Sponsors Link

9 Cara Mengobati Gudik Bernanah Agar Cepat Sembuh

Sponsors Link

Gudik atau disebut juga kudis dalam bahasa medis dinamakan skabies termasuk salah satu dari jenis-jenis penyakit kulit. Gudik atau skabies ini merupakan salah satu penyakit kutu yang menyerang manusia. Pada awalnya gudik mengenai manusia dengan ciri khas sering mengalami gatal pada malam hari. Namun dalam keadaan lanjut kadang sampai timbul gelembung berisi cairan bahkan biasanya dapat timbul nanah. Munculnya nanah ini merupakan tanda terjadinya infeksi sekunder yang biasanya akibat terjadinya iritasi pada kulit. Oleh karenanya sbeelum semakin parah, kita perlu mengetahui cara mengobati gudik bernanah.

ads

Gudik atau skabies termasuk dalam penyakit infeksi. Namun penyebab penyakit scabies adalah kutu, dalam hal ini kutu sebagai parasit dan menumpang hidup dengan merugikan inangnya (manusia). Sebenarnya terdapat beberapa jenis penyakit kutu yang sering mengenai manusia. Semuanya secara umum dibedakan berdasarkan jenis kutunya serta kebiasaan area tubuh yang sering terkena infeksi kutu ini.

Jenis kutu yang menginfeksi manusia

Secara umum kutu yang mengenai manusia ada beberapa  jenis, dan kutu-kutu ini bertahan hidup dengan menumpang pada manusia. Umumnya kutu-kutu ini tidak dapat bertahan diluar tubuh manusia. Kutu ini hanya bisa hidup pada manusia dan tidak berpindah kepada hewan-hewan.

  • Pediculus Humanus Capitis

Pediculus humanus capitis merupakan salah satu jenis kutu yang menginfeksi manusia yang disebut kutu rambut kepala. Kutu ini menginfeksi manusia dan berkembang pada area rambut kepala (sesuai namanya yaitu capitis). Penularannya pada manusia melalui penggunaan sisir dan topi yang sama oleh banyak orang. Kutu ini sering ditemukan dan sering menggigit pada area rambut bagian belakang kepala hingga tengkuk.

  • Pediculus Humanus Corporis

Kutu ini disebut sebagai kutu badan. Telur-telurnya diletakkkan dan menempel pada rambut maupun serabut pakaian. Kutu ini ditularkan secara langsung baik melalui sentuhan atau kontak langsung, atau penggunaan pakaian secara bersama. Kutu badan ini sering ditemukan pada rambut dada, ketiak, dan juga daerah pakaian yang sering melekat dengan badan.

  • Phthirus Pubis

Pthirus pubis menginfeksi manusia terutama pada daerah kemaluan. Phthirus pubis atau kutu kemaluan ini sering mengifeksi atau berpindah saat aktivitas seksual, serta kadang-kadang juga dapat melalui pakaian dan tempat tidur. Kutu ini bertahan hidup pada daerah rambut kemaluan, walaupun kadang-kadang dapat ditemukan juga pada daerah kumis atau bulu mata.

  • Sarcoptes Scabiei

Kutu ini berbeda dengan 3 jenis kutu yang disebutkan diatas. Kutu ini menyebabkan penyakit skabies, atau disebut juga gudik atau kudis. Kutu ini memiliki ukuran lebih kecil dari ketiga kutu diatas, sehingga untuk melihatnya biasanya memerlukan bantuan mikroskop. Kutu ini mempunyai ciri suka membuat terowongan di bawah kulit (menggali atau membuat lubang) dan meletakkan telurnya dalam terowongan tiap hari. Cara mengobati gudik adalah dengan cara membunuh kutu scabies ini.

Penyakit Gudik atau Skabies

Gudik atau skabies merupakan penyakit kutuan yang dapat mengenai segala usia baik perempuan maupun laki-laki, namun kasusnya paling banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Penyakit ini sering ditemui di daerah tropis seperti Indonesia dengan resiko tinggi pada tempat-tempat tinggal yang ramai seperti kos atau asrama. Selain itu faktor kebersihan lingkungan rumah dan pakaian memudahkan perpindahan penyakit ini pada orang lain.

Sponsors Link

Gudik memiliki gejala gatal terutama pada malam hari, dikarenakan kutunya lebih aktif pada malam hari. Kutu ini sering membuat terowongan dibawah kulit, hingga tidak jarang pada ujungnya terdapat benjolan berupa kantong cairan. Kutu ini sring mengenai pada area sela jari atau bagian lipatan tubuh lain seperti lipatan paha dan ketiak. Kadang orang yang datang berobat ke dokter mengaku dirumahnya juga ada orang yang mengalami keluhan yang serupa. Tidak jarang gelembung cairan yang terbentung mengalami infeksi tambahan atau infeksi sekunder kemudian menjadi berisi nanah.

Pengobatan Gudik atau Skabies

Sebelum mengobati gudik tersebut, pastikan tidak ada sisa kutu yang masih berada disekitar kita. Kita bisa melakukan pembersihan pada daerah rumah, kamar serta perabot dan pakaian. Agar ketika sembuh, kutu tersebut tidak berpidah kembali ke kita. Cara yang dapat dilakukan misalnya:

  • Menyapu seluruh lantai rumah atau kamar. Bila perlu gunakan juga alat penyedot debu (vakum) termasuk pada sofa atau karpet.
  • Jemur kasur, bantal dan guling dibawah sinar matahari
  • Bersihkan tirai rumah/kamar, sprei, selimut, pakaian dan lain sebagainya. Rendam terlebih dahulu dalam air panas, lalu cuci bersih dan jemur dibawah sinar/panas matahari. Perabotan seperti sprei, selimut, pakaian, dan tirai sebaiknya sering di ganti yang bersih dan yang kotor dibersihkan.
  • Bersihkan lemari, dan beri anti lembab dan kamper bila perlu.
Sponsors Link

Apabila lingkungan sudah bebas dari kutu, maka pengobatan bisa dilakukan segera. Pengobaatan gudik bernanah harus mengobati dulu penyebabnya, agar nanahnya bisa diobati sampai sembuh. Ketika gudik disertai dengan nanah, maka cara mengobati gudik bernanah adalah dengan menggunakan obat oles untuk gudik agar membunuh tungau atau kutunya, ditambah dengan obat untuk mengobati nanahnya berupa obat minum seperti pemberian antiobiotik. Salain itu biasanya juga ada beberapa pengobatan sebagai Cara Menghilangkan Bekas Gudik. Prinsip pengobatan gudik bernanah sendiri dapat dilakukan seperti dibawah:

  • Pengobatan gudik biasa secara umum menggunakan obat oles seperti krim permetrin, gameksan, benzil benzoat, malathion dan sulfur. Obat obat tersebut secara umum digunakan sebagai obat untuk pemakaian luar.
  • Cara menggunakan obat oles pada daerah kulit yang terkena gudik yang digunakan kurang lebih dioles 8 jam dan tidak boleh terhapus (lebih bagus jika dapat sampai 24 jam), oleh karenanya sering digunakan sebelum tidur.
  • Pemakaian obat oles tersebut sebaiknya di ulangi kembali satu minggu kemudian. Hal ini bertujuan mencegah sisa kutu yang bertahan hidup, agar tidak terjadi kekambuhan ulang.
  • Bila gudik disertai nanah, dapat diberikan antibiotik minum seperti cefadroxil yang diminum 2 kali sehari selama 7 hari.
  • Apabila penderita gudik tidak tahan dengan rasa gatal, maka dapat meminum antihistamin oral seperti cetirizin. Obati juga anggota keluarga yang lain.

Demikian beberapa cara untuk pengobatan dalam gudik yang terjadi bernanah agar bisa anda lakukan segera dan bisa langsung cepat sembuh.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan