Sponsors Link

15 Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual Pada Wanita dan Pria

Sponsors Link

Sering mendengar istilah penyakit menular seksual? Penyakit menular seksual atau PMS merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus dan ditularkan dari satu individu ke individu lain melalui hubungan seksual. Hubungan seksual yang dimaksud bukan hanya melalui vagina, tetapi juga yang dilakukan melalui anus (dubur) dan oral (mulut). Beberapa jenis penyakit menular seksual  yaitu gonore, ciri-ciri sifilis, kutil kelamin, HIV, dan Hepatitis B.

ads

Ternyata penyakit menular seksual tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah penderita dan bisa juga ditularkan ibu ke bayi melalui air susu. Siapapun rentan tertular penyakit menular seksual, baik pria maupun wanita, single ataupun menikah. Penting untuk mengetahui bagaimana mencegah penyakit menular seksual, berikut merupakan cara untuk mencegah penyakit menular seksual:

  1. Vaksinasi

Vaksin merupakan cara yang efektif, aman, serta direkomendasikan untuk cara mencegah penyakit menular seksual. Vaksin bekerja secara preventif atau sifatnya mencegah penularan dengan membentuk kekebalan tubuh terhadap bakteri atau virus penyebab PMS. Namun jika sudah tertular PMS, vaksin tidak mampu menyembuhkan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit menular seksual bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin yang bisa dilakukan adalah vaksin HPV (Human Papilloma Virus) serta hepatitis B. Vaksin HPV direkomendasikan untuk perempuan berusia 10-55 tahun. Keduanya dilakukan sebanyak 3 kali, vaksin pertama dapat dilakukan kapan saja, vaksin kedua dilakukan 1 bulan setelah vaksin pertama, dan vaksin ketiga dilakukan 6 bulan setelah suntikan vaksin ketiga. (baca juga: Cara Menghilangkan Bau Pada Vagina)

  1. Menghindari penggunaan jarum yang sama secara bergantian

Virus penyebab HIV dan hepatitis B tidak hanya hidup di cairan mani penderitanya. Virus juga terdapat di semua cairan tubuh penderita seperti ASI dan darah. Pemakaian benda tajam seperti jarum suntik dan jarum untuk memasang tattoo secara bersamaan beresiko menularkan PMS seperti HIV dan hepatitis B. Jarum yang melukai kulit penderita PMS akan membawa darah yang mengandung bakteri atau virus penyebab PMS, dan akan menularkan kepada orang lain jika jarum tersebut digunakan kembali. Sebelum menerima tindakan invasif seperti suntikan atau memasang tattoo, pastikan jarum yang digunakan adalah jarum baru dan steril.

  1. Tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah

Hubungan seksual di luar nikah merupakan salah satu bentuk unsafe sex atau hubungan seksual tidak aman yang berisiko menularkan penyakit menular seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% pelaku hubungan seksual di luar nikah positif tertular gonore dan HIV. (baca juga: Penyebab Kutil Kelamin)

  1. Tidak berganti-ganti pasangan

Sudah sangat lazim bahwa orang yang berganti-ganti pasangan memiliki risiko tertular PMS lebih tinggi. Hal ini terjadi karena orang yang menjadi partner seksualnya juga melakukan hubungan seksual dengan berbagai orang yang mungkin saja memiliki penyakit menular seksual. Sehingga memungkinkannya penularan PMS yang berantai kepada siapapun yang menjadi partner seksual penderita PMS. (baca juga: Penyakit Kulit Eksim)

  1. Memperbaiki kualitas hubungan dengan pasangan

Hubungan seksual yang baik adalah ketika dua pihak merasa cukup dan puas. Mencegah PMS bisa dimulai dari memperbaiki kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Lakukan foreplay yang intim, goda pasangan dengan lingerie, serta atur variasi posisi sehingga hubungan seksual berkesan bagi pasangan. Hal ini akan membuat pasangan selalu rindu dengan permainan seks anda sehingga mencegahnya berpikir untuk mencari kepuasan di tempat lain. (baca juga: Penyakit Kurap Kering)

Sponsors Link

  1. Menjaga komunikasi dengan pasangan

Bagi pasangan yang sudah menikah, menjaga komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai terjadi miskomunikasi termasuk dalam hubungan seksual. Pasangan terkadang menginginkan hubungan seks, namun tidak berani mengungkapkan atau mengurungkan niatnya karena melihat anda sedang lelah. Komunikasikan dengan baik bersama pasangan apa yang menjadi keinginan anda, apakah pasangan keberatan. Hal ini juga bisa mencegah pasangan mencari kepuasan seksual di tempat lain.

  1. Tidak melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis

Penyakit menular seksual tidak hanya terjadi pada heteroseksual atau yang berbeda jenis. Pasangan homoseksual terutama gay juga memiliki risiko tinggi tertular. Menurut hasil riset yang dipublikasikan pada sebuah jurnal epidemiologi internasional, hubungan seksual yang dilakukan melalui anus (anal sex) memiliki risiko 18% lebih besar untuk terinfeksi HIV dari pasangan yang memiliki HIV AIDS. Jika merasa memiliki ketertarikan dengan sesama jenis, konsultasikan diri ke psikiater. Karena kelainan ini dapat disembuhkan dengan kemauan dan bantuan dari ahli yang mumpuni di bidang kejiwaan. (baca juga: Penyebab Penyakit Scabies)

ads
  1. Menjaga kebersihan area reproduksi

Infeksi jamur juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Menjaga area reproduksi penting untuk mencegah tumbuhnya jamur. Disarankan mengganti celana dalam 2-4 kali sehari. Praktikkan juga cara mencuci kemaluan yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Anus merupakan tempat pembuangan feses sehingga banyak bakteri yang berada di anus. Jika bakteri ini ikut terbawa ke area repoduksi sewaktu mencuci setelah buang air maka akan menyebabkan infeksi pada area reproduksi.

  1. Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja

Bagi anda yang memiliki pekerjaan dengan kontak tinggi terhadap darah maupun cairan tubuh, gunakanlah alat pelindung diri untuk memproteksi diri dari PMS yang ditularkan melalui darah/cairan tubuh ke permukaan kulit yang tidak utuh. (baca juga: Cara Mengobati Kutil Kelamin Secara Alami)

  1. Memperkaya pengetahuan mengenai penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual merupakan penyakit serius yang jika tidak dicegah atau ditangani bisa berakibat fatal. Cobalah mencari pengetahuan tentang PMS sehingga bisa mengetahui penting apa dampak sebelum melakukan seksual anda. (baca juga: Penyakit Kelamin Wanita)

  1. Hindari mencari kepuasan seksual di tempat prostitusi

Jangan sekali-kali mencoba mencari kepuasan seksual di tempat-tempat prostitusi atau lokalisasi. Setiap tahunnya, kejadian penyakit menular seksual di kalangan pekerja seks komersial selalu meningkat. Lalu, sekitar 95% pekerja seks komersial menderita penyakit menular seksual karena tingginya aktivitas seksual yang dilakukan oleh partner seks yang berbeda-beda. Pekerja seks komersial yang menderita PMS akan dengan mudah menularkan penyakitnya kepada siapapun yang menjadi partner seksnya.

  1. Setia dengan pasangan

Jika anda sudah menikah, maka setialah dengan pasangan anda dan pastikan pasangan anda juga setia. Hal ini menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual karena cara mencegah penyakit menular seksual anda hanya berhubungan dengan satu orang yang tidak membawa penyakit menular seksual. Kebosanan di dalam hubungan pernikahan merupakan hal yang wajar. Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan bersama pasangan, buat kejutan untuk pasangan. Hal ini akan membuat anda jatuh cinta lagi dengan pasangan dan enggan untuk berpaling ke lain hati. (baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Kulit)

  1. Rencanakan kehamilan dan kelahiran

Jika anda atau pasangan memang sedang terinfeksi penyakit menular seksual, alangkah lebih baik untuk menunda kehamilan sementara sampai penyakit sembuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan PMS kepada bayi yang akan dilahirkan. Jika memang PMS baru diketahui di masa kehamilan, konsultasikan kepada dokter kandungan untuk pengobatannya dan metode bersalin yang baik untuk mencegah penularan kepada bayi anda. (baca juga: Cara Menghilangkan Keloid)

Sponsors Link

  1. Konsultasi ke dokter

Jika anda merasa mengeluhkan tanda-tanda seperti keputihan berbau dan gatal segeralah berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan agar mengetahui lebih pasti apakah keputihan yang dialami adalah normal atau tidak normal. Konsultasikan juga pasangan anda kepada dokter agar mencegah terjadinya fenomena ping-pong. Fenomena ping-pong terjadi jika anda telah sembuh dari PMS namun pasangan anda masih terkena, maka pasangan anda akan menularkan kembali kepada anda. (baca juga: Makanan Sehat Untuk Kesehatan Kulit)

  1. Abstinensia

Ini merupakan jalan terakhir untuk menghindari penyakit menular seksual, yaitu abstinensia atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Hal ini dilakukan bila pasangan anda terdiagnosa menderita penyakit menular seksual untuk melakukan cara mencegah penyakit menular seksual.

Itulah cara untuk mencegah penyakit menular seksual baik kepada laki-laki, perempuan, serta kaum muda sampai dewasa. Jika anda pasangan yang sudah menikah, maka pencegahan penyakit menular seksual merupakan usaha dan tanggung jawab bersama, bukan hanya salah satu pihak. Sayangi diri, pasangan, dan masa depan anda. Jangan sampai kesenangan yang hanya bersifat sementara sampai merusak hidup dan masa depan anda, bukan?

Sponsors Link
, , ,




Oleh :
Kategori : Pencegahan