Sponsors Link

7 Bahaya Campak Tidak Keluar yang Belum Banyak Diketahui, Namun Sering Diabaikan

Sponsors Link

Pernahkah Anda mendengar penyakit campak? Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya campak dikenal dengan istilah rubeola. Campak lebih sering menyerang tubuh seseorang yang belum melakukan imunisasi campak. Sebelum imunisasi menjadi rutinitas dan fokus pemerintah, penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya karena menjadi penyebab kematian terbesar di setiap tahunnya.

ads

Penyebaran penyakit campak lebih sering ditularkan melalui kontak dan hubungan secara langsung yang dilakukan oleh penderita. Udara yang membawa virus penginfeksi akan menyerang tubuh seseorang yang belum melakukan imunisasi atau dalam keadaan daya tahan tubuh yang sedang menurun. Saat virus masuk ke dalam sistem pernapasan, selanjutnya virus akan menyebar ke seluruh tubuh. Cari tahu ciri campak telah sembuh.

Gejala Terjangkit Campak

Jika sudah terinfeksi campak, Anda perlu mengetahui beberapa gejalanya agar Anda mampu mengidentifikasi dan menangani campak lebih awal. Gejala tersebut antara lain:

  • Ruam pada kulit
  • Adanya rasa gatal berlebih
  • Ruam disertai munculnya cairan
  • Adanya sensasi rasa panas

Selain gejala di atas, ada beberapa gejala lain yang perlu Anda perhatikan jika gejala umum di atas Anda abaikan. Gejala tersebut antara lain:

  • Sulit bangun bahkan sampai linglung
  • Mengalami sesak napas dan adanya masalah di area hidung
  • Demam semakin tinggi setiap harinya
  • Adanya masalah pendengaran dan keluarnya cairan di mata

Gejala tersebut akan muncul setelah 7 sampai 10 hari terinfeksi. Kemudian akan terus berkembang dan bertahan hingga 4 hari lamanya. Jika tidak ditangani lagi, tentu ruam memerah akan semakin menyebar dan jangka waktu penyembuhan lebih lama dari waktu normal. Mengingat anak anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, maka komplikasi memungkinkan untuk terjadi pada tubuh mereka apabila campak tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, sangat disarankan agar penanganan campak segera dilakukan dengan berkonsultasi pada dokter jika sudah mulai muncul gejalanya. Jangan tunda agar masalah tidak semakin parah dan daftar masalah kesehatan semakin banyak. Meski anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena campak, bukan berarti orang dewasa tidak dapat terinfeksi. Sehingga jangan meremehkan penyakit ini dan gali informasi sedetail mungkin dengan dokter Anda.

Faktor Resiko Terjangkit Campak

Memang tidak semua orang dapat terjangkit campak. Ada beberapa penyebab seseorang memiliki resiko tinggi terjangkit campak. Faktor yang menyebabkan meningkatnya resiko seseorang terjangkit campak yaitu:

  • Belum melakukan imunisasi campak. Faktor terbesar seseorang terjangkit campak adalah tidak terbentuknya proteksi diri terhadap virus ini. Sehingga tubuh mudah terserang virus penginfeksi campak.
  • Sering berpegian ke luar negeri. Tidak semua negara mewajibkan imunisasi campak. Sehingga ada resiko yang meningkat saat Anda bepergian ke luar negeri terlebih Anda juga belum melakukan imunisasi.
  • Anak anak. Campak memang jenis penyakit yang sering menyerang anak. Sehingga usia anak memang faktor yang meningkatkan resiko terjangkit campak.

Oleh karena adanya faktor tersebut, bentuk pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Bicarakan dengan dokter terkait hal yang mampu mencegah terjangkitnya infeksi campak tersebut. Baca juga perbedaan campak dan cacar air.

Bahaya Campak Tidak Keluar

Sponsors Link

Ada beberapa kasus dimana campak seseorang tidak keluar. Hal ini tentunya memberikan bahaya yang memiliki tingkat ringan sampai berat. Adapun bahaya yang ada yaitu sebagai berikut.

  1. Dehidrasi

Campak yang tidak keluar ternyata mampu membuat tubuh seseorang terjangkit penyakit lainnya yaitu dehidrasi. Gejala awal dehidrasi yaitu adanya diare yang disertai dengan mual dan muntah. Ketika Anda menemui tubuh seperti ini, Anda perlu berobat ke dokter sesegara mungkin agar tidak semakin parah. Sebab jika Anda mengabaikan, dehidrasi akan menguras banyak cairan pada tubuh Anda sehingga kadar air dalam tubuh tidak stabil. Jika kadar air dalam tubuh terganggu dan tetap saja Anda abaikan, maka jangan salah akan adanya penyakit lainnya.

  1. Kejang

Kejang dialami oleh penderita karena demam yang tinggi dan campak tidak segera keluar. Jika campak tidak keluar, maka virus terus menerus bersarang pada tubuh Anda. Akibatnya, tubuh tidak mampu menjaga kestabilan kerja sistem. Kejang memang tidak selalu terjadi pada orang yang mengalami demam tinggi, namun ini dapat dialami beberapa orang. Jika tidak segera ditangani, kejang bisa menjadi masalah yang cukup serius. Maka, jika Anda menemui anak atau keluarga dalam keadaan kaku, kehilangan sadar, bagian alat gerak sulit untuk digerakkan, maka segera hubungi dokter untuk penanganan yang cepat dan tepat.

ads
  1. Pneumonia

Penyakit ini menyerang sistem pernapasan terutama paru paru. Dikarenakan virus menyerang bagian pernapasan dan campak tidak segera muncul, alhasil tubuh Anda terutama paru paru akan mengalami pneumonia. Pneumonia tidak hanya berakibat buruk bagi paru paru, kantung udara akan berisi cairan dan virus yang beragam jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Beberapa gejala pneumonia yang bisa Anda kenali yaitu:

  • Batuk kering dan berdahak dalam waktu yang lama
  • Jantung berdetak lebih kencang dibanding hari normal
  • Sakit bagian dada saat melakukan pernapasan
  • Tidak memiliki nafsu makan

Jika menemui kondisi tubuh yang demikian, jangan lupa untuk segera menghubungi dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Infeksi mata

Jika campak tidak keluar, maka ada bahaya iritasi mata yang diakibatkan karena virus yang menyebar ke seluruh tubuh. Gejala umum mata Anda mengalami iritasi yaitu adanya perubahan warna menjadi merah karena adanya peradangan pada saraf, kemudian disertai keluarnya cairan pada mata. Cairan ini jika mengenai bulu mata, akan mengakibatkan bulu mata lengket dan terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan virus juga akan menyebar ke bagian luar mata. Bagaimana mengobati campak?

  1. Hepatitis

Selain banyaknya bahaya ringan yang dapat terjadi jika campak tidak keluar, ada pula beberapa bahaya berat yang dapat Anda rasakan. Salah satunya yaitu hepatitis. Hal ini dikarenakan tubuh Anda terinfeksi oleh virus yang tak ikut keluar bersamaan dengan campak. Alhasil, virus menyerang liver dan menyebabkan infeksi berat. Beberapa gejala hepatitis yaitu:

  • Sakit yang luar biasa pada perut
  • Tidak memiliki selera makan
  • Warna urin menjadi lebih gelap
  • Tubuh tidak memiliki tenaga sehingga cepat lelah
  • Adanya rasa sakit pada otot sekaligus sendi

Jika Anda menemui salah satu atau beberapa gejala di atas, maka Anda perlu menghubungi dokter untuk melakukan konsultasi terkait masalah atau keluhan yang Anda rasakan. Diagnosis yang tepat akan memberikan penanganan yang tepat pula.

  1. Encephalitis

Bahaya berat lainnya yang bisa menjangkit seseorang jika campak tidak keluar yaitu adanya radang pada otak. Ini terjadi karena virus tetap bersarang dan menyebar pada tubuh hingga menginfeksi bagian otak Anda. Radang otak tersebut akan membuat campak sulit untuk diobati sebab radang otak menjadi indikasi bahwa campak Anda telah cukup parah. Beberapa gejala Anda mengalami encephalitis yaitu:

  • Mengalami mual
  • Kejang berlebih
  • Menderita muntah yang berlebih

Jika radang otak tersebut dibiarkan maka penderita akan mengalami koma dalam jangka waktu yang lama dan berakibat pada kematian. Oleh karena itu, jangan biarkan virus campak semakin menyebar pada tubuh dan menjadi faktor beresiko tingginya kematian. Cari tahu perbedaan campak dan demam berdarah.

  1. Gangguan Kehamilan

Ternyata campak yang tidak keluar jika dialami oleh ibu hamil, dapat menyebabkan gangguan kehamilan. Hal ini dikarenakan virus sudah bersarang cukup lama pada tubuh begitu juga rahim Anda. Gangguan kehamilan tersebut antara lain yaitu:

  • Virus campak akan menyerang janin pada kandungan ibu hamil jika campak sudah begitu parah dan tetap diabaikan. sistem kerja virus ini yaiu merusak perkembangan janin perlahan lahan dan seiring waktu janin akan mati dalam kandungan.
  • Kelahiran bayi prematur. Ibu yang terinfeksi virus campak pada masa pertengahan kehamilan akan mengakibatkan kelahiran bayi yang prematur. Dengan kelahiran prematur, maka tubuh bayi nantinya lebih rentan mengalami beragam penyakit terutama campak.
  • Bayi lahir dengan berat badan yang tidak normal. Campak ternyata mampu mengurangi penyaluran nutrisi ibu kepada bayi. Dengan keadaan kekurangan nutrisi, maka tubuh bayi juga lebih rentan terkena beragam jenis penyakit.
Sponsors Link

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Melihat banyaknya bahaya yang diberikan jika campak tidak keluar, tentunya membuat campak menjadi masalah yang cukup serius jika dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu dibutuhkan penanganan yang cepat agar campak tidak memberikan masalah yang lebih serius pada tubuh. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah memberikan pengobatan yang tepat dan sesuai. Pengobatan ini hanya bisa diberikan jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa obat yang bisa dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati campak atau beberapa hal yang bisa dilakukan agar campak segera sembuh yaitu sebagai berikut.

  1. Memerhatikan asupan makanan

Asupan gizi yang seimbang memegang peran penting dalam mencegah campak semakin parah. Oleh karena itu jangan sampai mengabaikan asupan nutrisi Anda. Mendapatkan rekomendasi dokter terkait asupan gizi yang cukup dan seimbang, bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Beberapa bahan makan yang tidak boleh Anda lupakan yaitu buah dan sayur. Imbangi pula dengan protein serta vitamin. Baca makanan yang dilarang penderita campak.

  1. Istirahat yang Cukup

Obat utama seseorang terjangkit campak adalah memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas. Dengan memiliki waktu istirahat, maka tubuh akan memiliki sistem imun yang stabil dan sistem imun yang baik membuat virus akan pergi dengan sendirinya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memiliki waktu istirahat yang berkualitas.

Masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah campak agar tidak menular dan menjangkit tubuh. Direkomendasikan untuk tetap berkonsultasi kepada dokter baik saat memasuki gejala ataupun telah menderita campak cukup parah.

Sponsors Link
, , ,