Basuh vagina menggunakan air hangat 2 kali dalam satu hari selama menstruasi. Gunakan pembalut yang memiliki daya serap yang tinggi, tipis, dan permukaannya lembut. Pembalut yang tidak dapat dengan segera menyerap darah akan menghasilkan bakteri pada vagina. Sebaiknya ganti pembalut secara teratur yaitu  setiap 3-4 jam sekali. Pembalut yang terkena gumpalan darah akan mengakibatkan gatal pada vagina. Penggunaan pembalut lebih dari 6 jam akan menyebabkan iritasi pada vagina dan lebih buruknya akan mengakibatkan penyakit herpes. Baca juga : Penyebab Gatal Pada Kemaluan Wanita

  1. Memangkas rambut kemaluan secara teratur
Sponsors Link

Bulu kemaluan berfungsi untuk melindungi organ intim kewanitaan, tapi tidak ada salahnya merapikan bulu kemaluan agar tidak menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun hindari mencukur rambut kemaluan sampai habis. Bulu kemaluan yang dibiarkan panjang akan menjadi sarang bakteri dan kuman penyakit. Agar tidak gatal setelah dicukur, lakukan pencukuran secara bertahap, cukurlah sesuai arah tumbuhnya rambut, dan gunakanlah alat cukur yang tajam, tidak berkarat, dan tidak digunakan bergantian oleh orang lain. Alat cukur yang tidak higienis dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Sedangkat alat cukur yang dipakai bergantian dengan orang lain akan memungkinkan tertularnya penyakit. (baca juga: Ciri-ciri sipilis)

  1. Bersihkan vagina setelah buang air dengan air bersih

Bersihkan selalu vagina setalah buang air kecil atau besar dengan membasuhnya menggunakan air bersih yang mengalir. Air tampungan biasanya menggandung jamur lebih banyak dibanding air yang mengalir. Cucilah daerah kewanitaan dengan air yang mengalir dari arah depan cara menjaga kebersihan vagina agar bakteri tidak langsung masuk ke vagina. Saat akan membasuh vagina, usap dengan arah yang benar yaitu dari arah depan ke belakang, jangan lakukan sebaliknya untuk menghindari bakteri berpindah ke vagina. Setelah itu bersihkan vagina menggunakan tisu kering dengan metode yang sama yaitu dari arah depan ke belakang. Tisu basah  tidak lebih baik dari air mengalir karena tisu basah mengandung bahan kimia yang dapat memicu iritasi pada vagina.

Artikel lainnya:

Dan masih ada beberapa banyak macam cara untuk menjaga kebersihan vagina anda sebagai berikut:

  1. Lakukan hubungan seksual yang aman. Hubungan seksual yang terlalu agresif dapat menimbulkan cedera pada vagina. (baca juga: Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual)
  2. Lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali oleh ginekolog untuk menghindari keterlambatan diagnosis penyakit pada vagina.
  3. Hindari mengkonsumsi gula secara berlebihan. Terlalu banyak gula dapat mematikan bakteri sehat yang ada di dalam vagina.
  4. Jangan menggunakan celana jeans dalam jangka waktu yang lama. Celana jeans memiliki pori-pori rapat yang dapat menghambat sirkulasi udara pada vagina. (baca juga: Cara mengobati bisul)
  5. Biasakan menyiram toilet menggunakan air bersih sebelum menggunakannya untuk menghindari kontaminasi bakteri dari pengguna toilet sebelumnya.
  6. Biasakan membersihkan vagina sebelum dan setelah melakukan hubungan seksual untuk menjaga vagina tetap sehat dan mencegah dari infeksi saluran kencing.
  7. Lakukan senam kegel. Senam kegel bermanfaat untuk mencegah turunnya dinding vagina yang biasa terjadi pada wanita yang sudah melahirkan atau wanita berusia lanjut. (baca juga: Gejala cacar air)

Demikian cara menjaga kebersihan. Tidak sulit dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kan? Mulailah menerapkannya sejak dini untuk menghidari berbagai macam penyakit.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan