Sponsors Link

7 Bahaya Paraben untuk Kulit yang Wajib dan Segera Anda Hindari Sekarang Juga!

Sponsors Link

Paraben merupakan sebuah bahan yang paling sering ditemukan pada produk kosmetik. Paraben bisa berupa methylparaben, propylparaben, dan buylparaben. Umumnya ketiganya dimanfaatkan sebagai bahan pengawet pada produk kosmetik.

ads

Sedangkan pemakaian produk yang mengandung paraben dalam jumlah berlebihan dapat merusak kesehatan kulit, mulai dari gangguan ringan sampai serius. Berikut adalah beberapa hal dari bahaya paraben untuk kulit yang dapat dipaparkan untuk anda.

1. Gangguan endokrin pada Kulit

Paraben adalah zat yang dapat meniru estrogen. Dalam sebuah studi sel, ditemukan kemampuan paraben ketika mengikat estrogen dan menyebabkan gangguan endokrin. Padahal endokrin adalah sistem di dalam tubuh yang menghasilkan hormon untuk memperlancar sinyal kimia yang dapat dikeluarkan oleh sistem metabolisme tubuh dan juga di dalam aliran darah.

Hormon memiliki tugas untuk mengatus nafsu makan, sistem pernafasan, pertumbuhan, keseimbangan cairan, dan lain sebagainya. Jika hormon atau sistem endokrin khususnya pada kulit terganggu, sistem pertumbuhan dan keseimbangan cairan pada kulit tubuh juga akan terganggu.

2. Menyebabkan Kanker Kulit

Pada sebuah studi ditemukan paraben dapat meningkatkan proliferasi sel, sehingga bahaya paraben untuk kulit ialah dapat meningkatkan resiko kanker kulit. Menggunakan produk berbahan parebn dapat memicu kerusakan sel-sel kulit dan gangguan proliferasi.

Hal itu berpotensi meningkatkana terjadinya kanker kulit karena ketika bahan paraben terkombinasi dengan bahan kimia lain yang digunakan dalam make up kecantikan, dapat menimbulkan proses melanoma ganas, salah satu jenis kanker kulit. Bila sudah demikian, efek jangka panjangnya kemudian anda harus mencari cara mengobati kanker kulit yang anda derita.

3. Menghambat Metabolisme Kulit

Kulit merupakan bagian dari metabolisme tubuh untuk mengeluarkan keringat, jika anda menggunakan produk perawatan tubuh dan wajah yang mengandung paraben terlalu sering, bisa dipastikan risiko bahaya paraben untuk kulit anda pun meningkat, salah satunya ialah paraben dapat menghambat sistem metabolisme kulit.

Efek samping dari metabolisme kulit yang tidak berjalan sempurna ialah penumpukan bakteri penyakit yang seharusnya dikeluarkan di kulit. Ini bisa mengakibatkan kulit menjadi nampak gelap, tidak sehat, dan mungkin saja infeksi organ dalam akibat bakteri jahat yang seharusnya dikeluarkan namun tersumbat. Bisa juga berupa kulit kering, bersisik, dan keriput sehingga anda nampak tua dan mengerikan.

4. Alergi pada Kulit

Bahaya paraben untuk kulit berikutnya ialah dapat menimbulkan reaksi alergi. Alasannya karena paraben dianggap sebagai zat xenoestrogent yang dapat mengimitasi estrogen pada tubuh. Efek buruk yang ditimbulkannya ialah menyebabkan reaksi alergi pada kulit karena mengganggu hormon yang seharusnya berfungsi dengan baik di bagian kulit. Akibatnya buruk jangka panjangnya dari efek alergi ini bisa berupa kulit gatal, kering, dan menghitam.

5. Menghambat regenerasi kulit

Sponsors Link

Para peneliti juga menemukan bahaya paraben untuk kulit sejak tahun 1990-an, bahwa kandungan paraben dapat menghambat regenerasi kulit. Hal yang sama diungkapkan kembali oleh peneliti dari Inggris Philippa Dabre, Ph.D ia menemukan paraben mengandung bahan yang berbahaya dan mengancam pertumbuhan regenerasi alami kulit. Dimulai dari membuat kulit dehidrasi.

Sehingga tak heran jika para pengguna kosmetik berbahan paraben tidak terlihat sehat kulitnya ketika kosmetik tersebut dibersihkan dari wajah, karena kulit juga bisa dehidrasi. Ketika kosmetik dilepas, kulit wajah mereka terlihat pucat, kering, dan bahkan mungkin berkeriput seperti menua dengan cepat.

6. Memicu Kerusakan Kulit

Paraben yang dapat menyerupai estrogen saat masuk ke dalam tubuh manusia akan menginfeksi fungsi hormon. Sehingga dari dalam tubuh, paraben merusak perkembangan setiap bagian organ tubuh, termasuk kulit. Kerusakan kulit bisa terlihat dari warnanya yang semakin gelap, kondisinya bisa berupa kulit bersisik, dan mengelupas. Bahkan mungkin muncul bintik-bintik yang menimbulkan gatal dan lain sebagainya.

7. Mempercepat Penuaan dini pada Kulit

Sponsors Link

Banyak produk kecantikan menawarkan perawatan kulit untuk mencegah penuaan dini, ironisnya jika anda menggunakan produk yang mengandung produk parabens manfaat itu justru bisa tidak akan anda peroleh. Sebabnya karena paraben justru mempercepat proses penuaan dini pada kulit.

Dikutip dari live-naturally.co.uk, peneliti dari Jepang, Kyoto Prefectural University of Medicine membuktikan jenis metil parabens dapat mempercepan penuaan dini pada kulit yang kerap terpapar sinar matahari. Padahal, kita tidak mungkin menghindari sinar mahatari. Paraben yang terkandung pada lotion pelembab dan lain-lain akan menyebabkan sel-sel kulit mati semakin meningkat jauh lebih cepat dari biasanya. Kami sarankan agar anda memilih cara mencegah penuaan kulit wajah dengan cara-cara alami seperti tidur cukup, makan makanan yang sehat, dan olahraga yang teratur.

Produk yang Biasanya Mengandung Parben

Anda mungkin bertanya-tanya produk apa saja yang umumnya mengandung paraben. Ada bahan makanan yang rupanya dapat menghasilkan paraben, antara lain seperti kacang-kacangan, bluberry, wortel dan ketimun. Sementara untuk produk-produk komersial, biasanya paraben dapat dijumpai di beberapa produk seperti shampoo, kondisioner, lotion, deodoran, sabun muka, sabun mandi, scrub, kosmetik, dan lain-lain. Jadi berhati-hatilah ketika memilih bahan makanan dan juga kosmetik dan produk kecantikan lainnya. Temukan produk pelembab untuk kulit dehidrasi anda yang tepat, jangan asal murah atau dikeluarkan oleh merek terkenal saja.

Sponsors Link
, , ,