Sponsors Link

Cairan Bening Keluar dari Kemaluan Wanita: Penyebab, Bahaya dan Penanganannya

Sponsors Link

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang sangat membutuhkan perhatian dalam perawatannya. Terkadang, beberapa hal terjadi pada kemaluan wanita tanpa diketahui penyebab dan akibat yang akan ditimbulkan. Apabila tidak memiliki pengetahuan yang cukup, maka akan berdampak buruk bagi kerja sistem reproduksi itu sendiri.

ads

Keluarnya cairan pada kemaluan merupakan hal wajar yang dialami sebagian besar wanita. Hal ini berfungsi untuk membersihkan daerah kewanitaan. Dengan mengeluarkan cairan, maka bakteri-bateri berbahaya dan sel yang tidak dibutuhkan akan hilang bersamaan dengan cairan tersebut. Tetapi mewaspadai adanya peningkatan jumlah, dan perubahan warna serta bau pada cairan sangat dianjurkan. Bisa jadi, hal ini menjadi awal dari masalah reproduksi yang cukup serius.

Penyebab Keluarnya Cairan Bening Pada Kemaluan Wanita

Ada beberapa penyebab cairan bening keluar pada kemaluan wanita. Mulai dari keadaan normal sampai sebagai indikator awal bahwa kemaluan wanita memiliki masalah yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa penyebab keluarnya cairan bening pada kemaluan wanita.

  1. Keadaan Normal dari Sistem Reproduksi

Keluarnya cairan bening pad akemaluan wanita menjadi hal yang wajar bahkan tergolong sehat. Ini dikarenakan kelenjar menghasilkan cairan sebagai pentuk proteksi dan pembersihan untuk daerah kewanitaan. Bersamaan dengan keluarnya cairan bening, sel-sel mati, kotoran, dan bakteri akan ikut terbawa keluar.

Terkadang cairan bening yang dikeluarkan juga mengalami peningkatan. Hal ini masih dikatakan normal. Beberapa akibat peningkatan jumlah cairan yaitu, memasuki masa menstruasi, kehamilan, dan mencapai klimaks dalam hubungan seksual. Cairan yang keluar saat akhir masa menstruasi biasanya lebih keputih-putihan dan lengket karena daerah kewanitaan mengalami pengeringan pada akhir periode. Pengeluaran cairan ini bertujuan melembabkan dan melindungi daerah sekitar kemaluan dari beberapa bakteri.

  1. Pengobatan yang Sedang Dijalani

Beberapa obat atau antibiotik yang dikonsumsi dapat mengakibatkan keluarnya cairan bening pada kemaluan wanita. Jangan panik karena hal ini tidak mengindikasikan adanya masalah pada sistem reproduksi. Dengan mengeluarkan cairan bening sebagai efek samping, maka bakteri dari infeksi atau penyakit yang menyerang dapat keluar bersama cairan tersebut. Sehingga pengobatan memberikan hasil yang optimal dalam penyembuhan.

  1. Lingkungan atau Keadaan

Merasa stres, depresi, dan memiliki masalah yang cukup rumit bisa menjadi penyebab munculnya cairan bening di kemaluan wanita. Ketika stres, tubuh akan mengalami penumpukan bahan kimia yang dihasilkan seperti adrenalin dan cortisol. Hal ini menyebabkan tubuh lebih berkeringat atau bisa juga merusak keseimbangan hormon pada tubuh. Sehingga, akibatnya keseimbangan bakteri pada tubuh juga terganggu. Dampaknya, tubuh menghasilkan cairan bening berlebih pada kemaluan wanita. Jika jumlah yang dihasilkan melebihi normal, maka bisa jadi ini merupakan inidikator masalah yang perlu diperhatikan.

  1. Penyakit yang Diderita

Keluarnya cairan berlebih bisa menjadi masalah yang cukup serius bagi wanita. Dengan hal ini bisa jadi wanita terserang penyakit yang mengakibatkan jumlah cairan yang dikeluarkan melebihi batas normal. Penyakit tersebut antara lain, penyakit menular seksual, diabetes, atau kanker.

Bahaya yang Ditimbulkan

Sponsors Link

Mengeluarkan cairan bening pada kemaluan wanita memang hal yang normal. Tapi perlu diwaspadai apabila jumlah yang dikeluarkan meningkat dan melebihi batas normal. Terlebih apabila warna, bau dan tekstur mengalami perubahan seperti kekuningan bahkan sampai mendekati hijau, memiliki konsistensi yang cukup kental dan berbau tidak sedap atau busuk. Bisa jadi cairan tersebut disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi. Seperti merasakan sensai terbakar ketika cairan bening keluar pada kelamin wanita. Ini dikarenakan adanya bakteri penyakit menular seksual sehingga daerah kewanitaan yang di dalam mengalami infeksi.

Cairan yang keluar dari kemaluan wanita tidak selalu menjadi hal yang wajar. Ada bahaya yang terjadi dari keluarnya beberapa cairan yang tidak biasa pada kemaluan wanita. Cairan yang keluar dengan bercak darah mengindikasikan wanita akan memasuki masa periodenya. Tetapi apabila cairan dan darah tersebut bercampur maka ada masalah yang cukup serius pada tubuh. Bisa jadi infeksi suatu penyakit, atau polip. Apabila lendir berubah menjadi kekuningan atau kehijauan maka perlu diwaspadai adanya gejala Trichomoniasis atau Gonorrhea. Untuk mencari tahu, dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan perawatan.

Beberapa wanita baisanya mengalami keluarnya cairan pada kemaluan wanita tanpa tahu alasannya atau diluar masa menstruasi, tidak sedang hamil, atau tidak melakukan hubungan seksual. Hal semacam ini juga perlu diperhatikan karena memungkinkan adanya indikasi serius seperti:

Sponsors Link

  • Fibroid
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Polip
  • Endometriosis
  • Kanker serviks

Bahaya yang terjadi akibat keluarnya cairan seperti yang telah dijelaskan di atas dapat dihentikan dengan segera menghubungi dokter. Jangan meremehkan ketidaknormalan yang terjadi pada keluarnya cairan bening di kemaluan wanita.

Upaya Penanganan Keluarnya Cairan pada Kemaluan Wanita

Ketika cairan yang keluar pada kemaluan wanita masih tergolong normal, maka tak perlu resah. Biarkan saja karena hal ini merupakan bagian dari proteksi sistem reproduksi. Beberapa cara menjaga agar produksi cairan tetap sehat dan normal adalah sebagai berikut.

  • Gunakan tisu bayi. Usap daerah kewanitaan secara lembut dan perlahan. Jangan masukkan tisu ke kemaluan, tetapi sapu bibir luar agar bau dan daerah yang basah menjadi bersih.
  • Gunakan pembalut atau bantalan. Penggunaan ini untuk memastikan agar celana dalam tetap dalam keadaan kering. Gunakan yang terbuat dari kapas lembut sehingga tidak membuat iritasi.
  • Ganti celana dalam sesering mungkin. Jika celana dalam dalam keadan basah, lekas ganti dengan yang kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Tingkatkan sistem imun. Mengonsumsi produk herbal atau beri-berian dapat meningkatkan sistem imunisasi.
  • Rutin check up daerah kemaluan wanita. Sering berkonsultasi dengan dokter adalah cara terbaik dalam penanganan masalah tersebut. Dengan resep dan anjuran dokter, wanita tak perlu khawatir masalah besar akan terjadi.

Demikian beberapa ulasan yang sudah dijelaskan mengenai adanya cairan bening yang bisa keluar dari kemaluan yang sering dialami oleh perempuan untuk segera anda atasi dengan mudah.

Sponsors Link
, ,