Sponsors Link

5 Cara Mencegah Hematospermia yang Wajib Dilakukan

Sponsors Link

Apakah Anda pernah mengalami suatu keadaan di mana air mani bercampur darah ketika berejakulasi? Itu tandanya Anda sedang terserang gejala hematospermia. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena gejala ini bukan merukapan suatu gejala penyakit kelamin yang menandakan adanya penyakit serius. Terlebih lagi jika Anda adalah pria sehat yang berusia di bawah 40 tahun, hematospermia dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya penanganan khusus.

ads

Kendati demikian, hematospermia adalah tanda-tanda terkena penyakit kelamin yang jangan terlalu diabaikan, karena jika terjadi dalam waktu berkepanjangan bisa jadi menjurus kepada penyakit berbahaya. Alangkah baiknya jika kita tidak melakukan hal yang dapat memicu hematospremia muncul. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah hematospermia yang dapat dilakukan:

1. Jangan melakukan masturbasi yang berlebihan

Ketika melakukan aktivitas masturbasi yang berlebihan, sistem saraf pusat berada dalam keadaan tereksitasi untuk waktu yang lama. Sistem genitourinaria atau sistem perkemihan juga akan macet jika bermasturbasi berlebihan. Akibatnya, pembuluh darah kecil akan pecah yang akan mengakibatkan terjadinya darah bercampur dengan sperma.  Selain itu, masturbasi yang berlebihan juga dapat mengakibatkan lecet pada kulit kelamin pria. Maka dari itu, menghindari melakukan aktivitas masturbasi yang berlebihan adalah salah satu cara mencegah hematospermia.

2. Berhubungan seksual yang lebih teratur

Salah satu penyebab hematospermia adalah karena berhubungan seks yang berlebihan atau tidak melakukan hubungan seks dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengatur tingkat frekuensi berhubungan seksual yang moderat dan teratur agar terhindar dari gejala hematospermia.

3. Hindarilah melakukan coitus interruptus yang berlebihan

Coitus interrustus (senggama terputus) atau interrupted sex adalah keadaan ketika organ reproduksi pria dikeluarkan dari organ reproduksi wanita sebelum ejakulasi, atau istilah umumnya adalah “keluar di luar”. Senggama terputus biasanya dilakukan oleh pasangan yang ingin menghindari kehamilan. Namun, masih banyak yang belum tahu bahwa jika melakukan interrupted sex terlalu sering dapat menyebabkan hematospermia dan penyakit kelamin lainnya, seperti lesi atau luka borok pada alat kelamin.

4. Hindari seks bebas

Seks bebas dapat menyebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS). Penyakit menular seksual seperti macam-macam penyakit herpes atau kencing nanah merupakan salah satu penyebab utama dari kasus hematospermia. Meemerhatikan kesehatan pasangan sebelum berhubungan badan juga sangat dianjurkan untuk menghindari resiko terkena hematospermia.

5. Mulailah hidup sehat

Bukan hanya sebagai cara mencegah hematospermia saja, hidup sehat juga menjadi gerbang utama untuk memiliki tubuh yang sehat dan kuat, sehingga kualitas hidup yang lebih baik dapat mudah dicapai. Pola makan yang sehat dan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang bagi tubuh adalah ciri gaya hidup sehat. Selain itu, lakukanlah olahraga teratur minimal sehari dalam seminggu agar daya tahan tubuh meningkat. Mengonsumsi suplemen kesehatan juga boleh jika memang diperlukan. Dengan hidup sehat, akan mengurangi resiko untuk terjangkit gejala hematospermia.

Itulah beberapa cara mencegah hematospermia yang wajib dicoba agar terhindar dari gangguan ejakulasi ini. Pada akhirnya, mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. Namun, jika Anda mencari cara lain untuk mengobati hematospermia selain menggunakan obat yang dianjurkan oleh ahli medis, obat tradisional hematospermia dapat menjadi alternatif pilihan Anda. Perlu diketahui bahwa hematospermia juga menjadi tanda kanker prostat, terutama bagi pria yang berumur di atas 40 tahun yang dapat diredakan dengan obat tradisional kanker prostat.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan