Sponsors Link

4 Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Reproduksi yang Harus Diketahui

Sponsors Link

Berbicara mengenai narkoba, rasanya sudah menjadi rahasia umum mengenai bahaya dari obat-obatan terlarang ini untuk tubuh dan juga kesehatan. Namun bagaimana untuk kesehatan reproduksi? Faktanya memang terdapat beberapa bahaya narkoba bagi kesehatan reproduksi. Di bawah ini kami akan mencoba memberikan uraian untuk 5 dampak penyalah gunaan narkoba untuk reproduksi.

ads
  • Penurunan Sistem Imunitas Tubuh

Narkoba mengandung sederet senyawa kimia. Dimana dalam sederet penilitian disebutkan bahaya senyawa kimia ini untuk tubuh. Salah satu bahayanya adalah mengganggu sistem imunitas atau daya tahan tubuh pengguna. Ada beberapa penyakit reproduksi yang disebabkan oleh menurunnya sistem imunitas dalam tubuh.

Mulai dari penyakit dari serangan virus HIV, mengganggu pengobatan herpes simplex, hingga menjadi penyebab vaginismus. Selain itu juga sistem daya tahan tubuh yang menurun ini membuat virus lebih mudah menyerang. Sehingga menjadi penyebab kelamin bengkak dan penyebab bibir vagina berwarna gelap. Sistem imunitas tubuh ini juga yang menjadikan adanya hubungan penyakit sifilis dengan HIV. Dimana keduanya sering diderita oleh pengguna narkoba.

  • Penyakit Menular Seksual

Penggunaan narkoba juga memperbesar kemungkinan terjangkit penyakit menular seksual. Masih ada kaitan dengan menurunnya sistem imunitas tubuh, pengguna narkoba yang dekat dengan hubungan seksual bebas menjadikan virus lebih cepat berkembang. Cara penularan gonore atau kencing nanah juga disebabkan salah satunya karena hubungan seksual bebas hingga akhirnya menyebabkan infeksi. Inilah mengapa disebutkan salah satu cara mencegah penyakir menular seksual dengan menghindari penggunaan narkoba.

  • Menurunnya Hormon Reproduksi

Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa salah satu bahaya narkoba bagi kesehatan reproduksi ialah penurunnya hormon. Padahal ada keterkaitan besar antara hormon dengan kesehatan reproduksi sendiri. Bahkan gangguan pada hormon reproduksi bisa menyebabkan terjadinya kemandulan bila tidak ditangani dengan tepat.

Beberapa tanda penurunan hormon reproduksi ini seperti kualitas serta kuantitas sperma yang berkurang bagi pria, datang bulan yang terlambat, hingga mulai munculnya tanda-tanda kesulitan memiliki anak atau fertilasi. Bila sudah begini, pengguna narkoba bukan hanya perlu berhenti untuk mengonsumsi obat-obatan berbahaya tersebut. Namun juga harus melakukan terapi hormon untuk mengembalikan kesehatan reproduksi.

  • Menophose Dini pada Wanita

Untuk wanita, penggunaan narkoba dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan menophose dini. Penuaan dini ini bukan hanya terjadi pada kulit yang terlihat keriput hingga rambut yang memutih. Namun organ reproduksi yang juga mengalami penuaan. Dimana bisa terjadi kesulitan dalam memiliki anak hingga gangguan pada kehamilan nantinya.

Selain 4 bahaya narkoba bagi kesehatan reproduksi di atas, masih ada beberapa masalah lain yang berkaitan dengan seksualitas yang terganggu karena narkoba. Kesulitan mendapatkan ereksi pada pria misalnya, hingga gangguan cairan kelamin untuk wanita. Pada ibu mengandung pun, narkoba memperbesar resiko terjadinya keguguran, plasenta bermasalah serta pertumbuhan janin yang tidak sempurna. Selain juga komplikasi lain yang mungkin terjadi pada pengguna narkoba yang sedang mengandung.

Dengan banyaknya masalah kesehatan, termasuk juga bahaya narkoba bagi kesehatan tubuh di atas, rasanya sudah sangat pasti untuk menghindari penggunaan obat-obatan berbahaya ini. Yuk, hidup sehat tanpa narkoba!

Sponsors Link
, ,




Oleh :
Kategori : Gaya Hidup