Sponsors Link

4 Jenis Antibiotik Untuk Penyakit Ulkus Mole yang Wajib Anda Coba

Sponsors Link

Aktivitas seksual sudah selayaknya dilakukan secara aman dengan pasangan yang sah, sebab penyakit menular seksual bukanlah cerita rekaan atau isapan jempol. Salah satu penyakit menular seksual yang bisa disebabkan oleh aktivitas seksual yang buruk seperti dengan pasangan seks yang berbeda, tidak menggunakan kondom dan pelumas adalah penyakit ulkus mole. Penyakit ini juga dikenal dengan nama chancroid dan termasuk ke dalam jenis penyakit kelamin yang cukup parah.

ads

Gejala utama dari penyakit ulkus mole baik pada pria maupun wanita adalah munculnya benjolan-benjolan seukuran 0.5 hingga 5 sentimeter di area kelamin. Jika pada kasus seorang pria, benjolan biasanya muncul satu biji namun tidak dengan kasus penyakit serupa pada wanita. Ulkus mole akan tampak dengan gejala munculnya empat hingga lebih bejolan dengan ujung melancip berwarna keabuan. Oleh karena itu, melakukan pencegahan penyakit ulkus mole perlu digalakkan.

Antibiotik Untuk Penyakit Ulkus Mole

Akan tetapi, jika Anda terlancur mendapatkan gejala penyakit ulkus mole ada baiknya Anda kembali mencermati ciri-ciri penyakit ulkus mole dengan benar. Sebab, penyakit ini juga tampak serupa dengan beberapa jenis penyakit yang ditandai dengan benjolan seperti abses dan kista pada wanita. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan kepada dokter. Dokter biasanya akan memberikan Anda resep obat antibiotik untuk menghentikan infeksi . Beberapa jenis obat antibiotik yang biasa digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Azitromisin

Obat antibiotik ini merupakan jenis obat antibiotik oral. Obat antibiotik Azitromisin merupakan salah satu obat antibiotik yang direkomendasikan oleh CDC’s 2015 Sexually Transmitted Disease Treatment Guideliness dalam tindakan terapi antibiotik untuk mengatasi penyakit seksual ulkus mole.  Oleh karena itu, penggunaannya cukup aman apalagi jika Anda mendapatkan saran dan resep langsung dari dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin Anda.

Namun tetap saja, menilik pada cara penularan penyakit ulkus mole yang terjadi lewat aktivitas seksual, Anda harus menyertai pengonsumsian obat antibiotik ini dengan menjaga aktivitas seksual atau benar-benar berpuasa melakukan hubungan seksual. Dosis yang disarankan dari obat antibiotik ini adalah sebesar 1 gram per orang dosis atau tunggal.

  1. Siprofloksasin

Obat antibiotik dengan dosis penggunaan 500 gram per oral biasanya dikonsumsi sebanyak 2 kali dalam sehari. Pengonsumsian obat antibiotik ini idealnya dilakukan selama 3 hari tanpa berhenti sebelum mendapatkan tindakan penyembuhan lainnya. Obat antibiotik ini juga merupakan obat yang direkomendasikan oleh CDC’s 2015 Sexually Transmitted Disease Treatment Guideliness sehingga terhitung selama berada di bawah pengawasan dokter.

Salah satu keuntungan dari penggunaan obat antibiotik Siprofloksasin dalam mengatasi ulkus mole pada wanita adalah obat antibiotik ini baik digunakan oleh pasien wanita yang tengah mengandung atau menyusui. Sebab, senyawa-senyawa dalam Siprofloksasin dilaporkan tidak memberikan efek buruk terhadap janin dan kelenjar air susu ibu.

  1. Seftriakson

Seftriakson adalah obat antibiotik alternatif lainnya yang dilaporkan baik untuk dikonsumsi oleh pasien ulkus mole wanita yang tengah hamil atau menyusui. Sebab salam halnya dengan Siprofloksasin, obat antibitoik yang juga direkomendasikan oleh CDC’s 2015 Sexually Transmitted Disease Treatment Guideliness ini memberikan risiko yang rendah pada janin dan sedikitnya potensi efek toksik.

Pengonsumsian obat antibiotik Seftriakson sudah selayaknya di bawah pengawasan dokter. Perkembangan hasil dari penggunaan antibiotik ini biasanya disertai dengan pengawasan dan pemeriksaan ulang selama 3 hingga 7 hari setelah terapi obat antibiotik dimulai. Jika obat antibiotik bekerja dengan baik, ulkus biasanya akan menunjukkan hasil membaik dalam 3 hari. Akan tetapi jika 7 hari masa obyektif tetap tidak menunjukkan hasil yang diinginkan, maka penanganan ulkus mole akan ditingkatkan.

Sponsors Link

  1. Eritromisin

Obat antibitotik terakhir yang direkomendasikan oleh CDC’s 2015 Sexually Transmitted Disease Treatment Guideliness adalah eritromisin. Eritromisin biasa diresepkan untuk dikonsumsi oral sebanyak 3 kali sehari selama 7 hari dengan dosis 500 mg. Laporan dari seluruh dunia diketahui bahwa pasien mengalami resistensi terhadap pemberian obat antibiotik eritromisin. Idealnnya, tindakan terapi antibiotik terhadap ulkus mole harus disertai dengan pengubahan pola hidup dan diet. Anda sekuat mungkin harus menjauhkan diri dari penyebab ulkus mole begitu juga dengan penyebab penyakit bartholintis pada wanita. Oleh karena itu, penanganan terhadap ulkus mole harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan serta di bawah pengawasan dokter.

Pengobatan terhadap ulkus mole bukanlah pengobatan yang instan. Anda akan menjalani serangkaian pengobatan mulai dari tindakan terapi antibiotik hingga operasi. Akan tetapi, cepatnya penyembuhan ulkus mole juga dipengaruhi oleh seberapa besar dan seberapa parah ukuran ulkus mole yang Anda derita. Pada penderita ulkus mole dengan ukuran yang besar, penyembuhan akan memakan waktu hingga lebihd ari 14 hari.

Tindakan terapi antibiotik dan obat lainnya biasa disebut sebagai tindakan konservatif terhadap penderita ulkus mole. Jika dengan tindakan tersebut penyakit ulkus mole tidak menunjukkan kemajuan yang baik, maka pasie akan dirujuk ke rumah sakit untuk mencegah terjadinya komplikasi. Sementara itu pasangan seksual yang melakukan kontak seksual selama 10 hari sebelum pasien mendapatkan gejala awalnya perlu memeriksakan diri untuk memastikan melakukan upaya pencegahan chancorid atau ulkus mole dari kemungkinan penularan.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan