Sponsors Link

11 Cara Membersihkan Kemaluan Setelah Haid dengan Benar dan Mudah

Sponsors Link

Menstruasi adalah proses meluruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang mengandung pembuluh darah pada wanita karena sel telur yang tidak dibuahi. Darah yang keluar ketika menstruasi adalah darah kotor yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Ketika seorang wanita mengalami menstruasi biasanya mereka mengalami sakit perut yang luar biasa, badan terasa pegal-pegal, dan banyak memproduksi minyak yang menjadi pemicu tumbuhnya jerawat. Anemia juga bisa terjadi pada wanita saat menstruasi, karena banyaknya darah yang keluar membuat kekuatan fisik menjadi berkurang hingga dapat pingsan ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga.

ads

Tidak jarang kebanyakan wanita mengeluhkan hal ini, hingga membuat mood begitu berantakan. Ini adalah sakit yang tak bisa dijelaskan dengan alur cerita bagaimanapun. Selang 2 atau 3 hari sakit perut serta pegal-pegal pada seluruh tubuh akan berkurang, ini disebabkan karena peluruhan darah di dinding sel telah keluar dengan lancar. Banyak wanita yang belum mengetahui bagaimana cara merawat kebersihan vagina dengan baik dan benar, berikut penjelasannya agar kita semakin paham tentang cara merawatnya:

  1. Selalu bersihkan vagina setiap mandi pagi dan sore hari

Hal ini bertujuan agar vagina terhindar dari bakteri. Air yang digunakan untuk mencuci vagina juga tidak boleh sembarangan, harus air bersih yang tidak terkontaminasi dengan apapun. Jangan sekali-kali gunakan air hujan untuk membersihkannya. Sebenarnya tidak ada yang salah ketika membersihkannya juga pada siang hari, justru malah membuat vagina semakin bersih.

  1. Ganti celana dalam setiap 2 kali sehari

Kuman dan bakteri sangat menyukai tempat yang lembab serta berbau. Apalagi jika sedang menstruasi, maka kuman juga senang menghinggapi vagina apabila pembalut dalam keadaan tidak bersih. Celana yang kurang bersih juga bisa menjadi penyebab gatal pada kemaluan wanita. Seperti infeksi bakteri, penyakit menular seksual dan keputihan pada vagina. Jangan pernah menggaruk bagian yang gatal dengan kuku atau dengan kuat-kuat, karena akan membuat kulit di sekitarnya menjadi terinfeksi dan timbul uka.

  1. Jangan gunakan pembalut beraroma

Pembalut yang sehat adalah pembalut yang tidak berbau, namun bukan berarti berbau apek atau semacamnya. Pembalut yang berbau wangi telah tersentuh oleh obat-obatan kimiawi yang justru bahaya bagi cara membersihkan kemaluan setelah haid itu sendiri.

  1. Cuci vagina dengan sabun mandi jangan gunakan sabun kewanitaan

Usahakanlah jangan mencuci vagina menggunakan sabun kewanitaan dengan embel-embel anti bakteri atau apapun. Karena sebenarnya sabun tersebut akan membuat vagina memiliki pH yang tidak seimbang. Cuci vagina menggunakan air bersih yang benar-benar tidak tercampur apapun.

  1. Jangan terlalu sering mencukur bulu-bulu air

Kebiasaan yang tidak pernah kita sangka akibatnya ini masih banyak dilakukan oleh kaum wanita. Cukup mencukurnya setelah haid selesai, atau bisa mencukurnya dalam kurun waktu berapa minggu sekali dan jangan habiskan bulu-bulu air. Karena ia bermanfaat untuk menjaga vagina dari masuknya bakteri ke area yang lebih dalam dan intim.

Menjaga kesehatan vagina adalah kewajiban. Apalagi setelah masa menstruasi selesai. Kita harus membersihkan badan serta kelamin hingga benar-benar bersih sebelum melakukan ibadah bagi kaum muslim yang tadinya sempat terhenti. Agar vagina benar-benar bersih, maka caranya adalah :

  • Cuci tangan sebelum membersihkan vagina

Ini ditujukan agar kuman yang tadinya menempel pada telapak tangan hilang. Dianjurkan untuk mencucinya dengan sabun. Karena air saja tidak cukup membunuh kuman-kuman yang membandel. Cara membersihkan kemaluan setelah haid gunakan sabun mandi atau sabun khusus cuci tangan, jangan sesekali menggunakan sabun detergen atau sabun colek. Karena bahan kimia yang terkandung didalamnya jelas berbeda dengan sabun antiseptik. Hindaari penggunaan hand sainitiser, karena di dalamnya mengandung obat kimia yang berbahaya bagi kesehatan vagina.

Sponsors Link

  • Bersihkan vagina dari depan hingga belakang

Membersihkannya dengan bersih serta menyeluruh bertujuan agar sisa darah yang masih menempel dapat terangkat dan vagina dalam keadaan bersih seperti sebelum menstruasi. Bersihkan dari arah belakang ke depan atau sebaliknya hingga terasa bersih. Gunakan air hangat agar vagina juga terasa nyaman.

  • Cukur bulu-bulu air seperlunya

Bulu-bulu air memiliki fungsi sebagai penangkal kuman, bukan berarti malah membuat vagina menjadi jorok. Sama seperti bulu hidung yang menangkal masuknya debu pada hidung. Pastikan juga membersihkan alat cukur hingga benar-benar bersih, karena akan sama saja jika alat yang digunakan tidak bersih maka kebersihan vagina juga tidak terjamin. Buang saja alat cukur yang sudah mulai berkarat.

  • Setelah kemaluan bersih, jangan dulu menggunakan celana dalam

Sebelum menggunakan celana dalam sebaiknya vagina dikeringkan terlebih dahulu menggunakan kain kering bersih atau handuk kecil. Handuk tersebut juga bisa direndam dulu dengan air hangat, agar vagina juga terasa nyaman. Kemudian baru gunakan celana dalam, kebersihan celana dalam juga tetap harus diperhatikan. Seperti ketika mencuci tidak mencampurnya dengan baju lain, karena keringat atau kotoran debu yang menempel akan menyebar ke celana dalam.

  • Gunakan pembalut tipis atau panty liner ketika darah kembali keluar.

Tidak jarang para wanita mengalami hal ini, yakni setelah vagina dibersihkan ketika mandi besar beberapa jam setelahnya timbul flek darah yang membuatnya harus kembali dibersihkan. Jika darah yang keluar tersebut sedikit, maka gunakanlah panty liner agar darah tetap terserap. Hindari memakai celana dalam tanpa lapisan pembalut tipis ini, karena dikhawatirkan darah akan menyerap pada celana dalam dan membuatnya susah dicuci, akibatnya celana dalam tidak dalam keadaan bersih ketika akan digunakan kembali.

  • Cuci tangan dan kaki setelah membersihkan vagina
ads

Ini adalah langkah terakhir yang wajib juga dilakukan. jangan sampai anda lupa atau kelewatan melakukannya, karena darah yang tersisa pada tepak tangan akan membuat rasa tidak nyaman ketika anda makan atau beraktifitas. Darah yang dihasilkan dari menstruasi memiliki aroma yang kurang sedap, sehingga perlunya menggunakan sabun setelah membersihkan vagina. Membersihkan telapak kaki juga perlu dilakukan agar darah yang tadi tersiram air dan mengenai kaki anda dapat hilang, intinya adalah bersihkan tubuh anda di bagian manapun ketika mandi besar.

Akibat Terjadi Penyakit Seksual

Dari penjelasan diatas, tentunya kita telah paham betapa pentingnya memahami cara menjaga kebersihan vagina secara baik dan benar. Semua dilakukan agar kita terhindar dari penyakit menular seksual yang berbahaya. Seperti gonore, sifilis, klamidia, kutil kelamin dan lain-lain. Cara penularan penyakit menular seksual misalnya:

  1. Sering bergonta-ganti pasangan

Kebiasaan tidak setia pasangan terbukti berpengaruh pada menularnya penyakit seksual yang menjangkit kaula muda saat ini. Apalagi jika salah satu pelaku seksual memiliki riwayat penyakit menular seksual. Maka pasangan anda akan dengan mudah tertular penyakit. Di kalangan anak muda lainnya mungkin bergonta-ganti pasangan bisa menimbulkan kenikmatan yang tidak monoton, namun sebaiknya kita pikirkan risiko yang mungkin terjadi.

  1. Melakukan hubungan sesama jenis

Hubungan sesama jenis kaum homoseksual dan lesbian juga menjadi cara penularan penyakit menular seksual yang paling banyak terjadi. Jika pada pasangan hetero saja penyakit dapat tertular, maka bukan tidak mungkin pelaku seks sesama jenis mengalami hal yang sama.

  1. Melakukan hubungan tanpa pengaman

Pengaman seperti kondom memiliki bentuk minimalis namun berfungsi maksimal. Selain untuk menunda kehamilan, kondom juga berguna untuk menangkal penyakit menular yang mungkin ditularkan. Namun banyak juga yang tidak menghiraukan hal sepele ini. Padahal cara menggunakannya tidak butuh waktu lama, tidak sulit, tidak berbahaya dan mudah sekali digunakan. Jika anda sudah terkena penyakit kelamin, maka keharusan bagi anda untuk menggunakan pengaman. Manfaat akan dirasakan oleh anda dan pasangan. Namun akan lebih baik jika anda tidak melakukan hubungan seksual dahulu sampai penyakit adan benar-benar sembuh, karena ditakutkan akan timbul rasa nyeri yang teramat sakit.

  1. Melakukan hubungan di luar nikah

Sebelum seseorang melakukan pernikahan, biasanya calon mempelai wanita dianjurkan untuk suntik vaksin agar terhindar dari virus atau bahkan penyakit seksual menular yang mungkin dihinggapi calon manten laki-laki. Dari hal ini kita tentu tahu bahwa hubungan di luar nikah sangatlah berbahaya.

  1. Tidak membersihkan diri setelah menstruasi

Darah menstruasi yang tidak dibersihkan atau sudah dibersihkan namun masih meninggalkan sisa, nantinya akan menjadi bibit penyakit. Contoh kecilnya adalah vagina terserang penyakit kelamin wanita yang sulit disembuhkan.

  1. Tidak sunat bagi pria
Sponsors Link

Sunat dapat menghindarkan pria dari saluran kemih, menjaga kebersihan organ vital dan terhindar dari virus berbahaya penyebab penyakit kelamin. Sunat tidak mengurangi kejantanan seorang pria, justru jika tidak sunat tubuh akan mudah terserang penyakit.

  1. Penggunaan bersama jarum suntik

Jarum suntik yang dimaksud dalam kasus ini adalah jarum suntik medis, alat tattoo atau jarum narkoba. Sebaiknya setiap satu jarum suntik digunakan oleh satu orang dalam satu kali suntik, karena misalkan pengguna memiliki penyakit menular seksual tidak menyebar ke pengguna yang sehat. Dan jangan lupa hindari jaug-jauh penggunaan narkoba jenis apapun.

  1. Penggunaan celana dalam, handuk, dan sikat gigi bersama

Benda-benda pribadi ini sebaiknya dicuci dengan bersih sebelum kembali digunakan. Juga jangan menggunakannya bersama teman atau keluarga sekalipun. Karena virus dapat mudah sekali menyebar melalui mulut, alat kemaluan bahkan kulit sekalipun.

  1. Penggunaan bersama kamar mandi dengan penderita penyakit menular seksual

Seseorang yang sehat saja menyiram air kencingnya dengan tujuan menghindari bau tidak sedap dan agar kebersihan kamar mandi tetap terjaga. Penderita yang memiliki penyakit kelamin sebaiknya menyiram baik-baik bekas air kencingnya, jika perlu jangan gunakan kamar mandi bersama untuk menghindari risiko penularan pada orang lain.

  1. Kontak fisik dengan penderita kutil kelamin

Penderita kutil kelamin dan herpes merupakan penyakit kulit yang dapat menular ke orang lain. Cara penularannya adalah dengan sentuhan fisik. Apalagi jika sentuhan tepat pada luka atau lepuhan kutil itu sendiri. Cara mencegah penyakit menular seksual bisa dilakukan oleh penderita, misalnya jangan berinteraksi dengan orang sehat dan beristirahat cukup dan melakukan pengobatan di rumah. Dengan begitu risiko tertularnya penyakit juga semakin kecil.

Demikian itulah beberapa pembahasan tentang membersihkan kemaluan yang terjadi setelah haid, yang bisa anda lakukan untuk bisa terhindar dari penyakit kelamin.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan